Awal Untuk Sebuah Akhir

Thursday 26 June 2008
SocialTwist Tell-a-Friend

Bagi penganut Agama Islam (muslim), mereka percaya bahwa ada dunia lain setelah mati. Biasanya kita menyebutnya alam barzah. Alam barzah ibarat ruang tunggu untuk para arwah sebelum memasuki alam yang terakhir, yaitu alam akhirat. Jadi, ungkapan yang mengatakan bahwa kubur kita adalah rumah terakhir, tidak tepat 100% karena kuburan hanya sekedar transit.

Di alam akhirat, kita akan dihadapkan pada pilihan syurga atau neraka. Kita semua tentu memilih yang enak dan terbaik, namun putusan kembali pada apa yang telah kita lakukan sebelumnya di alam dunia. Di akhirat, akan ada semacam mahkamah tertinggi pengadilan Tuhan. Bukan “Pengadilan Tuhan” sebagaimana yang sering dicontohkan sekarang, yaitu untuk mengacu pada kelegalan berlaku kekerasan mengatasnamakan agama, tetapi ini benar-benar pengadilan di mana kita dihadapkan langsung dengan sosok Tuhan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

Selayaknya pengadilan, kita akan berhadapan dengan prosedural seperti layaknya pengadilan biasa, ada investigasi, pertanyaan, sanggahan, saksi-saksi, dengan mekanisme yang (pasti) jujur dan (pasti) adil. Layaknya karakter manusia yang lazimnya sombong, kita bisa juga menyanggah berbagai dakwaan Tuhan kepada kita, dan tentu saja dengan mulut kita (ungkapan mulutmu harimaumu mungkin bisa mengacu ke sini, mengingat banyaknya permasalahan yang bisa timbul karena kelakuan si mulut).

Namun Tuhan maha adil, Dia menghadirkan saksi dari anggota tubuh kita sendiri. Di pengadilan Tuhan nanti, tangan, mata, hidung, kuping, dan kaki kita bisa berbicara dan mengungkapkan apa yang telah mereka lakukan atas perintah hati kita. Kita akan disanggah oleh kelima indra kita sendiri. Saat ini mungkin mulut kita bisa berbicara manis, pura-pura berlaku sopan dan halus, serta mengobral janji-janji. Namun di akhirat nanti, mulut kita akan dibantah habis-habisan oleh lima indra anggota tubuh yang lain.

Pagi tadi selepas sholat shubuh, saya mendengar sindiran halus dari seorang ustad. Kira2 dia mengucapkan hal ini:

“Hati-hati buat Anda yang mengambil keputusan. Dengan satu gerakan kecil berupa tanda tangan Anda, ratusan ribu orang akan terzalimi dan teraniaya.”

Terus terang saya agak2 kaget. Pernyataan ustad tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang yang memilki kekuatan dan kekuasaan. Dan pernyataan itu tergolong berani. Saya menganalogikan hal ini kepada peristiwa berikut; Seorang Gubernur yang memerintahkan melakukan penggusuran untuk membuat sebuah kota jadi kelihatan menarik dan indah untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif sebagaimana permintaan Bank-nya Dunia, sehingga negara-negara pemilik modal bisa masuk secara nyaman mengeruk kekayaan di sini dengan kedok investasi.

Mereka yang sadar bahwa dunia adalah environment untuk taat, berbuat baik, dan introspeksi, tentunya memiliki kerendahan dan kebijakan melebihi apapun. Mereka sadar setelah mereka mati, segalanya bukan berarti selesai. Tentu hal ini menjadi ikatan yang mengikat dan menjadi pengatur hidup seseorang agar tidak berlebihan.

*) ide tulisan muncul sehabis berziarah ke makam bapak saya. semoga bisa diambil pelajarannya. “Ya Allah, lapangkan kuburnya, mudahkanlah urusannya.”

Tags: , ,

14 komentar pada artikel “Awal Untuk Sebuah Akhir”

  1. TAMBAL BAN bilang

    duh…jadi pengen jiarah juga nih..
    __________________________



    utchanovsky says:
    Sekedar buat introspeksi diri aja :o

    Reply

  2. rani! bilang

    hmm..jadi inget lagu chrisye-ketika kaki dan tangan berkata
    pas banget

    __________________________

    utchanovsky says:
    Oh gitu yah. Pernah tau aja, cuma belum denger langsung. Makasih dah mampir :)

    Reply

  3. erly bilang

    Makanya, jadi pemimpin itu berat banget, kok malah disini orang berlomba2 jadi pemimpin ya?
    __________________________



    utchanovsky says:
    Yup. Pemimpin masyarakat adalah pelayan dari masyarakat itu sendiri.

