Fix Grub OS Selection Menu on Dual boot Installed OS Windows and Linux

Monday 5 December 2011 | Comments (3)

It’s been twice my OS boot selection been removed after installing Crunchbang Linux (based on Debian Squeeze). After search on Google, I found this link (although it was meant for ubuntu, but it works fine on me)

http://erickoo.wordpress.com/2009/06/14/how-to-add-vista-partition-to-grub-2-ubuntu-9-10-karmic-koala/

grub

Maybe that tutorial a little bit hard to novice user. I found another simple way to do this.

  1. Run your favorite console & Install OS Prober program by typing this:
    sudo apt-get install os-prober
  2. running it using console
    sudo os-prober
  3. Update your grub by run this command
    sudo update-grub

Reboot and it should fix your OS boot selection menu.

PS: if you run sudo command, you’ll be promt to enter your administrator password.

Mengganti Isi File Home Desktop Crunchbang

Wednesday 30 November 2011 | post a comment

Iseng-iseng memasang lingkungan desktop LXDE pada Crunchbang yang kemarin saya download (a Debian curent-stable based GNU/Linux distribution with Openbox environtment).

sudo apt-get install lxde

Akhirnya didapat lingkungan khas ala LXDE dengan menu ala Windows XP klasik. Start menu di pojok kiri, launcher aplikasi dengan berbagai kategorinya, dan icon-icon di desktop.

lxde-logo

Namun ada satu hal yang agak mengganjal. Desktop LXDE menampilkan icon-icon yang berada pada directory home. Otomatis layar jadi penuh dengan berbagai isi folder dan file di folder home.

Iseng-iseng buka file config pada PC saya
/home/USERNAME-PC-ANDA/.config

Ternyata ada file
user-dirs.dirs

Diintip-intip dikit pake editor leafpad atau Geany bawaan Crunchbang
# This file is written by xdg-user-dirs-update
# If you want to change or add directories, just edit the line you're
# interested in. All local changes will be retained on the next run
# Format is XDG_xxx_DIR="$HOME/yyy", where yyy is a shell-escaped
# homedir-relative path, or XDG_xxx_DIR="/yyy", where /yyy is an
# absolute path. No other format is supported.
#
XDG_DOWNLOAD_DIR="$HOME/downloads"
XDG_DOCUMENTS_DIR="$HOME/documents"
XDG_MUSIC_DIR="$HOME/music"
XDG_PICTURES_DIR="$HOME/images"
XDG_VIDEOS_DIR="$HOME/videos"
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME"
XDG_TEMPLATES_DIR="$HOME"
XDG_PUBLICSHARE_DIR="$HOME"

Baris ini terlihat ada yang mengganjal.
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME"

Buat folder baru dengan nama “desktop” pada direktori home.

Ubah baris yang mengganjal tadi jadi seperti ini.
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME/desktop"

Simpan perubahan, dan akhirnya directory Desktop berubah tidak menjadi directory Home lagi.

Wow, Akhirnya Ada Rilis Terbaru dari CrunchBang

Monday 28 November 2011 | Comment (1)

Setelah vakum sekian lama semenjak rilis sebelumnya di bulan Februari 2011, kini CrunchBang Statler rilis teranyar (27 Nov 2011) siap diunduh. Salah satu distro GNU/Linux favorit saya dengan antar muka Windows Manager Openbox berbasis Debian GNU/Linux. Bagi Anda yang doyan sesuatu yang “cepat” dan “halus”, distro ini jelas untuk Anda.

Kurang lebih satu jam lagi distro ini selesai diunduh. Selanjutnya tinggal membuat bootable OS menggunakan USB dan melakukan instalasi pada PC saya. Sangat direkomendasikan untuk penggunaan laptop karena terbukti lebih irit sumber daya ketimbang Mint 9 LXDE (Lucid Based).

download crunchbang

Yang membuat saya semakin penasaran adalah, developernya mengklaim bahwa rilis Statler kali ini lebih cepat ketimbang edisi sebelumnya. Fasilitas manajer login grafis GDM diganti SLiM yang jelas jauh lebih ringan. Begitu juga dengan aplikasi Plymouth yang ikut dibuang (fasilitas graphical boot loader).

