Met Idul Fitri 1429 Hijriah
Buat semua kekhilafan dan kealfaan….

Mohon dimaafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Ini adalah momentum untuk memulai lagi, sebuah awal yang baru. Saat yang tepat untuk bisa lebih baik.
Did I Have a Story?
Buat semua kekhilafan dan kealfaan….

Mohon dimaafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Ini adalah momentum untuk memulai lagi, sebuah awal yang baru. Saat yang tepat untuk bisa lebih baik.
Mudah-mudahan timingnya pas, coz berhubung emang lagi bulan puasa. Ni file nemu di flashdisk and langsung diupload ke Rapidshare. Mudah2an juga berguna bagi yang emang membutuhkannya …

AlQur’an dalam format digital. Bahasa Indonesia (terjemahannya) dan huruf ayat dalam Bahasa Arab. Disertai pula sedikit tafsir. Berikut ini detail lengkap kemampuan dari AlQuran Digital ini.
Silakan download (klik aja tombol download di bawah ini). Jangan khawatir barang bajakan coz lisensi file adalah freeware (sebagaimana tertulis oleh para pembuatnya bahwa hak cipta hanya milik Allah SWT). Ukuran file cuma 9,5MB-an (tidak seberapa besar dibanding manfaatnya). File ditaruh di RapidShare.
Bagi penganut Agama Islam (muslim), mereka percaya bahwa ada dunia lain setelah mati. Biasanya kita menyebutnya alam barzah. Alam barzah ibarat ruang tunggu untuk para arwah sebelum memasuki alam yang terakhir, yaitu alam akhirat. Jadi, ungkapan yang mengatakan bahwa kubur kita adalah rumah terakhir, tidak tepat 100% karena kuburan hanya sekedar transit.

Di alam akhirat, kita akan dihadapkan pada pilihan syurga atau neraka. Kita semua tentu memilih yang enak dan terbaik, namun putusan kembali pada apa yang telah kita lakukan sebelumnya di alam dunia. Di akhirat, akan ada semacam mahkamah tertinggi pengadilan Tuhan. Bukan “Pengadilan Tuhan” sebagaimana yang sering dicontohkan sekarang, yaitu untuk mengacu pada kelegalan berlaku kekerasan mengatasnamakan agama, tetapi ini benar-benar pengadilan di mana kita dihadapkan langsung dengan sosok Tuhan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.
Selayaknya pengadilan, kita akan berhadapan dengan prosedural seperti layaknya pengadilan biasa, ada investigasi, pertanyaan, sanggahan, saksi-saksi, dengan mekanisme yang (pasti) jujur dan (pasti) adil. Layaknya karakter manusia yang lazimnya sombong, kita bisa juga menyanggah berbagai dakwaan Tuhan kepada kita, dan tentu saja dengan mulut kita (ungkapan mulutmu harimaumu mungkin bisa mengacu ke sini, mengingat banyaknya permasalahan yang bisa timbul karena kelakuan si mulut).
Namun Tuhan maha adil, Dia menghadirkan saksi dari anggota tubuh kita sendiri. Di pengadilan Tuhan nanti, tangan, mata, hidung, kuping, dan kaki kita bisa berbicara dan mengungkapkan apa yang telah mereka lakukan atas perintah hati kita. Kita akan disanggah oleh kelima indra kita sendiri. Saat ini mungkin mulut kita bisa berbicara manis, pura-pura berlaku sopan dan halus, serta mengobral janji-janji. Namun di akhirat nanti, mulut kita akan dibantah habis-habisan oleh lima indra anggota tubuh yang lain.
Pagi tadi selepas sholat shubuh, saya mendengar sindiran halus dari seorang ustad. Kira2 dia mengucapkan hal ini:
“Hati-hati buat Anda yang mengambil keputusan. Dengan satu gerakan kecil berupa tanda tangan Anda, ratusan ribu orang akan terzalimi dan teraniaya.”
Terus terang saya agak2 kaget. Pernyataan ustad tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang yang memilki kekuatan dan kekuasaan. Dan pernyataan itu tergolong berani. Saya menganalogikan hal ini kepada peristiwa berikut; Seorang Gubernur yang memerintahkan melakukan penggusuran untuk membuat sebuah kota jadi kelihatan menarik dan indah untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif sebagaimana permintaan Bank-nya Dunia, sehingga negara-negara pemilik modal bisa masuk secara nyaman mengeruk kekayaan di sini dengan kedok investasi.

Mereka yang sadar bahwa dunia adalah environment untuk taat, berbuat baik, dan introspeksi, tentunya memiliki kerendahan dan kebijakan melebihi apapun. Mereka sadar setelah mereka mati, segalanya bukan berarti selesai. Tentu hal ini menjadi ikatan yang mengikat dan menjadi pengatur hidup seseorang agar tidak berlebihan.
*) ide tulisan muncul sehabis berziarah ke makam bapak saya. semoga bisa diambil pelajarannya. “Ya Allah, lapangkan kuburnya, mudahkanlah urusannya.”
Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.
Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, “Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat…”
“Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu, utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Akhirat-mu”
Subhanallah…
Sekarang Anda mempunyai 2 pilihan :
Di tempat saya bekerja (perpustakaan), iseng saya berjalan menuju rak buku-buku agama. Suatu hal yang jarang saya lakukan selama saya bekerja di sini (duh). Setelah lama melihat-lihat judul buku, mata saya tertuju pada buku kecil berjudul “Doa-doa Rosulullah SAW” dengan desain cover yang agak-agak kampungan.

Dari daftar isinya, buku ini berisi indeks daftar doa yang biasa digunakan oleh nabi muhammad dalam kesehariannya dan diriwayatkan oleh orang lain (hadist). Saya telusuri jenis-jenis doa yang ada dalam daftar isi, dan sampai kepada doa menghilangkan kesulitan (ketawan deh lagi kesulitan). Untuk isinya kira-kira seperti ini.
TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG MAHA AGUNG, YANG MAHA BIJAK. TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH, TUHAN ARAYS YANG AGUNG. TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH TUHAN LANGIT, TUHAN BUMI, TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH, TUHAN ARAYS YANG MULIA. (BUKHORI DAN MUSLIM)
Sambil agak2 termenung saya berpikir. Ternyata doa ketika kita kesulitan bukan permohonan frontal seperti, “YA ALLAH SAYA SEDANG SUSAH”. Isi dari doa tersebut lebih menampilkan kebesaran Tuhan; MAHA AGUNG, TUHAN BUMI, TUHAN LANGIT, TUHAN ARASY. Agak-agak aneh yah????
Setelah agak lama berpikir, saya memiliki kesimpulan soal doa ini. Ketika kita kesulitan, kita disuruh merendah diri dan disuruh memahami bahwa semua kesulitan itu juga dari Dia yang maha besar dan berkuasa. Kita disuruh untuk memahami semua kebesaran Tuhan dan betapa berkuasanya dia. Di sini kita akan dilihat, apakah kita akan berpaling atau coba kembali kepadanya.
Oh iya, soal desain buku yang kampungan tadi, ternyata buku ini adalah terjemahan dari kitab DOA-URRASULILLAAHI SHALLALLAAHU ALAIHIWASALLAM hasil racikan Abdullah Rajaj (buku terjemahan luar coy!!!)