<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UCHAN &#187; bahasa</title>
	<atom:link href="http://utchanovsky.com/tag/bahasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://utchanovsky.com</link>
	<description>Did I Have a Story?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2010 05:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kode</title>
		<link>http://utchanovsky.com/2009/07/kode/</link>
		<comments>http://utchanovsky.com/2009/07/kode/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 13:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uchan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did I Have a Story?]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utchanovsky.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Laki-laki menggunakan istilah &#8220;gitar spanyol&#8221; untuk mendeskripsikan perempuan yang tubuhnya bohai. Kaum lesbi mengistilahkan &#8220;anjing&#8221; buat perempuan yang &#8220;menarik&#8221; menurut mereka (ini kaitannya dengan lidah anjing yang menjulur). Pemakai narkoba pakai istilah &#8220;barang&#8221; untuk narkoba yang mereka pakai. Misalnya, &#8220;ada barang ga bos?&#8221;. Tapi saya baru nemu satu kode lagi yang agak-agak heran juga. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laki-laki menggunakan istilah &#8220;gitar spanyol&#8221; untuk mendeskripsikan perempuan yang tubuhnya bohai. Kaum lesbi mengistilahkan &#8220;anjing&#8221; buat perempuan yang &#8220;menarik&#8221; menurut mereka (ini kaitannya dengan lidah anjing yang menjulur). Pemakai narkoba pakai istilah &#8220;barang&#8221; untuk narkoba yang mereka pakai. Misalnya, &#8220;ada barang ga bos?&#8221;.</p>
<p>Tapi saya baru nemu satu kode lagi yang agak-agak heran juga. Ini terjadi di tempat kios tukang jamu. Kodenya adalah, &#8220;Kopi Item&#8221;. Coba pesan kopi hitam di warung/kios tukang jamu. Anda akan mendapatkan secangkir anggur hitam + jeruk nipis. Sempat menyicip sedikit minuman beralkohol itu, soalnya saya memang tidak tahu &#8230;</p>
<p style="text-align: center;"> <img src='http://utchanovsky.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lumayan anget juga :malu: :hammer: :ngacir:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utchanovsky.com/2009/07/kode/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teror Bahasa Eufimisme</title>
		<link>http://utchanovsky.com/2009/01/teror-bahasa-eufimisme/</link>
		<comments>http://utchanovsky.com/2009/01/teror-bahasa-eufimisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 07:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uchan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius (Terlalu!)]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utchanovsky.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu mendapat pelajaran bahasa Indonesia di SMP/SMA dulu, kita pernah mendengar istilah majas hiperbola, metafora, dan eufimisme, serta majas-majas lainnya. Hiperbola berarti mendramatisir suatu keadaan, seperti pada kalimat: &#8220;banjir darah&#8221; dan &#8220;mandi keringat&#8221;. Bentuk metafora bisa dikatakan sebagai perumpamaan-perumpamaan yang seringkali ditemukan pada ulasan-ulasan karya sastra. Adapun majas eufimisme berarti bahasa penghalus yang lazim kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu mendapat pelajaran bahasa Indonesia di SMP/SMA dulu, kita pernah mendengar istilah majas hiperbola, metafora, dan eufimisme, serta majas-majas lainnya. <span style="color: #ff00ff;"><strong>Hiperbola</strong></span> berarti mendramatisir suatu keadaan, seperti pada kalimat: &#8220;banjir darah&#8221; dan &#8220;mandi keringat&#8221;. Bentuk <span style="color: #ff00ff;"><strong>metafora</strong></span> bisa dikatakan sebagai perumpamaan-perumpamaan yang seringkali ditemukan pada ulasan-ulasan karya sastra. Adapun majas <span style="color: #ff00ff;"><strong>eufimisme</strong></span> berarti bahasa penghalus yang lazim kita temui pada percakapan sehari-hari, seperti kalimat: &#8220;Pak, saya izin ke belakang.