Vicious circle of Hell
- Bakso adalah boraks, daging sapi gelonggongan, daging busuk bekas hotel yang diolah.
- Mie ayam dan martabak telor adalah daging busuk bekas hotel olahan, daging gelonggongan, daging bangkai, pewarna mi tekstil.
- Minyak sayur curah adalah campuran oli oplosan
- Mi kuning, kerupuk, tahu, sosis adalah pewarna tekstil
- Daging adalah daging gelonggongan, daging bangkai
- Kantung teh adalah pemutih tekstil
- Es batu adalah air kali (sungai) yg kandungan bakteri ecolinya banyak.
Jadi, kalau kita makan ketoprak, berarti kita makan campuran oli buat goreng tahu dan kerupuk yang dikasih pewarna tekstil. Kalau kita makan pangsit berarti kita makan pewarna tekstil untuk daging olahan bekas hotel, kerupuk pangsit dan mie, serta campuran oli. Kalau kita minum es teh celup, berarti kita minum bahan pemutih tekstil di kantung teh, dan minum air kali berbakteri.
Parah yah 
Saya di Detik.com
Apersepsi (sebelum masuk ke inti persoalan postingan ini)
- isi agak2 provokatif
- Saya anti-pornografi (ada banner situs bersih)
- Saya beragama (ada tab religius di blog saya)
Sehubungan dengan santernya rencana pemerintah (M Nuh) untuk memblokir youtube dan rapidshare beberapa waktu yang lalu100x (informasi ini sudah sangat basi), Detik.com sempat menghadirkan liputan dan semacam jajak pendapat terbuka untuk khalayak mengenai persoalan ini. Sebenarnya bukan jajak pendapat sih, hanya saja masyarakat yang membacanya dipersilakan untuk meninggalkan komentar.
It’s About Job
Tulisan ini dalam beberapa hal berhubungan ma tulisan sebelumnya.
Sebenernya bukan curhat soal nasib, tpi ini soal pekerjaan. Ucapan2 seseorang yang bilang “Elu masih lebih beruntung.”, “Lu sukurin aja dulu apa yang ada, di luar sana masih banyak pengangguran.”, dan lain sebagainya justru bikin parah keadaan.
Omongan-omongan kaya gitu saya rasa intinya bikin ngerasa kita puas dan ngerasa nyaman sama nasib. Yang bikin bete… nasib itu sendiri ternyata dibuat oleh manusia lain yang mengeksploitasi saya. Eksploitasi dilakukan cukup licik dan keji dengan memanfaatkan berbagai doktrin agama… “Apa yang ada jarang disyukuri.”, “Manusia ada yang miskin dan kaya.”, sama doktrin sosial budaya, seperti “Kalau semua orang pengen jadi kaya, nanti gak ada orang miskin… dan orang miskin tuh… bla bla bla”.
Kenapa bukan doktrin agama lain yang lebih banyak di eksploitasi kaya “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha mengubah nasibnya sendiri.”
(masi bersambung)







