Yang Sakit Si A, yang Diobatin Si B

Posted on Wednesday 3 December 2008 | By

Maraknya iklan mengenai penyakit AIDS/HIV belakangan ini seolah merefleksikan sesuatu. Yup, wabah AIDS telah menyebar secara luas di Indonesia. Tiap orang kebakaran jenggot, pemerintah, masyarakat, LSM, dan berbagai lembaga lainnya. Sebagian besar penderita adalah anak muda (analoginya ni wilayah tahap manusia yang masih2 “meraba2″ soal SEX).

Dari tiap iklan yang muncul di TV, pesan iklan selalu menganjurkan untuk tidak mengucilkan para penderita AIDS (ODHA). Terlihat bagaimana mantan pemakai narkoba yang menggunakan obat penahan perkembangan penyakit AIDS membuatnya kembali dapat beraktivitas seperti biasa, sehingga ia dapat kembali diterima oleh masyarakat umum. Kemudian, iklan seorang karyawan yang ingin mengundurkan diri karena terkena HIV, namun beruntung sang bos sangat pengertian dan memberikannya semangat agar tetap terus bekerja (haha, yg ini aga2 mustahil :D ), dan berbagai anjuran penggunaan kondom ketika nge-SEKS.

Dari sini, berasa ada sesuatu yang mengganjal nggak? Begini…

pesan-pesan dalam iklan selalu mengatakan bahwa AIDS itu sudah biasa, karena itu pintar2 lah kita menyikapinya. Sangat jelas iklan tersebut berkiblat ke negara2 barat yang memang iklimnya seperti itu. Bukannya munafik, seks bebas di Indonesia memang makin menjamur, tapi itu belum separah bagaimana budaya seks bebas di negara-negara maju. Begitu juga dengan persoalan narkoba, negara kita belum secanggih negara2 maju dalam mengeksploitasi narkoba. Ini terlihat dari penggunaan narkoba jenis putau yang notabene masih level keraknya heroin.

Pangkal persoalan AIDS itu sendiri adalah moral. Dan yang selama ini kita obati adalah perasaan kita agar terus memaklumi AIDS, seperti anjuran untuk menerima dan tidak mengucilkan para ODHA dan anjuran penggunaan kondom ketika nge-seks. Kita tidak pernah mengobati “penyakit AIDS” yang sesungguhnya, yaitu budaya rusak barat seks bebas dan narkoba.

Nah budaya rusak ini yang disosialisasiin terus di TV2 tanpa henti, sampai jadi tatanan nilai baru. Diekspos habis2an di sinetron2, film2 bioskop, iklan2, infotaiment, sampai orang ngerasa lumrah (liat hegemoni soal konstruksi nilai lumrah buatan ini) dan muncul anggapan kalau gak ngikut (rusak) berarti gak gaul. Mulai dari yang kecil2, nongkrong di mall pake rok mini se paha, tanktop-an doang pas keluar rumah, sampe yang level gede pacaran gak afdol kalo gak ML (hahaha ternyata gw tukang ngejudge dan dogmatis, bener2 nyebelin).

Gak usah muna?

Kalau begitu tolong bilang juga ke pemerintah (gak usah muna) kalau kita ini negara agama, dan segala bentuk perzinahan dan mabok2an (narkoba) tidak direstui di agama manapun. Kalo merasa seks bebas di zaman sekarang sudah lumrah, silakan revisi Pancasila ayat 1 dan mari kita sekuler bareng2 tanpa jaim :p

Btw, masing2 gambar copas dari sini

http://www.magnuslator.com/weblog/hivaids-precursive-measures/

http://blog.udn.com/penguinyilin/1713228

Advertisement

Share this post

SocialTwist Tell-a-Friend

You might also enjoying this post.

46 Responses to “Yang Sakit Si A, yang Diobatin Si B”

  1. ipung says:

    Sekarang orang suka ga jelas sih maunya apa… kadang bingung juga kalau lihat cara mereka memandang agama.. :(

    ipung menulis di blognya tentang Investasi Traffic Blog dengan Keyword Bugil, Telanjang dan Porno

  2. Deny says:

    pokoknya kita tahu dan mengerti.. kita sudah mengingatkn, terserah mereka mengikuti apa tidak..

  3. Wempi says:

    yang dibutuhkan itu kain sarung bukan kondom :doctor:

    Wempi menulis di blognya tentang Makan Di Luar

  4. aRuL says:

    iyap benar banget…
    sekarang kampanyenya adalah memeintahkan pemerintah untuk menutup tempat prostitusi….!!!

  5. ressay says:

    Mengobati penderita merupakan langkah yang bersifat temporer.

    Tetapi melenyapkan sumber penyakit, itu yang bersifat permanen dan harus segera dilakukan oleh pemerintah.

    ressay menulis di blognya tentang Berita Kehilangan

  6. HeLL-dA says:

    Memang saya pun tdk setuju dg penggembar-gemboran penggunaan kondom. Dilema antara seks aman dan seks bebas.
    Akan tetapi, mau gimana lagi, salah satu pencegahannya memang seperti itu. Ya, hitung2 hati-hati.

    Namun, itu salah satu cara lho. Saya setuju dg kamu bahwa cara yg lebih baik adalah mengembalikan kepada tatanan yg lebih baik. Ya, contohnya adalah iklan2 itu, maunya iklannya tdk seperti itu ya ceritanya. Hihihihi :peace:

    HeLL-dA menulis di blognya tentang Bohong, Contek, Curi!

