Masih Mau Globalisasi?
Mari kita puja ramai2 dan agung2kan. Dapat dikatakan bahwa ini adalah mekanisme sangat pas buat sekarang untuk dunia yang lebih baik. Ekspansi luas tak terhingga, eksplorasi dunia baru. Ini adalah zaman perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ayo kita songsong globalisasi. Tidak ada batasan di sini. Berhenti merasa tabu. Jangan ketinggalan zaman!!!!! Mar….
(CUUUUUUTTTTTTTTT) Dan…

Tak ada lagi rasa toleransi, nilai-nilai kebersamaan, semangat gotong royong, dan keramahan khas Indonesia. Yang ada cuma individualisme yang mengedepankan budaya seks bebas, narkoba, dan konsumtif (Efek Rumah Kaca - Belanja Terus Sampai Mati).
Belum siap? Apa benar kita belum siap? Mental jelek orang Indonesia? Benarkah cuma soal mental? Arrgggghhhhh!!!!!! Memangnya siapa yang paling getol mendengung2kan konsep globalisasi? Jelas2 negara2 maju (barat) kan? Masyarakat superordinan yang meng-hegemoni (yang dikuasai setuju dan bahkan merasa harus) dunia sehingga kita merasa globalisasi adalah way of this era. Memandang globalisasi sebagai sesuatu yang perlu.
Ini bukan cuma persoalan mental dan bukan juga persoalan belum siap. Ini adalah soal penjajahan budaya, sekaligus implementasi dagang neo-kapitalisme (dulu produk yang dijual, sekarang budaya yang dijual). Ini adalah mekanisme penguasaan dan pendudukan atas kebebasan dan kedaulatan manusia secara individu. Kenapa gak liat Cina dan India yang bangga sama produk mereka sendiri? Bisa kita lihat kemajuan mereka sekarang seperti apa. Kini Cina dapat dikatakan sebagai kekuatan baru di dunia. Takut? Skeptis? Ah nggak kok. Cuma saya ngerasa rules2 globalisasi itu dari mereka2 yang superordinan aja. Bisa kita liat sekarang2 ini, biar kita bisa siap, kita malah asik menetek ke negara2 pengusung globalisasi tadi. Menjilat2 biar dikasi pinjaman tulang. Is an unfair game isn’t huh?
Gambar dari koran Republika 15 Agustus 2008













September 9th, 2008 at 12:17 am
aloow salam kenal aja
, nice blog 
[Reply]
September 9th, 2008 at 12:42 am
unfair?

Izandi menulis di blognya tentang Mau paku berkonektor USB seharga $46?
[Reply]
September 9th, 2008 at 12:43 am
pintar-pintar kita sendiri ya mem-filter nya
*nyambung ga sih?*kabuuuuurrrr
Izandi menulis di blognya tentang Mau paku berkonektor USB seharga $46?
[Reply]
September 9th, 2008 at 9:32 am
oke, keuntungan globalisasi mungkin outweighed oleh kerugiannya.
tapi lagi-lagi, pencetus teori ini adalah negara adidaya, punya kuasa di segala bidang.
setuju gak setuju, globalisasi pasti jalan.
sejatinya kita tak lagi menentang, tapi memantapkan pertahanan.
perfection is not created in a perfect condition.
tempaanlah yang menjadikan besi kuat.
[Reply]
September 9th, 2008 at 1:19 pm
saya rasa freesex ga ada kaitannya deh sama globalisasi. kecuali klo lo bilang “globalisasi maksiat”..
[Reply]
September 9th, 2008 at 5:16 pm
tapi kita tidak kuasa menolaknya….
[Reply]
September 9th, 2008 at 6:27 pm
mereka bisa aja bilamg itu ini karena mereka merasa kuat di segala bidang kita mah cuma jadi mangsanya doang.
makasih kunjungannya, lam kenal
[Reply]
September 9th, 2008 at 7:48 pm
Globalisasi memang nggak bisa dicegah datangnya… Tinggal bagaimana kita mensikapinya… menerima mentah-mentah atau pandai memfilter mana yang baik dan buruk
[Reply]
September 9th, 2008 at 9:32 pm
Tapi kayaknya itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Mau tidak mau suatu saat Globalisasi akan menghampiri kita. The only thing we can do is be prefared ! —halah .. so tw banget sayah .. padahal arti globalisasi saja sayah mah ngga ngerti .. hehehehe…
[Reply]
September 9th, 2008 at 10:51 pm
so, semacam budaya yg membantu larisnya kondom gitu???
brarti, bokap saya ikut melancarkan globalisasi maksiat dong.. kan dia ‘orang’ KB (mengingat KB jualan kondom dan pil koplo, saya pantes ngomong gini).
[Reply]
September 10th, 2008 at 1:45 am
Hello UCHAN ….