Detil rilis terbaru kali ini.

  • Menggunakan Openbox terbaru (3.5).
  • Kembali ke Firefox 8, daripada Chrome 9 (yai).
  • Opsi instalasi LibreOffice (sebelumnya OpenOffice).
  • Editor Geany yang standalone, ketimbang Gedit yg membutuhkan library Gnome 3.
  • Support network browser, dengan file manager Thunar dan Gigolo.
  • OS yang lebih bersih setelah instalasi dengan membuang paket-paket pada mode live.

Selengkapnya bisa diintip2 di mari.

[Fixing] Navigasi Touchpad Berfungsi, Tapi Pad Tidak Bisa Klik (Debian Squeeze).

Friday 15 July 2011 | Comments (3)

Postingan dokumentasi pribadi buat si Compaq. Arsip kian bertebaran di rimba internet sana, perlu catatan tersendiri di sini. Sekedar di-bookmark takut link-nya hilang atau dihapus mpu-nya. Di-save as suka bingung sendiri karena udah kebanyakan file yang simpen berceceran di sela-sela piringan hard disk.

Pada instalasi awal Crunchbang 10 (Debian Squeeze), navigasi touchpad berfungsi dengan baik, namun pad tidak bisa digunakan untuk meng-klik (memilih) tombol atau tautan link. Untuk memilih navigasi, menggunakan tombol kiri atau kanan di bawah touchpad.

touchpad

Nah biar touchpad bisa berfungsi, ada caranya. Ketemu di Wiki Debian. Di Wiki tersebut dijelaskan berbagai panduan sesuai dengan versi kernel dan xorg Debian yang digunakan. Kebetulan spesifikasi Crunchbang 10 sudah menggunakan kernel 2.6.32-5 dan Xorg 1.7.7.

Jalankan command promt Linux (konsole, terminal, terminator).

Untuk menampilkan versi kernel bisa menggunakan perintah:
uname -r

Untuk menampilkan versi xorg bisa menggunakan perintah:
xdpyinfo | grep version

Setelah mengetahui versi kernel dan xorg, berikut cara yang digunakan. Lihat hardware touchpad yang ada di komputer dengan perintah:
egrep -i ‘synap|alps|etps’ /proc/bus/input/devices

Setelah saya menjalankan perintah tersebut, diketahui bahwa COMPAQ CQ40 337TU menggunakan hardware “AlpsPS/2 ALPS GlidePoint”.

Tinggal masukkan konfigurasi yang dijabarkan dalam Wiki :-p

Buka ketik kembali di terminal:
sudo gedit /etc/X11/xorg.conf

Selanjutnya akan muncul berkas teks kosong. Paste baris berikut di berkas tersebut.
Section “InputClass”
Identifier “Touchpad” # required
MatchIsTouchpad “yes” # required
Driver “synaptics” # required
Option “MinSpeed” “0.5”
Option “MaxSpeed” “1.0”
Option “AccelFactor” “0.075”
Option “TapButton1″ “1”
Option “TapButton2″ “2” # multitouch
Option “TapButton3″ “3” # multitouch
Option “VertTwoFingerScroll” “1” # multitouch
Option “HorizTwoFingerScroll” “1” # multitouch
Option “VertEdgeScroll” “1”
Option “CoastingSpeed” “8”
Option “CornerCoasting” “1”
Option “CircularScrolling” “1”
Option “CircScrollTrigger” “7”
Option “EdgeMotionUseAlways” “1”
Option “LBCornerButton” “8” # browser “back” btn
Option “RBCornerButton” “9” # browser “forward” btn
EndSection

Selanjutnya simpan dan restart untuk mengaktifkan perubahan X server.

PS:
Konfigurasi XORG tidak seperti distro slackware yang terpusat. Pada distro ini, di Wiki dijelaskan bahwa kita tidak perlu memasukkan ulang kembali seluruh konfigurasi XORG, cukup perubahan yang ingin diterapkan.

