Archive for the ‘Serius (Terlalu!)’

PR (salah kaprah evaluasi)

Tuesday 5 August 2008 | Comments (41)

Dalam Uchanopedia (ensiklopedia bebas uchan), PR dapat diartikan sebagai pekerjaan rumah. PR selain dipandang sebagai beban oleh sebagian orang, juga mempunyai esensi sebagai instrumen evaluasi dalam proses pembelajaran. Jadi, dengan PR kita dapat melihat sejauh mana ketercapaian hasil belajar seseorang. Nah parahnya, konsep belajar sendiri tereduksi pada proses ngerjain PR ini. Jika seseorang memberikan PR [...]

Negara Agraris Kok Impor?

Monday 4 August 2008 | Comments (23)

Kategori hitam putih di sini berarti sesuatu yang udah jelas. Dan kalo ada sesuatu yang mengganjal di range ini, sudah pasti ada masalah karena sifatnya high contrast. Dengan kata lain, orang bodoh pun bisa melihat kalau ada sesuatu yang gak beres di sini. Hitam adalah hitam dan putih adalah putih. Kebenaran ya kebenaran. Kategori ini [...]

Saya di Detik.com

Friday 1 August 2008 | Comments (18)

Apersepsi (sebelum masuk ke inti persoalan postingan ini) isi agak2 provokatif Saya anti-pornografi (ada banner situs bersih) Saya beragama (ada tab religius di blog saya) Sehubungan dengan santernya rencana pemerintah (M Nuh) untuk memblokir youtube dan rapidshare beberapa waktu yang lalu100x (informasi ini sudah sangat basi), Detik.com sempat menghadirkan liputan dan semacam jajak pendapat terbuka [...]

Blogging, The Power of

Thursday 29 May 2008 | Comments (20)

Cuma Blog! “Alah itu kan cuma blog, mana ilmiahnya???” Seringkali kalimat di atas diucapkan oleh orang. Kita (dalam hal ini sebagai blogger) yang mendengarkan cenderung meng-amin-i dan melanjutkan kembali pekerjaan seolah tidak terjadi apa-apa. Dampaknya, aktvitas blogging tereduksi ke wilayah pop saja, seperti music n film review, gosip artist, art, entertainmet, dan pop influence yang [...]

Diskriminasi Fitna

Wednesday 28 May 2008 | Comments (4)

Tentang film Fitna Saya paling membenci semua bentuk diskriminasi manusia atas manusia, golongan tertentu atas golongan tertentu, apapun itu. Diskriminasi agama, ras, agama, tingkat sosial, dsb pada dasarnya tidak akan mendatangkan keuntungan. Intensi bagi orang yang melakukannya pada dasarnya sangat tidak masuk akal, dan timbul karena perasaaan superior. Pada dasarnya, semua manusia sama dari segi [...]