<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UCHAN &#187; ERK</title>
	<atom:link href="http://utchanovsky.com/tag/erk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://utchanovsky.com</link>
	<description>Did I Have a Story?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2010 05:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Hujan Jangan Marah</title>
		<link>http://utchanovsky.com/2009/03/hujan-jangan-marah/</link>
		<comments>http://utchanovsky.com/2009/03/hujan-jangan-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 16:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uchan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did I Have a Story?]]></category>
		<category><![CDATA[ERK]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utchanovsky.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Judul postingan ini adalah salah satu judul lagu dari band Efek Rumah Kaca, yang berjudul  &#8220;Hujan Jangan Marah&#8221;. Ciri khas ERK banget yang selalu mengangkat substansi ketimpangan sosial dan tema-tema tentang perjuangan hidup. Komentar awal yang kira2 keluar di benak pikiran saya pas nyimak lagu ini cuma satu: &#8220;Ah gilaaa, Suraaammmm!!!!!! Gelappppp&#8221; (suram dan gelap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul postingan ini adalah salah satu judul lagu dari band Efek Rumah Kaca, yang berjudul  &#8220;Hujan Jangan Marah&#8221;. Ciri khas ERK banget yang selalu mengangkat substansi ketimpangan sosial dan tema-tema tentang perjuangan hidup. Komentar awal yang kira2 keluar di benak pikiran saya pas nyimak lagu ini cuma satu: &#8220;Ah gilaaa, Suraaammmm!!!!!! Gelappppp&#8221; (suram dan gelap di sini dalam artian <a href="http://utchanovsky.com/2008/11/lagu-efek-rumah-kaca-yang-paling-nyetrum/" target="_blank"><strong>yang ini</strong></a>)</p>
<p><span id="more-769"></span></p>
<p>Bukan dari segi lirik, gaya vokalisnya yang nyanyi nge-Tom Yorke banget, ditambah lagi settingan reverb yg penuh pada suara gitar dan vokal bikin artikulasi lirik yang diucapkan jadi terasa sangat samar (masuk akal, mereka cuma make tiga instrument musik -biar latar gak terlalu kosong)&#8230; tapi dari segi musikalitas yg bener2 &#8220;mengerikan&#8221; yg bisa menghasilkan nuansa suram sedramatis ini.</p>
<blockquote><p><em>Ketika Aku Pucat Pasi<br />
Sembilu Hisapi Jemari<br />
Setiap Kupeluk dan Menangisi<br />
Hijau Pucatnya Cemaraaa</em></p>
<p><em> Yang Sedih Aku Letih<br />
Dengarkah Jantungku Menyerah<br />
Terbelah di Tanah yang Merah<br />
Gelisah dan Hanya Suka Bertanya Pada Musim Kering</em></p>
<p><em>Melemah dan Melemah<br />
Hujaaaaaan&#8230;Hujaaaaaan&#8230;Jangan Maraaaaaahh<br />
Melemah dan Melemah<br />
Hujaaaaaan&#8230;Hujaaaaaan&#8230;Jangan Maraaaaaahh</em></p></blockquote>
<p>Puisi merupakan subjektivitas pengarang. Pembaca menafsirkan puisi dengan menelaah unsur2 dari dalam teks itu sendiri, maupun dari luar teks puisi. Unsur dari luar misalnya, persepsi kita menafsirkan peristiwa Tsunami dengan orang Aceh yang menafsirkan Tsunami tentu berbeda jauh. Misalnya kita bilang Tsunami adalah bencana alam akibat membludaknya air pantai secara hebat, sementara orang Aceh mengatakan bahwa Tsunami adalah neraka hidup yang hadir ke dunia bersama dewa kematian dsb.</p>
<p>Unsur dari dalam misalnya kita mengatakan bahwa lagu ini tercipta karena pengarang melihat pohon cemara di kala hujan sehingga terlihat berwarna kepucatan. Dari segi intrinsik, lagu ini sangat gelap. Gelap dalam artian, &#8220;aku lirik&#8221; tidak bercerita banyak dalam puisinya. Apakah saya menafsirkan banjir gara2 hujan atau saya menganggap narator hanya membuat metafor &#8220;jangan marah&#8221; kepada &#8220;Dia&#8221; yg di sana&#8230; atau sebagainya?, yg jelas lirik ini cukup berhasil membuat saya ingin menggali lagi unsur ekstrinsik (luar) dengan berbicang lebih lanjut dengan penciptanya.</p>
<p>Musti riset mendalam, dari sekedar riview asal2an kayak begini :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utchanovsky.com/2009/03/hujan-jangan-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu Efek Rumah Kaca yang Paling Nyetrum</title>
		<link>http://utchanovsky.com/2008/11/lagu-efek-rumah-kaca-yang-paling-nyetrum/</link>
		<comments>http://utchanovsky.com/2008/11/lagu-efek-rumah-kaca-yang-paling-nyetrum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 17:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uchan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did I Have a Story?]]></category>