  7. wi3nd says:

    ikLan men99unakan kondom saat berhubun9an secara tidak lan9sun9 memboleHkan sex bebas,asal pake k0ndOm,maKana makin jadi sajah..

    ituh sebabna saiyah palin9 tidak setuju d9 iklan kond0m ituh,klu mau melaran9 ya yan9 jelas nda boLe ya nda bole jan9an nda bole tapi pake k0ndom bole..*weird*

    bebas yan9 salah kaprah,asaL 9auL tapi dasaRna kuran9 kuaT…
    :siul:

  8. si Dion says:

    “Kita tidak pernah mengobati “penyakit AIDS” yang sesungguhnya, yaitu budaya rusak barat seks bebas dan narkoba.”
    setujuh bos! :mrgreen:
    harusnya pemerintah ngasih contoh penderita HIV yg mengerikan, biar orang2 pada takut, minimal pada seks bebas :babi:

    si Dion menulis di blognya tentang Menularkan Virus Bloging!

  9. Eljaholic says:

    Mo komen aja masih disuruh itung2an ni heheh..

    Sudahkah kalian semua cek darah.. ga ketauan lho kalo ga dicek :p

    Eljaholic menulis di blognya tentang Hasil Blogging Selama Sebulan

  10. thevemo says:

    sekarang tergantung kita bagaimana kita memandang nya

  11. genthokelir says:

    yah kembali pada kendali moralitas kita memang mas
    karena soal ini memang prifasi sekali namun memang tak ada salahnya bila kita saling mengingatkan selebihnya terserah mereka ya kang
    salam kangen dan salam hormat
    maaf baru kunjung soalnya baru balik hahaha

    genthokelir menulis di blognya tentang Memimpin Bukan Menguasai

  12. harianku says:

    gimana indonesia mau terbebas dari HIV AIDS, lah wong rata” penjaja seks melakukan hal tersebut demi memenuhi kebutuhan ekonomi,jadi gimana dunk

  13. Balisugar says:

    Wah smile nya lucu-lucu….

    hm.. gimana yah jaman sekarang gini anak kecil pun sudah bisa hamil huh

  14. Gus Yehia says:

    Say No to FREE SEX ..!

  15. TENGKUPUTEH says:

    Itulah dunia…
    Semakin hari semakin mendekati kiamat…

  16. brain teaser says:

    namanya jg lifestly masa kini bro, bener kata lo gara2 media2 yg seakan melegalkan sex bebas dan menjadi trendi, yg ga ikutan ya katro, yg udah pernah melakukan ML sana sini justru yg merasa bangga! yg perlu diperbaiki yaitu pandangan masyarakat terutama anak muda mengenai sex, yg harus di ditanamkan pikiran mereka yaitu rasa MALU dan KOTOR krn melakukan sex pra nikah dan melanggar Agama!

    brain teaser menulis di blognya tentang Misteri kemacetan lalu lintas di pecahkan oleh para ahli matematika.

  17. uwiuw says:

    makanya sy setuju kalau iklan kayak gitu bisa dikategorikan mengajak orang bersetubuh secara aman. Apapaun alasan dibalik iklan itu tetap saja nilai nilai agama dan budaya kita dirusak secara sistematis.

    Sejak mampu melihat itu, lingkaran niatan mulia para LSM Aids lebih mirip sekumpulan orang yg nyari objekan. Bukankah duit iklan itu kalau bukan dari pemerintah maka dari dana asing, kan? lsm gitu kan cuma bisa minta minta kayak pengemis.

    Mereka kan ngak bisa ngasilin duit sendiri. Paling juga kalau mau ngumpulin duit dari jualan kondom hehehehe setidaknya sy percaya mereka punya banyak stok. Buktinya bisa bagi bagi gratis

    heheheh komentar yg sadis yah ?:cool:

    uwiuw menulis di blognya tentang Friendster Temporary Maintenance Suck!

  18. orangndut says:

    Memang bener2 complicated. Kalo dipikir2 bener juga ya, kayaknya iklan2 AIDS selama ini kok secara gak langsung “melumrahkan” AIDS, padahal itu masalah yang gak lumrah lho…

    orangndut menulis di blognya tentang Kopdar Pertama Klub Blogger STAN

  19. uncle bob says:

    Sex itu apa sih :oops:

    uncle bob menulis di blognya tentang Update WordPress 2.6.5

  20. marshmallow says:

    setuju soal “obat” yang gak tepat sasaran, chan.
    tapi jangan lupa, gak semua penderita HIV/AIDS adalah orang yang “berdosa” memperoleh virusnya dari cara-cara infeksi yang lazim itu. bisa jadi sang penderita adalah anak dari orang tua yang merupakan pengidap HIV(+), atau orang yang secara tidak sengaja terjangkit virusnya karena insiden.

    singkatnya, pesan dan iklan itu mengharapkan kita untuk tidak prejudice terhadap para penderitanya. itu menurutku.

    marshmallow menulis di blognya tentang Gold Coast Day4: Sea World, Our World!

  21. nyurian says:

    bos sangat pengertian dan memberikannya semangat agar tetap terus bekerja (haha, yg ini aga2…

    bokis banged lah.
    YANG ADA MAH DI PECAT!!!

  22. Sikurochan says:

    Apa sih Teori Hegemony itu mas utchanovsky??? Masih Bingung

    Sikurochan menulis di blognya tentang Cara membuat recent Post Di Blog " Full Source"

  23. jr says:

    Tul tuh. W paling ga setuju yang anjuran pake kondom, kaya ngerestuin seks bebas gitu.

Leave a Reply