It’s About Job

Post in Did I Have a Story? On Saturday 17 May 2008

Tulisan ini dalam beberapa hal berhubungan ma tulisan sebelumnya.

Tentang pekerjaan. Karl Marx mengatakan bahwa pekerjaan hendaknya tidak mengasingkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaannya (terlepas dari persoalan Marx adalah seorang materialis atau bukan, ada beberapa pikirannya yang cukup menarik). Berbicara soal keterasingan adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dimengerti.Sebagai contoh… kemarin saya maki2 soal nasib dan pekerjaan yang harus saya jalanin sekarang ini. Bagaimana saya harus ngerasa puas dengan gaji yang kecil (jujur aja) n masa kerja yang lama. Jadwal kerja saya waktu itu… Masuk jam 7pg-3sore (sekolahan), trus sorenya jam5-12mlm (editor koran). waktu tidur cuma jam1pg-6pg ArrggHHhgg (percuma juga marah2). N klao gaji ditotal, masi kalah sama orang yang hidup normal-normal aja 8 jam sehari.

Sebenernya bukan curhat soal nasib, tpi ini soal pekerjaan. Ucapan2 seseorang yang bilang “Elu masih lebih beruntung.”, “Lu sukurin aja dulu apa yang ada, di luar sana masih banyak pengangguran.”, dan lain sebagainya justru bikin parah keadaan.

Omongan-omongan kaya gitu saya rasa intinya bikin ngerasa kita puas dan ngerasa nyaman sama nasib. Yang bikin bete… nasib itu sendiri ternyata dibuat oleh manusia lain yang mengeksploitasi saya. Eksploitasi dilakukan cukup licik dan keji dengan memanfaatkan berbagai doktrin agama… “Apa yang ada jarang disyukuri.”, “Manusia ada yang miskin dan kaya.”, sama doktrin sosial budaya, seperti “Kalau semua orang pengen jadi kaya, nanti gak ada orang miskin… dan orang miskin tuh… bla bla bla”.

Kenapa bukan doktrin agama lain yang lebih banyak di eksploitasi kaya “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha mengubah nasibnya sendiri.”

(masi bersambung)

Cari Duit

Post in Hitam Putih On Thursday 22 November 2007

Kemaren, hampir sekitar 4 hari air PAM di rumah gw mati. empat hari untuk daerah priuk, tu adalah musibah besar. Di sini ga bisa ngandelin aer pompa coz pasti berasa asin… kebetulan ni blog dilanjutin skrng, coz air mati ternyata ada efek sampingnya.

Berita di mana2, air mati berujung ma wabah diare… Jadi keingetan ma UU yang dibuat ma pemerintah sendiri.. intinya sih, yg namanya sektor vital tu harus dikuasai negara, dan dikelola sebesar2nya demi kemakmuran rakyat…

KENYATAANNYA….!!!!!!!

duh sektor vital jadi ajang eksploitasi, pa lagi yang jadi korban rakyat kecil.. dah mana ngeksploitasinya bener2 sepenuh hati, ngelolanya tapi setengah hati… dah mana segala dimerjer ma perusahaan2 asing… ck ck ck

Alasannya colaps?? kok bisa?? dah dimonopoli sendiri ma negara pdhl lho… kentut yang KORUPSI… haram dagingnya di surga… percuma nuntut kemakmuran sebesar2nya bagi rakyat INDONESIA klo kaya gini ceritanya

masi byk orang yang beritikad baik buat bangun negeri ini… (sayang aja mereka nggak beruntung bisa megang kekuasaan)