Tidak Timpang Sama Sekali

Monday 30 November 2009

Misalnya kita pernah dengar ada yang bilang;

  • “Harusnya layanan PPLN (Persatuan Penyedia Lilin Nasional) bisa lebih baik, wong penyedia service cuma Anda doang (monopoli). Apalagi hampir tiap tahun tarif dinaikkan.”
  • “Gaji menteri Negara Xendonezyah tergolong rendah dibanding negara-negara lain di kawasan EFGHedonis, karena itu gaji menteri memang mesti dinaikkan.”
  • “Apa-apaan sih Jasa Mangga (mangga-silakan, silakan lewat -red), wong make jalanan tinggal make, kok tiap tahun dinaikin terus tarifnya? Udah mana macet-macet juga.”

Merasa hal-hal tersebut timpang? Well, ternyata tidak. Menurut bapak ekonomi Adam Smith (capitalism verse), kepuasan manusia memang tidak terbatas. Tidak ada yg boleh melarang manusia untuk berusaha semau perut dan kelamin dia sama sekali. Jadi, apa yang menurut Anda timpang itu ternyata TIDAK TIMPANG SAMA SEKALI!!!

Dan berhubung yang mengeluarkan instruksi tersebut adalah Negara, sebagai warga negara yang baik Anda harus mengikuti aturan tersebut. Jika Anda memberontak, Anda akan dicap separatis dan dianggap berbahaya bagi negara. Mantab bukan saudara-saudara? :D

Hal-hal ini disosialisasikan terus. Ke dalam otak kita, melalui TV, koran, Internet. Diserap pelan-pelan oleh kita, sampai akhirnya pada suatu ketika kita menganggapnya lumrah. Hal-hal yang tadinya kita jijik melihatnya, sekarang seolah biasa saja. Bahkan, kita tidak bisa hidup tanpanya.

Share this post

SocialTwist Tell-a-Friend

You might also enjoying this post.

31 Responses to “Tidak Timpang Sama Sekali”

  1. uchan says:

    Mohon maaf ane mesti pertamaXXX di thread ane sendiri :cool:
    :mrgreen: <—- jus jeyuk

  2. Wempi says:

    nyindir nih, ntar saya pritakan loh… :twisted:

  3. topanz says:

    dulu pas kendaraan belum rame..penduduk g sepadat kerang..kok belum ada yang berontak?wkekekeke..tapi memang yang diatas sono yang harusnya memikirkan pemecahan masalah2 ini..wong kewajiban kita cuma bayar pajek listrik kok.. toss :mrgreen:

    • uchan says:

      Nah itu, apa tidak dipikirkan masalah2 pembengkakan penduduk? Apa mereka cuma sekedar bikin jasa doang, padahal (kasus PPLN) mereka berusaha buat hajat publik (makanya monopoli).

  4. :kagets: tapi nyatanya emang kerjaan pemerintahan kaga pernah beres, bukannya rakyatnya yang gak pernah puas koq :oops:

  5. salesnya terlalu jago jadinya antara yang jualan cari customer baru sama kapasitas produksinya gak imbang…

  6. wi3nd says:

    eman9 iya seeh kenyataannya kaya 9itu chan ..

    kepuasaan yan9 nda terbatas,manusia tuch nda pernah puas hin99a akhir hidupnya..:???:

    mu sampe kapan yaaaa…

  7. Deka says:

    Urusan Benar atau salah sangat jelas tapi urusan kepuasan, bagus, beres atau tidak nya sangat relatif tergantung paradigma individu masing-masing.

    • uchan says:

      Nah kalo pake perspektif capitalism verse, paradigma kepuasan individu ga ada yg membatasi. Pemabuk menganggp mabok masuk ke kebutuhan primer. Para blogger juga menganggap internet masuk kebutuhan primer. Mereka yg di pelosok2, makan aja syukur.

      Sistem ini gw rasa jelas2 jahanam.

      • Deka says:

        Saya kira pada perspektif itu memang kembali kepada individu masing-masing tapi acuan benar atau tidak sangat jelas. contoh yang saya ambil dari contoh yang djelaskan begini Pemabuk menganggp mabok masuk ke kebutuhan primer, it’s Ok tapi benar gak secara agama islam, tentu tidak hukumnya haram secara hukum tentu tidak benar terus soal pemabuk itu mau ikut jalan yang benar atau tidak tetap kembali ke individu masing dengan segala konsekuensi. So Sependek pengetahuan saya paradigma individu tidak selalu selaras dengan kebenaran yang ada. Just My Opinion.

      • Deka says:

        Gak juga, relatif sekali. Masyrakat yang mana dulu. Buktinya. Saya orang yang jujur yang masih memegang prinsip kebenaran (ala), hehehehe :metal:

        • uchan says:

          Bagus kalo masih ada orang2 seperti mas, sayangnya masyarakat sekarang sudah banyak yg ninggalin agama. Kasus model2 makanan daging yg ga jelas keberadaannya, yang penting murah, peduli setan dengan babi atau bangkai.

          Kira2 orang2 model kayak mas ada sebanyak apa? Saya sudah terlanjur skeptis dengan negara ini :cool:

  8. yayan says:

    bos ucan, pengin deh tema wp yang kayak blog ini, tapi yang gratisan yah kalo ada aja :oops:

  9. Yang pertama setuju banget.

    Btw salam kenal ya.

  10. alfa says:

    kinerja pemerintah masih melempem….jadi seperti nya masyarakat tanpa pemerintah kayak nya masih jalan..so…? kumaha…? pacu atuh para punggawa2 pemerintah…..jgn loyo..rakyat mu neeh menejrit

  11. IHSAN says:

    yeah untuk semnatara ini ngikut dulu dech

    klo dah jadi presiden nanti akan Q sesuaikan :peace:

    he he he tapi kapan ya? :twisted:

  12. ILHAM says:

    hahahaha….
    bisa aja guyonannya…..
    lucu-lucu…… masak PLN jadi penyedia lilin Nasional… bisa aja kamu….

  13. ian says:

    Setelah baca posting ini :mrgreen:

  14. ballwell says:

    bomb aja PLN nya!!!!

  15. must says:

    hehehehe…boleh3

Leave a Reply