Paradoks, terkadang hampir gak kerasa

Monday 24 November 2008

GREENPEACE

Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata itu? Aktivis lingkungan? Pekerja sosial yang hebat? Organisasi massa berskala internasional yang sangat concern dengan lingkungan?

Wo wo wo, hold on

Saya agak2 heran. Sepertinya kalo di Indonesia, Greenpeace jadi lifestyle dan trend yak?? Soalnya ni lagi hangat2nya diperbincangkan.

Concern healty life sih emang harus, cuma Indonesia kan gak separah kerusakan lingkungannya kayak di Eropa sono (dan jelas-jelas mereka emang penyumbang kerusakan terbesar lingkungan dunia). Wajar lha kalo mereka feeling guilty dan lantas buat organisasi internasional Greenpeace itu. Kayak soal atheis di barat yang jadi kelaziman, background mereka kan jelas doktrin kaum agamawan gereja klasik dulu yang emang cukup dominan. Lha kalo di indonesia, orang yang jadi atheis aneh kan (walaupun banyak)??

(ini gak ada hubnya sama sekali dengan SARA dan saya memang tidak bermaksud begitu)

Soal GreenPeace ini… kayak ada yang sengaja ekspos biar berhembus ke Indonesia (masih belum nemu motif terselubungnya).

Peduli sih peduli, tapi benarkah kita peduli lingkungan? apakah kita masih makan+minum+pake kosmetik di tempat franchise2 eropa penyumbang kerusakan alam terbesar hasil teknologi industri mereka? beli produk2 sehat yang “tidak sehat” punya mereka? Masih rajin karaokean buang2 duit gak karuan, easy come easy go?

Mudah2an gak sekedar ikut yang ikut2an. Berhenti minum kopi n makan di tempat2 franchise mahal dan kasih sisa duit gajinya buat orang2 di pedalaman Jawa + papua + sulawesi + sumatera + kalimantan yang kelaparan, panti2 sosial, orang-orang jompo, daerah bencana, korban banjir akibat bajingannya pengusaha properti, gedung sekolah rusak, orang-orang yang dipaksa hidup dengan kualitas barang yang nggak pantas …. (kalo diterusin bisa bakalan sampe panjang bangat ke bawah).

Saya rasa ini yang lebih penting dari sekedar organisasi GreenPeace.

PS: Maaf tulisan saya yang terlalu simple, tapi justru itu semuanya jadi tampak jelas. Source gambar banjir diambil dari sini

Share this post

SocialTwist Tell-a-Friend

You might also enjoying this post.

44 Responses to “Paradoks, terkadang hampir gak kerasa”

  1. Dasar nyebelin lu Chan!!!

  2. mungkin karena kegoblokan kita kali!
    mau-maunya menerima doktrin mereka

  3. Bangpay says:

    Hmm.. Sayangnya hidup itu ndak murni hitam vs putih, mas.. Bahkan warna merah saja banyak macamnya (silakan bahas RGB sama om *oy! Hahaha)

    Mari benahi diri (kita)..

  4. LieZMaya says:

    whihihi pedes bener
    cuman ikutan trend masa kini aja kali, perhijauan tapi naro sampah aja masih sembarangan

  5. pranajayas says:

    cuma 3 kata peace for green

  6. emfajar says:

    klo gitu mendingan blogwalking aja dech :mrgreen:

  7. endar says:

    saya pribadi sih setuju pelestarian alam, hanya kadang dongkol sama negara-negara barat mereka sudah merusak alam sekarang meminta negara berkembang menjaga alam.
    emailpun kadang ada pesen kayak gini Please don’t print this e-mail unless you really need to. emang saya nggak pernah ngeprint bukan karena sadar lingkungan tapi karena sayang kertasnya…

    waduh kemarin juventus kalah…. selamat untuk internisti

    endar menulis di blognya tentang Mengumpulkan PR

    • Setuju bro. Soal Inter tadi, hehe jadi ga enak :o

    • Marisa says:

      Setuju. Memang terkadang orang kita berpikir terlalu abstrak — atau terlalu malas? Terlalu materialistis?
      Yang penting terlihat idealis tapi tidak ada aksi nyata. Padahal aksi nyata itu diperlukan di halaman belakang kita sendiri.

      Aksi nyata juga bukan berarti berharap diri kita sendiri bisa jadi Superman yang sekejab bisa menyelamatkan dunia. Kita bisa berpartisipasi dengan cara, bakat dan minat masing-masing.

      Barat itupun ada blok-bloknya, jangan dipukul rata sama semua. Aktivis disana juga dijegal kaum kapitalisnya. Pemerintah disana juga diprotes keras oleh rakyatnya sendiri. Organisasi internasional seperti Greenpeace bertujuan baik, supaya orang kita itu waspada. Jangan ketepu.

      Daripada menyalahkan orang lain, introspeksi diri dulu.
      Rakyat negeri kita sendiri bagaimana? Birokrasinya bagaimana? Lebih baik berpikir positif dan belajar untuk saling bekerja sama di skala global. Daripada ngedumel di pojok tapi hanya buang-buang nafas.

      Apaklah Greenpeace itu tren? Disini? Ah, belum. Kalaupun iya, itu sesuatu yang perlu kita syukuri. Atau apakah lebih baik jadi bandar narkoba, daripada jadi aktivis Greenpeace?

