November 30th, 2008 utchanovsky

What is their intention? 35 million budgeted money for a laptop? Specifications for the laptop is used for what? Image n movie editing? 3D modeling and rendering? I think they only use laptop for typing, browsing, and read some email. Maybe a little multimedia aplication (such Winamp or Windows Media Player). What the kamsud para juragaaaaannnn di atas sana !!!!!????!!! Pake EEPC yang 4 jutaan juga jadi kalo buat juragan mah. Lagian ringkes dan kecil pula, gak ribet kalo dibawa2 kerja.
Sial, kekejaman apalagi yang bakal terjadi ke depan di 2009
Ngomong2 soal gambarnya, copas dari detik. Sengaja pake gambar, soalnya situsnya pake proteksi copy text klik kanan
. Sekalian biar gak kedeteksi duplicat content sama Google
.
Baca lebih lanjut di sini
http://www.detiknews.com/read/2008/11/29/121216/1045107/10/laptop-rp-35-juta-berpotensi-mark-up
Posted in Hitam Putih | 21 Comments »
November 26th, 2008 utchanovsky
Bagi para WordPresser’s ( blogger yang menggunakan engine WordPress
), dengung rilis versi 2.7 telah lama didengar sejak lama. Versi Betanya bahkan sudah bisa dicicip oleh para penggunanya (sampe rilis dua tiga kali untuk versi beta malah). Panel adminnya itu lho, yang bikin user betah berlama2 ngeblog. Ciamik, cucok bana…
Read the rest of this entry »
Posted in IT Anak Rumahan | 19 Comments »
November 24th, 2008 utchanovsky
GREENPEACE

Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata itu? Aktivis lingkungan? Pekerja sosial yang hebat? Organisasi massa berskala internasional yang sangat concern dengan lingkungan?
Wo wo wo, hold on
Saya agak2 heran. Sepertinya kalo di Indonesia, Greenpeace jadi lifestyle dan trend yak?? Soalnya ni lagi hangat2nya diperbincangkan.
Concern healty life sih emang harus, cuma Indonesia kan gak separah kerusakan lingkungannya kayak di Eropa sono (dan jelas-jelas mereka emang penyumbang kerusakan terbesar lingkungan dunia). Wajar lha kalo mereka feeling guilty dan lantas buat organisasi internasional Greenpeace itu. Kayak soal atheis di barat yang jadi kelaziman, background mereka kan jelas doktrin kaum agamawan gereja klasik dulu yang emang cukup dominan. Lha kalo di indonesia, orang yang jadi atheis aneh kan (walaupun banyak)??
(ini gak ada hubnya sama sekali dengan SARA dan saya memang tidak bermaksud begitu)
Soal GreenPeace ini… kayak ada yang sengaja ekspos biar berhembus ke Indonesia (masih belum nemu motif terselubungnya).
Peduli sih peduli, tapi benarkah kita peduli lingkungan? apakah kita masih makan+minum+pake kosmetik di tempat franchise2 eropa penyumbang kerusakan alam terbesar hasil teknologi industri mereka? beli produk2 sehat yang “tidak sehat” punya mereka? Masih rajin karaokean buang2 duit gak karuan, easy come easy go?
Mudah2an gak sekedar ikut yang ikut2an. Berhenti minum kopi n makan di tempat2 franchise mahal dan kasih sisa duit gajinya buat orang2 di pedalaman Jawa + papua + sulawesi + sumatera + kalimantan yang kelaparan, panti2 sosial, orang-orang jompo, daerah bencana, korban banjir akibat bajingannya pengusaha properti, gedung sekolah rusak, orang-orang yang dipaksa hidup dengan kualitas barang yang nggak pantas …. (kalo diterusin bisa bakalan sampe panjang bangat ke bawah).
Saya rasa ini yang lebih penting dari sekedar organisasi GreenPeace.
PS: Maaf tulisan saya yang terlalu simple, tapi justru itu semuanya jadi tampak jelas. Source gambar banjir diambil dari sini
Posted in Serius (Terlalu!) | 22 Comments »
November 19th, 2008 utchanovsky
Setiap hari
by Uchan
Mungkin sarang laba-laba yang menghiasi dinding ini adalah bentuk konkret jawaban akan sepi-sepi yang selama ini memadati relung hati
Ribuan sumpah serapah biarlah terburai mengutuk kotornya dinding ini, karena kau tak tahu mekanisme mengapa terciptanya musti di pojokan
-Seperti zamrud yang ada di matamu, mutiara di mulutmu, dan rona perak di wajahmu- dan setiap hari harus kuresapi diam-diam mau tak mau bagian mu yang maha
Maka biarlah! Ini ruangku, semestaku di mana aku hidup di dalamnya
12 sep 2008
Every Day
by google translator, edited by uchan 
Perhaps the spider’s nest that decorate this walls is a concrete form of answers about the emptiness, which stodge that during this niche heart
Thousands of curse let it go out condemn this dirty wall, because you do not know why the creation of mechanisms in a corner
-As the emerald in your eyes, pearl in your mouth, and moon color light in your face-, and each day I have to absorb it quietly, your very best part…
So let it be! This is my sanctuary, a place where I live in
Posted in Puisi | 24 Comments »
November 13th, 2008 utchanovsky
Bukan lagu cinta melulu, tapi ada satu lagi lagu yang racunnya kena banget. Apalagi kalo lagu ini disimak pas malam hari yang hening, efeknya bisa sangat mengerikan. Tidak dianjurkan buat mereka yang lagi mengalami fase-fase gak kuat iman. Bisa-bisa minum baygon dengan senang hati.
Heran juga saya, orang2 edan mana yang bisa buat lagu yang bisa nyuruh kita minum baygon secara sukarela. (Hehehe, didramatisir). Bukan karena benci hidup atau despert, tapi menerima suram sebagai sebuah kebahagiaan. Lebih dari sekedar mati rasa, tapi ngebalikin persepsi dari default setting.
Balik lagi ke omongannya Althusser. Default are construction, so anything can be default. You can always construct your own default setting as long as you have power and money. I’ll give an example which you can see on this question: “Are my dark face skin (sawo mateng) looks dirty to you? What if I say that your white face looks like my butt color skin (because both of them were same white and same protected from UV light)?”
Pyuhhh, out of control. I don’t intend to be rude. Maaf. Sepertinya saya kehabisan ruang buat berteriak dan sebagian bocor di sini. Berikut liriknya. Efeknya gak bakal terasa kalo ga sambil dengerin malem2, dan musti sendirian.
Efek Rumah Kaca - Melankolia
Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah
Puisi yang romantik
Menetes dari bibir
Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah
Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati
Click here to listen Efek Rumah Kaca’s musics in live streaming
Jangan lupa sempetin dengerin Di Udara yang didedikasikan buat almarhum Munir. Officialy writed on their blog. Enough for the D’Massive, The Plagiator, from now on, cape gw.
PS:
Mau maki2 dan berbicara kasar aja musti pake kedok review lagu segala. Maaf atas postingan gak guna ini.
Posted in Did I Have a Story? | 40 Comments »