Archive for the ‘Religius’

Tidak Ada Kelas Empat

category Religius uchan Friday 12 February 2010
pesawat

Hehe, Anda terlihat gagah sekali Pak

Mohammad Ali Jinnah, seorang pejuang dan pemimpin Pakistan, kalau bepergian di negaranya selalu naik kereta-api kelas 3. Sewaktu ditanya mengapa selalu naik KA kelas 3, dengan santai beliau menjawab : Karena tidak ada kelas 4.

Kalau menurut Anda saya munafik atau apalah, saya rasa negeri ini memang butuh orang-orang munafik jika memang definisi munafik seperti itu.

Suara Anda, Untuk Hidup yang Lebih Baik

category Religius, Serius (Terlalu!) uchan Monday 28 December 2009

To control media is to control the public. Beware for what you’ve seen on TV. A brainwash project. Who’s behind those big media?

Perasaan “lebih baik” ibarat mata pisau bagi tiap orang. Jika diiringi jiwa besar, perasaan ini akan melahirkan keinginan mengayomi dan membimbing. Jika diiringi pemikiran sempit, perasaan ini akan melahirkan superioritas dan memandang rendah orang lain.

( More … )

Happy Idul Fitri 1430 Hijriah

category Religius uchan Wednesday 23 September 2009

Berhubung ada masalah sedikit soal host blog ini, postingan jadi sedikit bicara. Btw, mumpung masih di bulan Syawal, Minal Aidin wal Faizin.

idul fitri

Mohon dimaafkan segala khilaf dan kesalahan, baik dari tulisan di sini ataupun komentar yang menyakitkan ketika blogwalking.

How Are You

category Religius uchan Friday 3 April 2009

It’s already a year since you go
How are you Dad?
I miss you…

In memoriam for Dad,
03 April 2008

Tidak Ada Lagi

category Religius uchan Monday 9 March 2009

Hari ini libur. Kalau dilihat dari kalender, merahnya tanggal 9 Maret 2009 karena perayaan Maulid Nabi Muhammad, dan dalam penanggalan Hijiriahnya 12 Rabiul Awal 1430. Jadi, berterimakasihlah yang lagi mesum di villa puncak (jabar) bisa berlama-lama kita bisa me-refresh otak lebih lama lagi agar siap melalui hari2 padat dieksploitasi kapitalisme (pemilik modal) kerjaan di kantor.

Beberapa saat setelah Nabi Muhammad meninggal, sahabatnya (Abu Bakar) menanyakan kepada istri nabi (Aisyah) perihal perbuatan lain yang belum pernah ia lakukan sesuai dengan berbagai perilaku hidup Nabi Muhammad semasa hidup. Abu Bakar takut barangkali ia melewatkan sesuatu amalan. Aisyah menjawab, tidak ada lagi yang terlewat perihal itu. Dia menegaskan pula kepada Abu Bakar bahwa ia adalah orang yang paling sempurna mengikuti segala amalan Nabi Muhammad.

Abu Bakar mencoba meyakinkan kembali Aisyah mengenai hal itu. Aisyah berpikir sejenak, dan akhirnya menemukan sesuatu. Aisyah mengatakan bahwa Nabi memiliki kebiasaan menyuapi makan seorang Yahudi tua yang sudah buta di ujung gang rumahnya. Orang tua itu punya kebiasaan memaki-maki Muhammad (wajar saat itu Islam sedang menguasai Yahudi, bangsa Yahudi dianggap sampah dan dipandang hina). Tiap hari nabi memberikan bahan makanan terbaik yang diberikan kepada orang tua itu sambil dimaki-maki oleh orang tua itu.

Mendengar hal itu, Abu Bakar bergegas membuat bahan makanan dengan bahan terbaik dan segera menuju tempat orang tua itu. Sesampainya di tempat orang tua itu, ia mulai menyuapi makanan. Orang tua yg disuapi tiba-tiba berteriak marah;

OT: “Kamu siapa? Bukan orang yang biasanya menyuapiku”
AB: “Aku orang yang biasanya”
OT: “Tidak, orang yang biasanya menyuapiku dengan lemah lembut. Ia tidak menyuapi sebelum makanan di mulutku habis. Sebelum menyuapi, ia melembutkan makanannya dulu agar bisa masuk mulutku. Mana orang yang biasanya?”

Mendengar hal itu, Abu Bakar menangis. Kemudian dia mengatakan kepada orangtua itu bahwa orang yang biasa menyuapinya telah meninggal. Orangtua itu pun terdiam sesaat, kemudian dia menanyakan kepada Abu Bakar, siapa orang yang biasa memberinya makan. Abu Bakar menjawab bahwa orang yang biasa menyuapinya adalah Muhammad, dan dirinya adalah Abu Bakar.

Mendengar hal itu orang tua itu menangis. Kemudian dia berkata kepada Abu bakar bahwa saat itu juga dia masuk Islam.

PS:

  • Well, today is holiday. I hope we not forget the essential value for this holiday. Happy Maulid Nabi Muhammad.
  • Sampai sekarang saya belum nemu contoh lagi pemimpin yang kayak dia. Sudah tidak ada lagi (paling Ahmadinejad yang rada-rada mendekati dari segi kesederhanaan)