      • Sebenernya ni postingan buat nyindir yang ngikut2 GreenPeace, tapi esensi sebenernya dari go green itu sendiri apa and gak ngerti.

        Agak2 fundamental yak, cuma pengen Keep It Simple aja kok, buat keliatan hitam-putihnya dulu biar jelas.

        Abis itu baru kita bisa ngelangkah jauh lagi, tapi tetep di patern awalnya. Ngomong lagi soal blok2 lain, dsb :p

  8. Paradoks…
    Seperti halnya green peace menjadi alat bagi negara maju untuk menekan negara berkembang…
    Mereka yang berbuat kesalahan kita yang menanggung…

  9. angus says:

    yaolo,.. :hammer:

    secara ga punya duwit untuk ke resto,.. kembali ke warung nasi pecel sebelah kosan,.. :( :(:(

  10. wi3nd says:

    awalnya klu den9er greenpeace yan9 ada diotak ya pecinta lin9kun9an..

    terlepas dari apapun bawaannya saluut ban9ed neeh ma mreka2,hebatlah pokoknya..
    tapi..

    kok 9ituh yaa..? mmm..sekaran9s eeh lebih ke diri sendiri ajah,klu mau bersih ya bersih diri sendiri,peduli ma diri sendiri ju9a lin9kun9an,do somethin9 small lah,kaya nda buan9 sampah sembaran9an,nda pake sterofoam dsb,,ituh ajah..

  11. nina says:

    jd mereka yg makan nangkanya kita yg kena getahnya..
    untuk menjaga lingkungan memang perlu kesadaran dr diri sendiri,
    bumi dipijak harus disayangi, bukan begitu..?

  12. gus says:

    menginspirasi banget. para pengambil kebijakan negeri ini membaca tulisan ini….

  13. weks, dalam, chan!
    tapi tak semua orang yang merasa berjiwa greenpeace berangkat dari rasa ingin mengkompensasi dosa sendiri, kan?
    kalau ingin berniat baik, kupikir gak musti karena di negara kita kerusakan lingkungan lebih banyak atau sedikit. membandingkan bukan tindakan bijak, dan gak akan membuat bumi kita ujug-ujug jadi lebih hijau, toh?

    setidaknya, lakukan sesuatu! dan sebaliknya, taking action juga tak musti harus dengan menjadi anggota organisasi tertentu.

    • saya kurang bagus dalam menyampaikan sesuatu sampai jadi irisan yang sangat tipis, maksudnya sih cuma buat kontraalasan orang fans bgt sama greenpeace ntu.

      emang ga berbakat kayaknya :oops:

  14. Deny says:

    wah padahal ku pikir greenpeace itu organisasi baik2..
    tp ga tau lagi sih :???:
    mnurutku lebih baik tumbuhkan greenpeace di diri kita masing2
    dgn bgitu, kita juga ikut andil dlam menghijaukn bumi
    tanam tanaman sebanyak”nya di depan rumah *biar adem :siul:
    hhehe
    oh ya ntar juga ta taruh di blogrollku deh :mrgreen:

  15. ipung says:

    orang indonesia yang berbisnis atau berdagang juga harus kenal profesionalitas terlebih dahulu.. jadi kita nyaman pake produk mereka ;)

    Tapi overall saya setuju dengan ajakan mas Uchan, terutama dalam memerangi konsumerisme yang mulai mewabah di masyarakat ;)

  16. wennyaulia says:

    ada apakah dengan grinpis?
    ada apa? apa ada? :???:

  17. ben says:

    http://utchanovsky.com/wp-content/plugins/kaskus-smiley/amazed.gif .. di Indonesia jg banyak LSM yg bergerak sbg pejuang lingkungan hidup, tp benarkah memperjuangkannya? atau hny lahan cari biaya hidup. Terkadang mereka malah cari2 ksalahan instansi pmerintah yg tugasnya brhubungan dng hutan dan lngkungan hidup, kmudian minta amplop!!http://utchanovsky.com/wp-content/plugins/kaskus-smiley/12.gif

  18. Rita says:

    Mungkin pemikirannya bahwa mumpung Indo belum terjadi kerusakan parah sehingga mereka ikut aktif/ berusaha mencegah agar indo tetap terjaga, tidak terjadi seperti yang telah berlangsung di Eropa sana…….:???:

  19. ririn says:

    Naa.. udah didoktrin aja masih banyak yang ga peduli,hehe
    iya,Greenpeace menjamur..
    bagus sih.. mulai pada sadar.. mendadak orang2 heboh ngejual barang2 non plastik.
    Tapi kalo mo nyelamatin lingkungan sebenernya ga usah heboh gitu juga bisa kan,hehe

  20. wier... says:

    *serious mode=ON*

    Apapun bentuknya, kalau fundamental idea nya Concern sama healty life, mau ga mau ya harus didukung. dan ga perlu untuk ikut-ikut nunggu sampai parah dulu baru bertindak.

    jangan karena mereka ini, atau mereka itu, lantas kita ga mau ikut concern sama bumi ini…”bumi bukan warisan untuk kita tapi titipan buat anak cucu…”

    yang penting 3M aja ah, Mulai…, Mulai…, dan Mulai…

  21. grinpis says:

    greenpeace???:???:

    hmmm iya tuh keknya agak2 ga bener dah.
    Masa tiap bulan duit yang di rekening diambilin gitu aja sih?? :mad:

Leave a Reply