Light Music Player Linux

Posted on Tuesday 2 August 2011 | By

Ini adalah postingan seri “save batery”

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai racikan distro Debian yang cuma make memory 64MB dan prosesor 1%, kini saya akan memperkenalkan lagi pemutar suara yang cukup light (enteng). Light di sini dalam artian berbasis tampilan grafis, bukan CMD, sehingga pengguna akhir bisa langsung bernavigasi dengan program melalui mouse.

DeadBeef, pemutar audio untuk desktop berbasis X11 dengan lisensi GPL(v2). Berikut ini fitur yang dimiliki oleh player ini.

  1. Format suara yang didukung mp3, ogg vorbis, flac, ape, wv, wav, m4a, mpc, tta, cd audio (dll).
  2. Mendukung penyuntingan ID3v1, ID3v2.2, ID3v2.3, ID3v2.4, APEv2, xing/info tags.
  3. Mendukung karakter non-unicode id3 tags – supports cp1251 and iso8859-1.
  4. Tidak memerlukan dependensi GNOME atau KDE.
  5. Bisa di-minimize ke tray.
  6. Icon di tray ketika di pencet scrollwheel akan mengatur volume control.
  7. Fasilitas drag and drop ke dalam playlist dari filemanagers.
  8. Global hotkeys. Bisa diset sesuka hati.
  9. Multiple playlists.
  10. Album artwork display.
  11. 18-band graphical equalizer
  12. radio and podcast support for ogg vorbis, mp3 and aac streams.
  13. Dukungan plugin; bundled with lots of plugins, such as global hotkeys and last.fm scrobbler; sdk is included.

Anda bisa mengunjungi situs resmi-nya di sini.

Berikut tampilan dari player ini.

deadbeef-music-player

Memory yang digunakan ketika menjalankan aplikasi ini tidak lebih dari 24MB, sementara Exaile bisa mencapai 34MB.

deadbeef-memory-usage

Sedikit review dari saya. Player ini dapat diminimize ke system tray tint2 panel (openbox) atau lxpanel (tergantung windows manager Anda), belum dicoba di Gnome atau KDE. Icon di system tray terintegrasi dengan scroll mouse untuk memperbesar atau memperkecil volume Deadbeef. Sangat ringan, lebih ringan dari Exaile yang berbasis Python. Jika Anda hanya membutuhkan pemutar suara saja, aplikasi ini layak jadi pilihan.

Advertisement

Share this post

SocialTwist Tell-a-Friend

You might also enjoying this post.

4 Responses to “Light Music Player Linux”

  1. gadgetboi says:

    jangan-jangan lebih ringan dari XMMS yah? wah … harus dicoba nih, walau saya sendiri sekarang lagi oldschool nih *dengerin CD di kompo*

  2. Boby says:

    Winamp ane cuma 11mb gan, pake skin classic :-p

Leave a Reply