I Have
December 13th, 2008 utchanovskyHappy people, DO NOT ENTER 
Bukan lagu cinta melulu, tapi ada satu lagi lagu yang racunnya kena banget. Apalagi kalo lagu ini disimak pas malam hari yang hening, efeknya bisa sangat mengerikan. Tidak dianjurkan buat mereka yang lagi mengalami fase-fase gak kuat iman. Bisa-bisa minum baygon dengan senang hati.
Heran juga saya, orang2 edan mana yang bisa buat lagu yang bisa nyuruh kita minum baygon secara sukarela. (Hehehe, didramatisir). Bukan karena benci hidup atau despert, tapi menerima suram sebagai sebuah kebahagiaan. Lebih dari sekedar mati rasa, tapi ngebalikin persepsi dari default setting.
Balik lagi ke omongannya Althusser. Default are construction, so anything can be default. You can always construct your own default setting as long as you have power and money. I’ll give an example which you can see on this question: “Are my dark face skin (sawo mateng) looks dirty to you? What if I say that your white face looks like my butt color skin (because both of them were same white and same protected from UV light)?”
Pyuhhh, out of control. I don’t intend to be rude. Maaf. Sepertinya saya kehabisan ruang buat berteriak dan sebagian bocor di sini. Berikut liriknya. Efeknya gak bakal terasa kalo ga sambil dengerin malem2, dan musti sendirian.
Efek Rumah Kaca - Melankolia
Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairahPuisi yang romantik
Menetes dari bibirMurung itu sungguh indah
Melambatkan butir darahNikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hatiClick here to listen Efek Rumah Kaca’s musics in live streaming
Jangan lupa sempetin dengerin Di Udara yang didedikasikan buat almarhum Munir. Officialy writed on their blog. Enough for the D’Massive, The Plagiator, from now on, cape gw.
PS:
Mau maki2 dan berbicara kasar aja musti pake kedok review lagu segala. Maaf atas postingan gak guna ini.
Simon mode : on
Semua pasti tau film Doa yang Mengancam kan? Yang diperanin Aming, Titi Kamal n friends? Yang ending ceritanya dipaksakan dan aneh gitu? Klimaks utama cerita cuma si aming yang muter-muter di padang ilalang doang? Apalagi adegan basi pas istrinya loncat dari gedung? Oh come on Hanung, it’s all what you’ve got? Terus kenyataan soal ibunya madrim yang lonte, tidak dieksplorasi dengan baik. Juga hal2 kecil semacam bodyguard di limousine-nya madrim yang berakting seperti bodyguard di sinetron-sinetron.
Apa yang saya dapat di sini ternyata hanya kenyataan bahwa orang kurus itu bisa juga berotot (jah, dikasih lihat badannya Aming doang). Eksplorasi intrik2 mistik yang disukai masyarakat Indonesia kebanyakan? Jeeeeezzzzz Hanung, what’s your intension? Untunglah saya menemukan file2 lama di home folder saya (my document), lumayan buat pengobat kekecewaan hati. Pyuuuhhh….. Menurut saya, ini adalah doa yang mengancam yang sebenarnya.
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah… Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah….
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh… Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku…
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali…
Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku….
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia denganku…
Amin
Restoring ucan mode : on
Becanda Nung
. Tapi saya beneran kecewa lho 
Yep, award bukan sekedal award. Award dalam dunia per-blogger-an adalah bentuk sosial gotong royong. Hal yang sangat jarang ditemui di kultur masyarakat modern yang sangat individu. Kultur yang hanya terdapat di masyarakat tradisional pedesaan ternyata masih bisa kita temui di tempat yang sangat modern dan canggih, yakni komputer dan internet. Award adalah sarana berbagi backlink, saling mengangkat satu sama lain, terutama bagi mereka yang memang mendewakannya
>>>>>>>>>>>>> 
Berikut ini adalah award dari blog beblogger kepada blog utchanovsky yang pemberiannya saya masih bingung berdasarkan apa (apa langsung kasih atau award yang bagaimanalah). Kalau memang se-simple itu, berarti saya bisa langsung memberikan ini kepada blogger lainnya kan? Hehehehehe.
Berikut ini adalah banner Award yang saya peroleh 


Kemudian, saya akan memberikan kembali Award (backlink) ini kepada orang-orang yang terhormat sebagai berikut (boleh make banner ini, coz saya upload ulang ke imageshack):
==============================
Btw postingan tambahan, ternyata Anwar Fuadi dan Cici Faramida
barusan (19 Oktober 2008) naik pesawat ekonomi dari Palembang ke Jakarta
. Parah banget yak, padahal artis lho. Masa beli tiket buat naik pesawat aja masih pake yg ekonomi (sama kayak saya
). Artis sekelas mereka kan seharusnya duitnya banyak. Malu dong naik pesawat ekonomi doang
. Gak deh becanda, tu penerbangan terakhir
. Sepertinya yang bersangkutan kehabisan tiket n musti ngejar waktu buat ke jakarta hari ini juga
(Barusan duduk satu deretan kursi sama Anwar Fuady. Bener2 perjalanan yg sunyi).
Ah mudah2an ada wartawan infotaiment bodoh yang kemakan keyword di postingan ini