&#8221;.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Karakter orang Indonesia yang ramah sangat mendukung penggunaan ragam bahasa eufimisme</strong></span></span> dalam berbagai situasi kehidupan. Penyebutan &#8220;wanita tuna susila (WTS)&#8221; ketimbang &#8220;perek&#8221; atau &#8220;lonte&#8221; dalam media cetak/tv adalah salah satu contoh dari bahasa eufimisme. <span style="color: #ff00ff;"><strong>Nilai rasa bentuk &#8220;WTS&#8221; tentu dirasa lebih halus daripada bentuk &#8220;perek&#8221; dan &#8220;lonte&#8221;</strong></span>. Contoh lainnya, bisa kita lihat pada kalimat, &#8220;Polisi berhasil mengamankan tersangka sehari setelah terjadinya insiden.&#8221;.</p>
<p>Celakanya, penggunaan bahasa eufimisme ini seringkali disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Kita bisa lihat pada bentuk-bentuk kalimat berikut.</p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>Rupiah melemah 200 point terhadap dollar US.</strong></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>Pemerintah menyesuaikan harga BBM</strong></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>RAPBN dikoreksi dengan asumsi dollar di keseimbangan harga 11.000 rupiah</strong></span></li>
</ul>
<p>Bentuk-bentuk di atas adalah salah satu penggunaan bahasa eufimisme dengan menyimpan konteks-konteks tertentu. Bagaimana jika dua kalimat di atas kita ganti jadi:</p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>Rupiah anjlok 200 point terhadap dollar us</strong></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>Pemerintah menaikkan harga BBM</strong></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>RAPBN membengkak dengan asumsi dollar di keseimbangan harga 11.000 rupiah</strong></span></li>
</ul>
<p>Maksud celakanya, <span style="color: #ff00ff;"><strong>bahasa eufimisme justru digunakan untuk menutupi kenyataan tertentu</strong></span> bagi masyarakat publik. Selain menutupi kenyataan, <span style="color: #ff00ff;"><strong>bahasa eufimisme digunakan untuk memberikan citra positif.</strong></span> Namun yang lebih parah, <span style="color: #ff00ff;"><strong>bahasa eufimisme justru membuat tumpul daya kritis otak</strong></span> masyarakat publik. Membuat sebuah situasi seolah-olah keadaan aman terkendali. Kenyataan yg ditutupi membuat kita tidak berpikir panjang dan menganalisa secara mendalam.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong>Contoh konkret yang saya rasa cukup </strong><strong>picik</strong>, <strong>ketika harga BBM turun, justru digunakan kalimat-kalimat polos</strong></span> (harfiah) dan digembor-gemborkan ke masyarakat, seperti pada kalimat &#8220;Pemerintahan si-Anu telah berhasil menurunkan harga BBM hingga tiga kali.&#8221;. Padahal sebagaimana kita ketahui bersama, harga minyak dunia memang anjlok luar biasa. Di sini kita bisa melihat sesuatu yang tidak adil. <span style="color: #ff00ff;"><strong>Ketika harga BBM naik, digunakan bentuk eufimisme (disesuaikan)</strong></span>. Namun ketika harga turun, digunakan kata harfiah &#8220;turun&#8221; (tetap turun, malah ada penambahan embel-embel &#8220;berhasil&#8221;).</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong>Karakteristik bahasa eufimisme biasanya digunakan oleh penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya.</strong></span> Karenanya, tidak heran siapapun yg jadi penguasa, bahasa eufimisme ini pasti lazim digunakan. Dalam orde baru zaman Pak Harto, maraknya kasus orang hilang yang menimbulkan gonjang-ganjing di masyarakat diredam dengan menggunakan istilah &#8220;diamankan&#8221; ketimbang &#8220;ditangkap&#8221; atau &#8220;dipenjara&#8221;, pelaku yang menangkap tadi tadi justru dikatakan sebagai &#8220;yang berwenang&#8221; atau &#8220;mengamankan&#8221;. Di era reformasi zaman Megawati, istilah &#8220;privatisasi aset negara&#8221; sering digunakan ketimbang &#8220;menjual aset negara&#8221;.