Negara Agraris Kok Impor?
Kategori hitam putih di sini berarti sesuatu yang udah jelas. Dan kalo ada sesuatu yang mengganjal di range ini, sudah pasti ada masalah karena sifatnya high contrast. Dengan kata lain, orang bodoh pun bisa melihat kalau ada sesuatu yang gak beres di sini.
Hitam adalah hitam dan putih adalah putih. Kebenaran ya kebenaran. Kategori ini iseng aja gak usah dipeduliin kok. Tapi buat mereka yang bernurani, silakan nikmati segala galau sajian kegundahan ini (copas lirik dari Efek Rumah Kaca) …
Jakarta, 25 Juli 2008. Surat pembaca di harian Media Indonesia.

Negara Agraris Kok Impor
? Jangan langsung bilang kalau ini penjelasannya panjang atau bilang gak semudah itu atau jawaban ngeles lainnya. Sudah jelas ini ada yang salah karena memang high contrast. Perencanaan yang dari awalnya jelas-jelas sudah salah.













August 4th, 2008 at 8:57 am
wah wah wah.. mas utchan lagi mengkaji hitam putih negara dari sisi itu to mas??
[Reply]
August 4th, 2008 at 10:35 am
ini dia yang paling miris dari indonesia…
tanah digunain buat gedung, terus lahan pertanian ga diperhatiin
hikz, hikz, hikz,, miris…!
[Reply]
August 4th, 2008 at 11:14 am
cape juga mas mengkaji hitam dan putih..
lebih baik mengkaji abu-abu aja..
hehe…
[Reply]
August 4th, 2008 at 2:08 pm
hah mas aku nyerah kalo harus mengkaji hitam putih negara ini mas. Capek gak ada akhirnya selalu ajah ada masalah baru….wes…wes….
[Reply]
August 4th, 2008 at 3:03 pm
Lhaitu khan Pestasi mas! eh Apa malah? ach kagak ngerti lah
[Reply]
August 4th, 2008 at 4:26 pm
Yah, namanya juga negara salah urus … ya gitu, serba ironis *ngelus dada*
[Reply]
August 4th, 2008 at 4:55 pm
negara agraris juga manusia..wkwkwkwkwkw.. *kabur sebelum dilemparin sendal
[Reply]
August 4th, 2008 at 11:10 pm
Jangan2x premise-nya yg salah. Indonesia sebetulnya bukan negara agraris. Jadi mengimport pun masuk akal. Indonesia sebetulnya adalah negara pungli dan korupsi. Jadi aneh kalo Indonesia msh butuh import punglier dan koruptor dr luar
[Reply]
August 5th, 2008 at 12:06 am
agraris kan kata orang-orang dulu, emang orang sekarang ada yang tau indonesia negara agraris.
nenek moyangku seorang pelaut, aku seorang blogger
[Reply]
August 5th, 2008 at 3:38 am
Agraris itu kan hanya imajinasi saja, kenyataannya negara kita korupris (korupsi yang sudah kronis)
[Reply]
August 5th, 2008 at 4:34 am
yah kalo yang diimpor beras sih jelas salah…
[Reply]
August 5th, 2008 at 8:49 am
[Reply]
August 5th, 2008 at 11:20 am
ada baiknya repelita di zaman pak harto, di mana salah satu tujuannya adalah untuk surplus di bidang pangan.
mungkin kita memang kurang perencanaan ya?
lagi booming ladang keras, semua berbondong-bondong jadi petani sawit dan karet, lupa deh nanam padi.
btw, lagi-lagi perlu kalkulator buat anti spam-nya.
hhh… berapa sih 4+8?
[Reply]
August 5th, 2008 at 11:45 am
woi…. kakekku petani juga….
dapet templates kayak blog ini dri mana ya?…
[Reply]
August 5th, 2008 at 12:55 pm
Wah, mas ini pinter banget mengkritisi negara kita. Saya salut…
[Reply]
August 5th, 2008 at 3:03 pm
kayaknya banyak yg udah kebolak balik yah mas sesuatu didunia ini … aneh …

[Reply]
August 8th, 2008 at 5:11 am
mo pasang one way link di blog roll di blog ini bisa nga?
syaratnya apa yah..?
tolong email ke saya segera yah..
design_erictjung@yahoo.com
kirim lamaran lowongan kerjas last blog post..PROGRAMMER - Lokasi : Surabaya, Jawa Timur, Closing date: 2008-08-14
[Reply]
August 9th, 2008 at 6:34 am
negara ini adalah negara yang dikutuk sumber daya alamnya sendiri…, ironis….
SUDAH SAATNYA BANGKIT…..
Somets last blog post..Pria Idaman
[Reply]
August 11th, 2008 at 8:28 am
iya ironis memang,katana negeri ini negeri agraris,banyak tambang minyak juga..
tapi..
tapi..
napa yaa??
[Reply]
August 11th, 2008 at 1:39 pm
bukan lautan bukan kolam susu
kail dan jala cukup menghidupimu
tiada badai tiada ombak kutemui
ikan dan udang menghampiri diriku
Itu dulu….
Sekarang, susu gak punya, kail gak punya, jala jg gak punya. Mahal!!
Badai dan ombak jg di mana2..
Pantesan udah gak ada yg nyanyiin ya?!
[Reply]
August 11th, 2008 at 5:01 pm
Daripada menanam sendiri, mending impor. Lebih murah, lebih mudah. Menanam sendiri; susah, butuh waktu, banyak subsidi lah, banyak kebijakan tarif imporlah. Pemimpin2 kita (dan juga rakyatnya, termasuk saya) manajemennya reaktif. Ketika ada kejadian baru mikirin bagaimana caranya, bukan jauh2hari sebelumnya.
[Reply]
August 18th, 2008 at 5:28 pm
setuju, broo. sy juga khwatir kok bisa bisanya negara kita yg mayoritas petani bisa ngimpor. 2 generasi dibawa kita, generasi babe dan kakek kita itu kebanyakan petani. tapi kok malah meninggalkan ‘root’ kita. apa pemimpin kita salah baca buku saat sekolah di luar negeri ? negera agraris kok ngimpor
.apalagi bila yg impor itu beras. menyakitkan hati banget. bila gandum atau tanaman yg memang ngak ditanam di indonsia, yah wajar. lah tanah kita memang ngak cocok, mau diapain lagi selain impor.
uwiuw menulis di blognya tentang Blogspot Sayang Bikin Uang
[Reply]