Protected: Mendjijikkan dan Tiada Berboedi Loehoer (2)

category Serius (Terlalu!) uchan Sunday 24 January 2010

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Enter your password to view comments

Vicious circle of Hell

category Serius (Terlalu!) uchan Friday 20 February 2009
  • Bakso adalah boraks, daging sapi gelonggongan, daging busuk bekas hotel yang diolah.
  • Mie ayam dan martabak telor adalah daging busuk bekas hotel olahan, daging gelonggongan, daging bangkai, pewarna mi tekstil.
  • Minyak sayur curah adalah campuran oli oplosan
  • Mi kuning, kerupuk, tahu, sosis adalah pewarna tekstil
  • Daging adalah daging gelonggongan, daging bangkai
  • Kantung teh adalah pemutih tekstil
  • Es batu adalah air kali (sungai)  yg kandungan bakteri ecolinya banyak.

Jadi, kalau kita makan ketoprak, berarti kita makan campuran oli buat goreng tahu dan kerupuk yang dikasih pewarna tekstil. Kalau kita makan pangsit berarti kita makan pewarna tekstil untuk daging olahan bekas hotel, kerupuk pangsit dan mie, serta campuran oli. Kalau kita minum es teh celup, berarti kita minum bahan pemutih tekstil di kantung teh, dan minum air kali berbakteri.

Parah yah :D

( More … )

11 Jam Menjelang HUT RI

11 jam menjelang HUT RI 2008 kali ini…

( More … )

Comments Off

Saya di Detik.com

category Serius (Terlalu!) uchan Friday 1 August 2008

Apersepsi (sebelum masuk ke inti persoalan postingan ini)

  • isi agak2 provokatif
  • Saya anti-pornografi (ada banner situs bersih)
  • Saya beragama (ada tab religius di blog saya)

Sehubungan dengan santernya rencana pemerintah (M Nuh) untuk memblokir youtube dan rapidshare beberapa waktu yang lalu100x (informasi ini sudah sangat basi), Detik.com sempat menghadirkan liputan dan semacam jajak pendapat terbuka untuk khalayak mengenai persoalan ini. Sebenarnya bukan jajak pendapat sih, hanya saja masyarakat yang membacanya dipersilakan untuk meninggalkan komentar.

( More … )

It’s About Job

category Did I Have a Story? uchan Saturday 17 May 2008

Tulisan ini dalam beberapa hal berhubungan ma tulisan sebelumnya.

Tentang pekerjaan. Karl Marx mengatakan bahwa pekerjaan hendaknya tidak mengasingkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaannya (terlepas dari persoalan Marx adalah seorang materialis atau bukan, ada beberapa pikirannya yang cukup menarik). Berbicara soal keterasingan adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dimengerti.Sebagai contoh… kemarin saya maki2 soal nasib dan pekerjaan yang harus saya jalanin sekarang ini. Bagaimana saya harus ngerasa puas dengan gaji yang kecil (jujur aja) n masa kerja yang lama. Jadwal kerja saya waktu itu… Masuk jam 7pg-3sore (sekolahan), trus sorenya jam5-12mlm (editor koran). waktu tidur cuma jam1pg-6pg ArrggHHhgg (percuma juga marah2). N klao gaji ditotal, masi kalah sama orang yang hidup normal-normal aja 8 jam sehari.

Sebenernya bukan curhat soal nasib, tpi ini soal pekerjaan. Ucapan2 seseorang yang bilang “Elu masih lebih beruntung.”, “Lu sukurin aja dulu apa yang ada, di luar sana masih banyak pengangguran.”, dan lain sebagainya justru bikin parah keadaan.

Omongan-omongan kaya gitu saya rasa intinya bikin ngerasa kita puas dan ngerasa nyaman sama nasib. Yang bikin bete… nasib itu sendiri ternyata dibuat oleh manusia lain yang mengeksploitasi saya. Eksploitasi dilakukan cukup licik dan keji dengan memanfaatkan berbagai doktrin agama… “Apa yang ada jarang disyukuri.”, “Manusia ada yang miskin dan kaya.”, sama doktrin sosial budaya, seperti “Kalau semua orang pengen jadi kaya, nanti gak ada orang miskin… dan orang miskin tuh… bla bla bla”.

Kenapa bukan doktrin agama lain yang lebih banyak di eksploitasi kaya “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha mengubah nasibnya sendiri.”

(masi bersambung)