Ah ini sebenernya postingan otomotif. Tapi berhubung otomotif di luar garapan saya, kategori otomotif belum akan dibuat di blog ini. Okeh kita lanjutin soal otomotif ini.
Suatu hari saat hendak menuju ke Depok (Jawa Barat), saya merasakan sedikit kejanggalan ketika sedang menunggangi serigala besi saya (disebut serigala karena bentuknya kepalanya menyerupai serigala -sebagaimana gambar di samping -red). Saya merasa seolah-olah kalau Pulsar saya berjalan terlalu lambat. Memang waktu itu trayek sedang menanjak ( Fly Over di depan Artha Gading), tapi ini benar-benar terlalu parah. Kondisi gas sudah mentok dan mesin sudah bergetar hebat, kecepatan cuma sampe ke titik 70km/jam ( biasa 114km/jam -dengan speedometer pulsar yg paling akurat- ).
Pas turunan fly over, kecepatan lumayan meningkat karena terbantu gaya gravitasi. Liat ke speedometer, ternyata cuma sampe 90km/jam. Paraaaahhhh. Waktu itu saya masih belum begitu yakin ada masalah, soalnya baru sekitar 5 hari yang lalu saya servis ke bengkel resminya. Sampai akhirnya pada suatu ketika, ada supra fit melesat jauh meninggalkan saya. Akhirnya saya benar-benar yakin kalau ada masalah. Perjalanan ke Depok tetap dilanjutkan meski kendaraan ada masalah, tapi dengan kecepatan seolah membawa perempuan hamil
.
Melewati condet, sebelum berbelok ke arah Lenteng Agung, akhirnya secara tidak sengaja saya menemukan plang Bajaj. Sepertinya ada dealer Bajaj Pulsar di sini, dan ternyata benar. Di sana ada bengkel resmi Pulsar, di sekitar arah sebelum belokan ke kiri ke arah Lenteng Agung (tidak melewati rel, ambil jalur bawah).
Setelah saya bawa ke dalam bengkel, saya diinterograsi oleh mekanik sana.
Montir: “Ada masalah apa Mas?”
Saya: “Ini Pak, sepertinya motor saya larinya lambat. Coba tolong dilihat2 aja dulu.”
Montir: “Kapan terakhir servis?”
Saya: “5 hari yang lalu Pak.”
Montir kemudian memeriksa sekilas, kemudian sedikit terdiam mengerenyitkan kening…
Montir: Pas servis kemarin, sekalian ganti oli gak?
Saya: Oh… nggak Pak. Tapi oli juga baru setengah bulan kok.
Montir: “Ya udah ganti olinya aja. Udah kotor kali.
Saya: “Terserah Bapak aja deh. Kalo emang itu penyebabnya, saya ngikut aja.”
Montir: “Bisa aja, kalo udah kering sama kotor, bisa buat performa motor menurun.
Bapak itu lalu mengganti oli motor saya. Saya cuma bisa terdiam memperhatikan dia bekerja ( karena memang saya tidak mengerti
). Dan saat itulah sepertinya saya menemukan masalah yang sesungguhnya. Ketika montir mengelap bagian bawah knalpot (sisa-sisa oli lama), tangan dia menyentuh bagian bawah knalpot. Waktu itu saya lihat ujung belakang knalpot saya bergerak horizontal sejauh 5 cm.

Tampaknya problem sesungguhnya telah ditemukan. Sepertinya posisi knalpot kendor. Setelah di cek di bagian pangkal, memang posisi baut knalpot hampir copot
. Untung gak ada apa-apa di jalan. Akhirnya tu mekanik mengencangkan baut knalpot. Posisi baut yang dikencangkan sebagaimana terlihat pada gambar berikut.

Setelah selesai, Sim salabim. Pyuhhh, akhirnya performa serigala saya kembali seperti semula. Penyebabnya ternyata posisi knalpot yang kendor. Ini menyebabkan kompresi mesin melemah karena angin keluar tidak dari tempat yang seharusnya. ( mungkin kalau dianalogikan bersendawa yang seharusnya lebih nyaman dikeluarkan lewat bawah
). Pelajaran yg mungkin bisa diambil, periksa selalu kendaraan Anda sebelum digunakan.