</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong>Bahasa eufimisme yang semula &#8220;mulia&#8221; (bahasa halus yg digunakan untuk tidak menyinggung perasaan) menjadi teror bagi masyarakat, dan menjadi alat hegemoni penguasa untuk tetap berada di puncak.</strong></span> Ketika Anda merasa sedang tidak diteror, bisa dikatakan bahwa Anda sedang di<a href="http://utchanovsky.com/2008/08/teori-hegemoni/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;"><strong>hegemoni</strong></span> </a>(dikuasai tanpa merasa sedang dikuasai). Tulisan ini hasil sintesa saya setelah menonton acara dialog di TVRI dengan topik yang sama. Mudah-mudahan bisa jadi semacam counter-hegemoni atas pemahaman realita bahasa di lapangan.</p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><strong>Jahanam yg copy gak bilang-bilang tulisan ini. Gw sumpahin mandul tujuh turunan. Lumayan capek nulis pake gaya serius. <img src='http://utchanovsky.com/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':mad:' class='wp-smiley' /><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utchanovsky.com/2009/01/teror-bahasa-eufimisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipis, dan Gak Kerasa</title>
		<link>http://utchanovsky.com/2008/12/tipis-dan-gak-kerasa/</link>
		<comments>http://utchanovsky.com/2008/12/tipis-dan-gak-kerasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 15:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uchan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serius (Terlalu!)]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utchanovsky.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[It&#8217;s very thin, and almost people didn&#8217;t realize it. Soalnya ini udah hampir jadi keseharian. Dan kita juga masih sering make . Iseng abis ngunjungin hajatan saudara, kecanduan moto2 buat jadi bahan blog :hammer: ampe diliatin orang pula pas motonya . Nemu poster ini Harusnya si ditulis &#8220;silakan&#8221; (tanpa huruf h). Cek di KBBI (Kamus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s very thin, and almost people didn&#8217;t realize it. Soalnya ini udah hampir jadi keseharian. Dan kita juga masih sering make <img src='http://utchanovsky.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Iseng abis ngunjungin hajatan saudara, kecanduan moto2 buat jadi bahan blog :hammer: ampe diliatin orang pula pas motonya <img src='http://utchanovsky.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Nemu poster ini</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i237.photobucket.com/albums/ff103/utchanovsky/utchanovsky/salah-eyd.jpg" alt="" /></p>
<p>Harusnya si ditulis <strong>&#8220;silakan&#8221;</strong> (tanpa huruf <strong>h</strong>). Cek <a title="Open KBBI Online" href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/" target="_blank"><strong>di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) online</strong></a> kata &#8220;sila&#8221; yang mendapat sufiks (imbuhan di belakang) &#8220;-kan&#8221;.</p>
<p><em>Yang lainnya yang juga sering:</em><br />
- Para tamu-tamu beramai-ramai menyalami pengantin. (salah)<br />
- Tamu-tamu beramai-ramai menyalami pengantin. (benar)<br />
- Para tamu beramai-ramai menyalami pengantin. (benar)</p>
<p><em>Alasan:</em><br />
Kata &#8220;para&#8221; sudah merupakan penanda bentuk jamak. Tidak perlu mengulang kata tamu (bentuk jamak) kalau memakai kata &#8220;para&#8221;. Atau sekalian buang kata &#8220;para&#8221; jika ingin mengulang kata &#8220;tamu&#8221;.</p>
<p>PS: :cd: lu ngapain posting ginian caaaannnnn <img src='http://utchanovsky.com/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':mad:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utchanovsky.com/2008/12/tipis-dan-gak-kerasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
