Vicious circle of Hell
- Bakso adalah boraks, daging sapi gelonggongan, daging busuk bekas hotel yang diolah.
- Mie ayam dan martabak telor adalah daging busuk bekas hotel olahan, daging gelonggongan, daging bangkai, pewarna mi tekstil.
- Minyak sayur curah adalah campuran oli oplosan
- Mi kuning, kerupuk, tahu, sosis adalah pewarna tekstil
- Daging adalah daging gelonggongan, daging bangkai
- Kantung teh adalah pemutih tekstil
- Es batu adalah air kali (sungai) yg kandungan bakteri ecolinya banyak.
Jadi, kalau kita makan ketoprak, berarti kita makan campuran oli buat goreng tahu dan kerupuk yang dikasih pewarna tekstil. Kalau kita makan pangsit berarti kita makan pewarna tekstil untuk daging olahan bekas hotel, kerupuk pangsit dan mie, serta campuran oli. Kalau kita minum es teh celup, berarti kita minum bahan pemutih tekstil di kantung teh, dan minum air kali berbakteri.
Parah yah ![]()
Yang lebih parah, hancurnya sistem ekonomi kerakyatan yang menjadi sumber murni pendapatan masyarakat dari rakyat untuk rakyat tanpa mengandalkan subsidi dari manapun, termasuk dari pemerintah. Satu-satunya sistem ekonomi yang kebal krisis dan bisa menjadi akar kekuatan ekonomi dari dalam.
Penyebabnya, kebodohan rakyat kecil sendiri yang merusak sistem pendapatan mereka sendiri? Nggak juga. Ini bukan sekedar soal mental.
Bagaimana dengan kisah teman ibu saya yang usaha nasi padangnya gulung tikar lantaran kalah saing dengan warung padang di sebelah rumahnya. Ia terheran-heran dengan warung saingannya yang bisa menjual rendang dengan harga yang sangat murah, padahal ia tahu itu tidak mungkin lantaran harga daging sapi di pasar sangat mahal. Menggunakan bahan sehat berarti kebangkrutan.
Lingkungan sekitar juga menjadi penyebab utama mengalirnya barang-barang oplosan kelas dua itu. Kesemuanya berasal dari bentukan birokrasi pemerintahan yang korup entah dari zaman kapan. Biaya hidup yang tinggi. Pajak mahal yang gak jelas masuk ke mana. Investasi golongan tertentu. Ketidakmerataan pembangunan. Hukum dibeli. Zaman jadi semakin berat, hidup jadi semakin susah. Makin gak sadar kita dieksploitasi secara gak jelas, dsb.
Semuanya berujung pada lingkaran setan yang akhirnya membentuk kultur masyarakat neraka Indonesia
(damn, I love this country… very… but those grafter decay screw up everything)

No Need To Proud
Protected: Mendjijikkan dan Tiada Berboedi Loehoer (2)
Cari Duit
wah jadi ngeri…
kembali ke pohon saja… makan buah-buahan yang ada kulitnya..
abdee menulis di blognya tentang Balada Coklat …eh Coklit
Kayaknya kulit buah2an, seperti apel, juga mengandung WAX (lilin) untuk membuatnya tetap awet Pak
sumpah parah, padahal aku senang makan bakso dan mie. kalo mihun apa juga bahaya can?
antown menulis di blognya tentang Tips Cara Cepat Menggambar Teka-Teki Silang (TTS)
Kalo pake batu es kayaknya sih iya ton. Masalahnya batu es itu ditujukan buat ngedinginin ikan atau sayur, bukan buat dikonsumsi langsung
Kayanya itu di kota gede macam jkt aja ya, di mana semuanya emang harus “efisien”
Perut kita diisi sampah
Mungkin hanya di kota gede aja kali yah…
tapi penetrasi TV ke masyarakat daerah juga cukup gede. Dan ga tertutup kemungkinan juga bangun tatanan nilai soal makanan sampah itu
Ardy Pratama menulis di blognya tentang Hosting si ‘Beruang’, murah meriah…
Gak semuanya, tapi segelintir orang yg melakukannya bikin image makanan lokal tu jadi rusak.
Btw tinggal di mana bro?
hehehe….
manusia sekarang adalah mesin recycle.. yang paling mantaps…
zeista menulis di blognya tentang Ghost Picture
Hasil recycle perut manusia bisa dijadiin pupuk kompos ing:
Dan diperjualbelikan ke para petani atau pengelolah kebun
kita bisa apa?
I guest we can start by stop consumptive life, such eat and drink in franchise place, drink coffee in expensive place, etc.
Begitulah semua hanya berlomba untuk mendapat keuntungan semata, tanpa memikirkan akibatnya bagi manusia yang lain. Sungguh ironis
joe menulis di blognya tentang Pemilu, Sebuah Pesta Demokrasi Semu
Ironis emang mas :norose:
dan kita pura2 terpesona dgn diplomasi hillary yang maksain investasi perusahaan AS makin menancapkan kukunya
gus menulis di blognya tentang Link Banner Sekolah Darurat, Bantu Kami Menyosialisasikannya
jadi makan apah duunks chan..??:???:
wi3nd menulis di blognya tentang ~saFaRi LanD~
asli! posting ini keren banget. bikin aku merinding.
makanya, daripada jajan yang nggak terjamin, mendingan masak sendiri dan makan di rumah. paling nggak proses dari bahan mentah ke bahan jadinya terpantau. kalaupun bahan mentahnya nggak bisa seratus persen terjamin mutunya, tapi kalau kita sendiri yang belanja kan bisa memilih.
pakabar,chan?
tp kok kyknya enak ya mas?
,eh g mkn daging jg slh satu cra bwt menghambat globar warming lho
Saya juga suka sekali pangsit yang dikasih pengawet dan pewarna tekstil itu bro
<– jus mangga
:hammer:
Lho, keknya aku dah komen di posting ini, gak diapproved ya Chan?
Komen lagi ah. Aku menikmati gaya tulis khasmu Chan: meneror dulu, lalu mengendor untuk sampai pada pesan yang oke. Gitu aja Chan ya.
Bahti Baihaqi menulis di blognya tentang Pemilu, PKS, PDIP-Megawati hingga SBY dan Puisi
Nggak dihapus kok pak Abah, gak ada yg masuk di halaman moderasi saya
Apa iya saya sekejam itu sama bapak
kemudian daripada itu,..
pola hidup konsumtip yang menjadikan demikian.
Coba kalo home-made food, at least, resiko terkena bahan2 kelas dua ato apalah terkurangi,….
beruntung aye idup di desa, sayur mayur melimpah dan ayam-pun ayam kampung aseli binaan kandang belakang rumah (halah binaan, kek apa gitu,..
:berbusa: )…
mari hidup didesa
:D:D
__________________
angus menulis di blognya tentang facebook, simply annoying
Asal ada internet sih gpp bro
:norose::norose: sedang bikin antena YAGI-bolic, tapi lum sempat :hammer:
_________________
sekarang kan dah ada fasilitas 3G, dengan modem hp pun bisa ngenet dari kampung bos
kebetulan BTS rada jauh
:D:D
:eek: ing:ing:
____________
angus menulis di blognya tentang blinded