Negeri 1000 Pulsar

Wednesday 1 April 2009

Dalam perjalanan 10 hari saya kemarin, saya sempat terdampar semalam di kepulauan Colombo. Situasi di sana saat itu sedang tegang sehubungan dengan adanya konflik bersenjata antara pemerintahan Sri Lanka dengan pemberontak Macan Tamil. Pemeriksaan imigrasi di Bandara sangat ketat dan lama, butuh waktu 1 jam untuk bisa keluar dari airport menuju ke penginapan terdekat.

colombo

Yang menarik dari negeri ini, stereotip nilai-nilai kecantikan belum begitu terpengaruh nilai budaya barat (putih, tinggi, langsing). Di sini, pramugarinya memakai pakaian khas India dengan pusar terbuka (tentunya lipatan gelambir lemak terlihat), kulit yg tidak putih, hidung pesek, dan orang-orang yang tidak terlalu tinggi. Budaya barat masih belum masuk sepenuhnya dalam keseharian para penduduknya.

Dari segi transportasi yg digunakan, jarang sekali terlihat motor dari pabrikan Jepang di jalanan. Para penduduk menggunakan motor pabrikan dari India, seperti Bajaj atau TVS. Benar-benar karakter penduduk yang mencintai budaya dan alamnya sendiri, dan tentu produksi bangsa rumpun mereka sendiri (mungkin karena kesamaan latar belakang Agama Hindu). Dalam keseharian mereka memakai Sari, sedangkan para lelakinya memakai sarung.

Oh iya, gambar di atas adalah Bandara International Kolombo. Dengan sedikit polesan photoshop, gambar saya yang di sebelah kiri dibuat terlihat siluetnya saja.

Share this post

SocialTwist Tell-a-Friend

You might also enjoying this post.

29 Responses to “Negeri 1000 Pulsar”

  1. topanz says:

    beh,akhirnya pulang jg..wih dah sampe kemana2 ya mas?jadi ngiri :D
    mencintai produk sndiri,n tetep stay dgn budaya stempat memang bgs mas,tp terlalu menutup diri dari luar malah membatasi diri dari kemajuan :)

  2. IHSAN says:

    wah ternyata pergi ke sana ya tau anya terdampar

    pergi ke mana sih?

    info tentang laur negeri kaya gitu MANTAP mas, dikala indonesia mulai diterjang budaya luar yang susah disaring
    dan anak negeri mulai tepana dan terpengaruh dunia luar yang belum tentu semuanya benar

    mereka masih bangga dengan pruduk dalam negeri, jadi ngiri

    IHSAN menulis di blognya tentang Jadikan Segalanya Hobi Plus Cinta

  3. sekilas pas baru masuk, kukira judulnya negeri 1000 pusar, setelah selesai baca nengokke ataslagi ternyata….he..he….

  4. wi3nd says:

    da balik chan?
    seru ya yan9 abis jalan jalan ….

  5. antown says:

    kau kesana uchan? weh senangnya….
    ketemu tuan takur gak? kamu main kuch-kuch hota hai edisi 2009 ya hehe…

    oleh2 nya gan…

    antown menulis di blognya tentang Tips Membuat Permainan Ular Tangga

  6. Bintang says:

    Coba kalau indonesia mau kayak gitu ya….
    tapi sayang kayaknya nggak mungkin. Lha wong saya sendiri nggak pakai barang dalam negeri :oops: :eek:

    Bintang menulis di blognya tentang Script Gratis untuk text editor

  7. Cipzto says:

    wew enak bisa jalan-jalan ke luar negeriing:

    Cipzto menulis di blognya tentang Dapet PR juga dari Mbah

  8. genial says:

    blogwalking here with this lovely smile :)
    have a gorgeous day :)

  9. dawiecool says:

    waks… jauh amat perjalanan nya…
    ayo cerita lagi dunk..

  10. che_3z says:

    Hemm..mungkin kita harus meniru India,dalam menjaga budaya kita sendiri dan tdk sepenuhnya terpengaruh budaya2 luar..

    che_3z menulis di blognya tentang Menjalankan Game Windows di Linux

  11. waaaa… asyiiikk!!!
    setiap perjalanan memang musti memperkaya wawasan ya, chan? dan menuliskan serta membaginya di sini jadi ikut memperkaya pengetahuanku juga. thanks, chan.

    hmm… mustinya nilai-nilai kearifan lokal musti dipertahankan. kelemahan gloablisasi ada di sini, bahwa dengan adanya kampung dunia, nilai-nilai budaya juga sifatnya jadi mengglobal, seragam! tidak ada lagi eksotisme karena semua budaya asing sudah diinternalisasi. ah!

  12. kandra says:

    kalo orang srilanka make tvs ato pulsar itu wajar sebagaimana yang uchan sebutkan mungkin mereka lebih memilih produk dalam negeri. lagian mereka telah mampu membuat motor sendiri dan penduduknya menghargai dengan banyak memakai motor hasil ide dan usaha sendiri tersebut.
    nah kalo indonesia, meskipun masyarakatnya bisa membuat barang-barang aspal tapi hingga saat ini belum ada yang ane temui motor hasil ide dan buatan anak negeri. atau udah ada yach???

  13. lebo says:

    aca aca aca:mrgreen::

    gw setuju :mrgreen:
    mang keren, tu negri, walo baru denger dari tetangga ngoceh bareng.

    tp masak nya jon

    :amazed:

  14. alfaridzy says:

    :eek: jadi udelnya pada keliatan ya? ditunggu 3gpnya gan

  15. uwiwu says:

    lah kok bisa liburan sana chan…gile ningalin indonesia sepuluh hari hhehehe ngak bilang2 ke sana euy :D

  16. Wah, insting bisnisnya susah diprediksi, tapi tajam. Bakal segera terjalin nih kerja sama perdagangan Sri Lanka-Indonesia.

    Awam Baihaqi menulis di blognya tentang Nabi, DPR, dan Politik

  17. saya sendiri belum pernah ke Srilanka. Saya baru tahu kalau penduduknya cukup mencintai budaya mereka sendiri dan tidak ikut2an arus globalisasi. Ada baiknya hal ini karena artinya mereka akan lebih mencintai produk dalam negeri sehingga ekonomi mereka akan lebih stabil.

  18. ghprod says:

    Lho OM ..

    KOk pergi g ajak”??

    jahaaaatt neh!!!!

    btw perjalanan dinas kah?

  19. Xrvel says:

    Pengen liat pusar cewek ing:

  20. Ade says:

    Katanya makin gede gelambirnya makin bagus.. hehehe artinya makin makmur kli yaa :-D

    Ade menulis di blognya tentang Komunikasi

  21. Dwides says:

    Woh jauh amat jalan2e

  22. tazmania says:

    nice picture..

    *g nymabung bent* :roll:

Leave a Reply