Sistem Operasi Idle Cuma 60MB dan Processor Usage 1%

Sunday 10 July 2011 | Comments (13)

Postingan dokumentasi pribadi, repost atau nubitol dijamin

Setelah membeli batere baru buat si COMPAQ, dimana batre ngedrop setelah masa penggunaan 1 tahun membuat saya berpikir berbagai cara untuk membuat batre jadi lebih lama. Sebelumnya sudah bereksperimen distro mana yang paling irit batre, secara tidak sengaja saya menemukan racikan Debian yang lebih irit sumber daya lagi (memori + prosesor).

Btw ini ringan bukan OS model-model mesin server yang hanya berbasis teks, tapi OS dengan tampilan dan menu yang memudahkan penggunanya berinteraksi dengan komputer, walaupun agak-agak janggal :-p

Pertama, download Crunchbang 10 XFCE edition (based on Debian Squeeze) di sini (torrent) dan install di komputer Anda. Pada kasus saya, Instalasi dual boot memang mendeteksi adanya sistem operasi Windows. Namun ketika direstart, OS Windows tidak ada di pilihan menu start awal (kalau Ubuntu mungkin lancar jaya). Solusinya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya pengaturan mirror, saya mengambil dari mirror Debian ITS atau mirror lokal lain mana saja kesukaan Anda. Jalankan terminal dan ketik:
sudo gedit /etc/apt/sources.list

Berikut ini penjelasan dari syntax di atas
sudo merupakan cara kita memperoleh hak admin
gedit merupakan teks editor berbasis visual bawaan gnome
/etc/apt/sources.list merupakan lokasi dan file konfigurasi repo

Begitu Anda menekan [Enter], akan muncul konfirmasi untuk memasukkan password root. Masukkan password root saat pertama kali Anda menginstall. Tekan [Enter] kembali, selanjutnya akan muncul file teks yang terbuka berisi konfigurasi repository yang ada di OS kita.

Selanjutnya tambahkan alamat repo.
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free

Berikut ini isi lengkap list repo saya. Alamat repository bawaan Crunchbang bisa di-disable dengan diberikan komentar #
## CRUNCHBANG
## Compatible with Debian Squeeze, but use at your own risk.
# deb http://packages.crunchbanglinux.org/statler statler main

## DEBIAN
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free
# deb-src http://ftp.de.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free

## DEBIAN SECURITY
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
# deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main

## DEBIAN BACKPORTS
deb http://backports.debian.org/debian-backports squeeze-backports main contrib non-free

Setelah disimpan, tutup file tersebut dan update sumber agar perubahan dikenali melalui syntax berikut.
sudo apt-get update

Sampai di sini alamat repository telah berubah di alamat lokal. Save bandwidth dan transfer file yang lebih cepat.

Selanjutnya pasang windows manager Openbox
sudo apt-get install openbox

Restart komputer Anda dan Session bisa dipilih saat pertama kali login, mau masuk XFCE atau Openbox. Pilih Openbox dan buat menjadi permanen. Anda akan mendapatkan Debian dengan resource sumber daya prosesor dan memory yang sangat rendah. Prosesor dan RAM pada kondisi idle hanya terpakai 1% dan memory total 62MB-an.

Sampai di sini mungkin muncul pertanyaan. Kenapa ngga download yang Crunchbang 10 Openbox aja sekalian dari awal? Well saya sudah terlebih dahulu mencoba versi Openbox, dan memory yang dihabiskan bisa mencapai 84MB. Masih lebih besar 20MB dari racikan ala saya. Dengan ukuran ISO yang sama-sama 700MB-an, mendownload Crunchbang versi XFCE masih terbilang lumayan. paket Openbox yang didownload pun tidak lebih dari 15MB.

conky

Kenapa “yang official” bisa lebih besar, sementara cara di atas tidak? Well Openbox racikan ala saya tidak dipasang program yang memanajemen Wallpaper yang ada di desktop, dan mungkin beberapa servis yang tidak dipasang, seperti daemon yang mengatur shortcut [Alt] + [F2] untuk menjalankan program dan tombol logout tidak aktif dll (I’m not a coder anyway T_T).

PS:

  • Setelah upgrade (versi 6.0.2) Crunchbang berubah total cita rasanya jadi murni Debian
  • berhubung menu logout ga bisa, shutdown bisa via terminal dengan mengetik:
    sudo halt