Saya Mati

Tuesday 6 May 2008

Saya menangis terbahak-bahak di depan pusara jasad saya sendiri setelah ditikam terang-terangan oleh waktu
Menikmati sajian galau yang dicolok-colokan ke nalar di kepala adalah kenikmatan tersendiri setelah mati
Kini penantian menjelma jadi butir hujan di langit, basahi tanah hati yang kering di sini dan sesungguhnya saya masih mencari

Pengertian tidaklah sesulit bom atom atau ketika bernegosiasi dengan mucikari, dan setelah sekian lama…. hasilnya adalah keberanian bernurani

Saya rasa saya tidak pernah benar-benar mati

02-05-08

Share this post

SocialTwist Tell-a-Friend

You might also enjoying this post.

One Response to “Saya Mati”

  1. siska says:

    bagus lhoooooo…



    utchanovsky says:
    Sebegitunya, Makasih yah :D

Leave a Reply