Archive for the ‘Education’

The Reduction of Learning Activity

Thursday 1 November 2012 | post a comment

Cheating in learning activity, such as plagiarism and do exact 100% copy is often happened. We cannot blame the student for doing that, but we must know the condition that makes it happen in our formal education system.

menyontek

Giving a task after learning process is an activity to know how much student absorb the material. This is what it called evaluation in learning process. In the learning process, evaluation isn’t the main point.
( More … )

The Characteristic of Online Learner

Sunday 28 October 2012 | Comment (1)

If you plan to create e-learning based on internet, you must understanding the characteristic of online learner. These characteristics must exist within learners so that they can be successful in online learning.

elearning students

Nada Dabbagh in her book, Online Learning: Concepts, Strategies, and Application explain the characteristics of online learning as mentioned below:
( More … )

Linguistik Murni dan Terapan

Monday 30 April 2012 | post a comment

Linguistik dalam berbagai kamus sering didefinisikan sebagai ilmu bahasa. Ilmu linguistik sendiri terbagi menjadi 2 cabang besar, yaitu linguistik murni dan terapan. Linguistik murni mengkaji bahasa dan seluk-beluk bahasa itu sendiri, sementara linguistik terapan mengkaji bahasa dan kaitannya dengan disiplin ilmu lain.

Untuk lebih jelas, Anda dapat melihat ilustrasi berikut (dengan syarat browser telah terinstal plugin flash):

Morfologi, sintaksis, dan fonologi merupakan cabang dari linguistik murni. Adapun Psikolinguistik, sosiolinguistik, linguistik edukasional, merupakan cabang linguistik terapan.

PR (salah kaprah evaluasi)

Tuesday 5 August 2008 | Comments (41)

Dalam Uchanopedia (ensiklopedia bebas uchan), PR dapat diartikan sebagai pekerjaan rumah. PR selain dipandang sebagai beban oleh sebagian orang, juga mempunyai esensi sebagai instrumen evaluasi dalam proses pembelajaran. Jadi, dengan PR kita dapat melihat sejauh mana ketercapaian hasil belajar seseorang.

Nah parahnya, konsep belajar sendiri tereduksi pada proses ngerjain PR ini.

Jika seseorang memberikan PR kepada si B, saya berasumsi bahwa dia ingin mengetahui sejauh mana hasil perolehan belajar si B. Jika dia melihat hasil PR-nya si B jelek, maka dia bisa mengatakan kalau B kurang berhasil dalam proses belajar. Sebaliknya jika hasilnya bagus, maka B dapat dikatakan berhasil dalam proses belajar.

Terus maksud reduksi dari konsep belajarnya apa?

( More … )