    Reply

  4. Menik bilang

    Postingan yg bagus…
    Untuk mengingatkan kita bahwa saat itu akan ada :)

    Salam kenal..

    maaf baru bisa kunjungan balik kesini :)

    __________________________

    utchanovsky says:
    It is. Thx dah mau dateng. salam kenal juga. :rose:

    Reply

  5. ulan bilang

    bole nanya mas.. maaf sebelum nya..
    mmm.. sebener nya ziarah itu budaya atau ajaran agama mas?? maaf kalo pertanyaan nya dangkal

    __________________________



    utchanovsky says:
    Bukan soal pertanyaannya dangkal, tapi mengapa bisa timbul pertanyaan itu sendiri.

    Mungkin mas yang di bawah bisa jawab :o

    Reply

  6. fisha17 bilang

    @atasku
    mungkin ziarah ada beberapa kalangan yang berbeda pendapat. Tapi mungkin disini http://www.geocities.com/risanuri/agama/ziarahkubur.html bisa mencerahkan walau sedikit. Atau bisa nanya2 ke web Islam lain yang lebih berkompeten. :) tapi yang pasti bagiku, dengan melihat kubur, kita selalu diingatkan akan umur kita yang semakin sedikit.

    ________________________



    utchanovsky says:
    Makasih dah bantuin jawab mas :D

    Reply

  7. Ihsan bilang

    Ziarah…
    Minimal dengan ziarah kita mengenal dan memaknai arti hidup kita…

    __________________________



    utchanovsky says:
    Ya, mungkin begitu

    Reply

  8. nenyok bilang

    salam
    nah masalahnya kebanyak manusia merasa tak memiliki ikatan antara hidup dan mati, merasa apa yang dilakukan di dunia yang tampaknya sepele padahal membawa efek besar adalah hal biasa-biasa saja. hmm pdhl boleh jadi tak hanya merugikan orang lain tapi terutama diri sendiri, ya ga sie?? :)

    __________________________



    utchanovsky says:
    Takut dibilang menghakimi, tapi dibilang merugikan diri sendiri, saya juga setuju

    Reply

  9. Warmorning bilang

    pa ustadz n pa penguasa itu sdh ngejalanin kaplingnya masing2 dan aku sdh tdk bisa kaget mendengarnya, terlampau jenuh mungkin :)

    __________________________

    utchanovsky says:
    Jenuh yah, tapi bukan berarti yang namanya kesewenangan kekuasaan itu tetep dibiarin kan?

    Reply

  10. Supermance bilang

    mau nya sih sering ziarah ,,, tapi hampir sebagian besar makam keluarga ada di Garut … jauh , hihi

    thx udah ngingetin :)
    __________________________



    utchanovsky says:
    Iya, sama2. Makasih dah mau mampir

    Reply

  11. didot yang malang bilang

    aduh.dalem banget ya bang. aku ikut prihatin tuk segalanya. aku jadi ingat juga akan rumah abadi bapakku. lam kenal ya?
    __________________________

    utchanovsky says:
    Iya sama2. Salam kenal juga

    Reply

  12. web designers melbourne bilang

    Mudah2 an orang pemda ngebaca tulisan ini yah, atau mungkin bupati walikota coba baca2 tulisan ini, bagus buat renungan

    __________________________



    utchanovsky says:
    Sekedar renungan n semoga bisa didapet hikmahnya

    Reply

  13. genthokelir bilang

    wah ternya ta kita punya kesamaan telah ditinggal ayah ke alam yang setelah hidup
    saya juga suka berzirah mas sambilmelihat bahwa kita nanti juga akan mati
    hahaha salut mas tulisan nya mencerahkan
    dimana satu tanda tangan bisa mezalimi ribuan orang waduh…………

    Reply

    utchanovsky Reply:

    Makasih Mas :malu:

    Reply

Tertarik komentar atau sekedar blogwalking? Silaken. Link kontes SEO, referral, promosi pasti dihapus.