Thanks kmrn dah mampir ….
Ayo kita songsong globalisasi, jangan melempem …. he3x….
[Reply]
September 10th, 2008 at 3:43 pm
ambil yang baik dan buang yang jeleknya..
[Reply]
September 11th, 2008 at 6:13 am
tinggal kita pandai-pandai nyikapinya
[Reply]
September 11th, 2008 at 7:01 am
mulai dari diri sendiri, hal yang kecil dan mulai dari sekarang juga!
[Reply]
September 11th, 2008 at 9:11 am
globalisasi memang -mau tidak mau- harus mengadopt jg budaya luar. kalau tdk begitu ya bukan globalisasi namanya. Soal baik atau tidak, tergantung masyarakat sendiri mengyikapinya bgmn… duhhh serius amat sih ni comment..
kucingkeren menulis di blognya tentang Oh Sang Penggoda..
[Reply]
September 11th, 2008 at 1:39 pm
budaya kapitalisme itu bagus tauuu, jadinya yang kaya terus aja kaya, siapa sih yang mau jadi orang miskin?
[Reply]
September 11th, 2008 at 2:52 pm
solusinya apa?
thanks information
[Reply]
September 11th, 2008 at 9:59 pm
yah ambil positipnya aja, hehehe
filtrasi tetap perlu, pola pikir yang terbuka dan menjunjung tinggi humanisme adalah beberapa poin yang bisa dianut.
saya juga gak respek sama yang namanya kapitalisme, apalagi embel-embel “kalau gak ikut arus .. maka akan tergilas”
yang bener kan, kalau gak ikut arus .. berarti *jelas* bukan ta*k hanyut
nich menulis di blognya tentang Ketika dan Hujan
[Reply]
September 12th, 2008 at 12:07 am
satirisme logo cocacola-nya saya suka banget. sangat kiri…
gus menulis di blognya tentang Review Blog This Week: Jovie Blogspot - Sebuah Kecerdasan Si Pembelajar Cepat
[Reply]
September 12th, 2008 at 7:26 am
mau gak mau yang namanya makhluk globalisasi mesti kita telan. tetapi meminimalkan kejelekan globalisasi itu yang harus kita pikirkan
ampe keringetan mau nulis ginian
fetro menulis di blognya tentang KatroK
[Reply]
September 12th, 2008 at 3:33 pm
susah bow ngelawan kapitalism..
lambat laun sesama kapitalism akan bersaing dan akan terbunuh oleh kelompok kapitalism itu sendiri..
kita masih masuk dalam kelompok kapitalism yang pengertian, misalnya kita bekerja masih ada keringanan cuti haid ato dapat tunjangan baahkan bonuS…..
btw jawaban komen mu @my blog : kepengen apa siy?
kalomao gabung bantu monggo silahkan ..
omith menulis di blognya tentang Gerakan 1o0o buKu : mendekati pencapaian SEWON !
[Reply]
September 12th, 2008 at 7:03 pm
wah, si empunya blog ternyata sedang online ya?
capitalism itu apaan sih? masih sodaraan ama cocacola ya?
ekads menulis di blognya tentang 23.05 to 02.40
[Reply]
September 13th, 2008 at 2:58 am
prihatin lihat indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya diriku pada sempitnya,betapa tidak
indonesia menghalalkan segala cara agar keinginan terlaksana agar uang didapatkan (borak, daging sampah, pemutih)
dunia ini global warming dan terus berlanjut, coba lihat film truth inconvenience menggugah mental dan pikiran kita harusnya, stop global warming cintai linkungan,
diriku yang tidak habis-habisnya dengan dosa,
salam kenal semuanya
byme dengan logo alien gundul di http://websitegue.co.cc/2008/09/blog-walking-in-the-mission.html
byme menulis di blognya tentang Doa yang Salah Jurusan
[Reply]
September 13th, 2008 at 5:17 am
Hmmm….

Globalisasi ya . . .
Poetra Indonesia menulis di blognya tentang Silaturrahmi
[Reply]
September 13th, 2008 at 8:20 am
Nama makanan apa tuw?? (’-')
[Reply]
September 13th, 2008 at 6:02 pm
Wow! blognya lucuu…
miTadRiani menulis di blognya tentang TIPS BERPUASA ALA MITA [plus FREE DOWNLOAD SONG]
[Reply]
September 16th, 2008 at 4:03 am
9lobalisasi dlm hal apa dulu neeh?
y9 terpentin9 adalah kenali diri sendiri dan persiapkan untuk ituh?taulah mana yg harus dan tak harus,ituh sajah..
[Reply]
September 22nd, 2008 at 8:18 am
kapitalisme.. bener tuh.. kita udah kalah jauh….hehehe nyambung gak??]
[Reply]
September 23rd, 2008 at 4:26 am
efek kemajuan zaman? toh ngga bisa ditolak kedatangannya
[Reply]
October 17th, 2008 at 8:40 am
guru uchan, bagus itu logo coca colanya hehehe minta ?
[Reply]
November 17th, 2008 at 2:33 pm
kalo itu yang di tawarkan waduh pikir pikir dulu deh hahaha saya mending tinggal di kampung yang masih kental gotong royongnya
[Reply]