It’s About Job
Tulisan ini dalam beberapa hal berhubungan ma tulisan sebelumnya.
Sebenernya bukan curhat soal nasib, tpi ini soal pekerjaan. Ucapan2 seseorang yang bilang “Elu masih lebih beruntung.”, “Lu sukurin aja dulu apa yang ada, di luar sana masih banyak pengangguran.”, dan lain sebagainya justru bikin parah keadaan.
Omongan-omongan kaya gitu saya rasa intinya bikin ngerasa kita puas dan ngerasa nyaman sama nasib. Yang bikin bete… nasib itu sendiri ternyata dibuat oleh manusia lain yang mengeksploitasi saya. Eksploitasi dilakukan cukup licik dan keji dengan memanfaatkan berbagai doktrin agama… “Apa yang ada jarang disyukuri.”, “Manusia ada yang miskin dan kaya.”, sama doktrin sosial budaya, seperti “Kalau semua orang pengen jadi kaya, nanti gak ada orang miskin… dan orang miskin tuh… bla bla bla”.
Kenapa bukan doktrin agama lain yang lebih banyak di eksploitasi kaya “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha mengubah nasibnya sendiri.”
(masi bersambung)







Tertarik komentar atau sekedar blogwalking? Silaken. Link kontes SEO, referral, promosi pasti dihapus.