		<category><![CDATA[ERK]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utchanovsky.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Bukan lagu cinta melulu, tapi ada satu lagi lagu yang racunnya kena banget. Apalagi kalo lagu ini disimak pas malam hari yang hening, efeknya bisa sangat mengerikan. Tidak dianjurkan buat mereka yang lagi mengalami fase-fase gak kuat iman. Bisa-bisa minum baygon dengan senang hati. Heran juga saya, orang2 edan mana yang bisa buat lagu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://i255.photobucket.com/albums/hh127/kumisulatbulu/review-efek-rumah-kaca-small.jpg" alt="" width="300" height="268" />Bukan lagu cinta melulu, tapi ada satu lagi lagu yang racunnya kena banget. Apalagi kalo lagu ini disimak pas malam hari yang hening, efeknya bisa sangat mengerikan. Tidak dianjurkan buat mereka yang lagi mengalami fase-fase gak kuat iman. Bisa-bisa minum baygon dengan senang hati.</p>
<p>Heran juga saya, orang2 edan mana yang bisa buat lagu yang bisa nyuruh kita minum baygon secara sukarela. (Hehehe, didramatisir). Bukan karena benci hidup atau despert, tapi menerima suram sebagai sebuah kebahagiaan. Lebih dari sekedar mati rasa, tapi ngebalikin persepsi dari default setting.</p>
<p>Balik lagi ke omongannya Althusser. Default are construction, so anything can be default. You can <strong>always</strong> construct your own default setting as long as you have power and money. I&#8217;ll give an example which you can see on this question: &#8220;Are my dark face skin (sawo mateng) looks dirty to you? What if I say that your white face looks like my butt color skin (because both of them were same white and same protected from UV light)?&#8221;</p>
<p>Pyuhhh, out of control. I don&#8217;t intend to be rude. Maaf. Sepertinya saya kehabisan ruang buat berteriak dan sebagian bocor di sini. Berikut liriknya. Efeknya gak bakal terasa kalo ga sambil dengerin malem2, dan musti sendirian.</p>
<blockquote><p><strong>Efek Rumah Kaca &#8211; Melankolia</strong></p>
<p>Tersungkur di sisa malam<br />
Kosong dan rendah gairah</p>
<p>Puisi yang romantik<br />
Menetes dari bibir</p>
<p>Murung itu sungguh indah<br />
Melambatkan butir darah</p>
<p>Nikmatilah saja kegundahan ini<br />
Segala denyutnya yang merobek sepi<br />
Kelesuan ini jangan lekas pergi<br />
Aku menyelami sampai lelah hati</p>
<p><strong><a href="http://www.myspace.com/efekrumahkaca" target="_blank">Click here to listen Efek Rumah Kaca&#8217;s musics in live streaming</a></strong></p></blockquote>
<p>Jangan lupa sempetin dengerin <strong>Di Udara</strong> yang didedikasikan buat almarhum Munir. Officialy writed on their blog. Enough for the D&#8217;Massive, The Plagiator, from now on, cape gw.</p>
<p><em>PS:<br />
Mau maki2 dan berbicara kasar aja musti pake kedok review lagu segala. Maaf atas postingan gak guna ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utchanovsky.com/2008/11/lagu-efek-rumah-kaca-yang-paling-nyetrum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mood Ancur</title>
		<link>http://utchanovsky.com/2008/07/mood-ancur/</link>
		<comments>http://utchanovsky.com/2008/07/mood-ancur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uchan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[ERK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://utchanovsky.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya sempet bongkar diary mpok saya (masih muda waktu itu, agak2 khilaf emang), n nemuin puisi dia yang sampe sekarang masih ngebekas banget di hati. Kita diajar mencari agar kelak menjadi mentari kita diajak untuk sepi-sepi supaya hati tahu kadang tak bisa memiliki Kalo baca ini serasa lagi sendirian di pinggir pantai ngeliatin laut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu saya sempet bongkar diary mpok saya (masih muda waktu itu, agak2 khilaf emang), n nemuin puisi dia yang sampe sekarang masih ngebekas banget di hati.</p>
<blockquote><p><em>Kita diajar mencari<br />
agar kelak menjadi mentari<br />
kita diajak untuk sepi-sepi<br />
supaya hati tahu kadang tak bisa memiliki</em></p></blockquote>
<p>Kalo baca ini serasa lagi sendirian di pinggir pantai ngeliatin laut (timingnya harus pas, misalnya abis diputusin, abis ditolak, abis diselingkuhin, or abis di2 yang lainnya yg bikin kita pengen minum baygon).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 5px solid black;" src="http://img.photobucket.com/albums/v40/luv2run1222/surfer_huntington_pier.jpg" alt="" width="495" height="337" /></p>
<p>NB:<br />
Pas lagi diem2 terharu gitu, tiba2 adek saya lewat n nyetel lagu <strong><span style="text-decoration: underline;"><a title="Visit on MySpace" href="http://www.myspace.com/efekrumahkaca" target="_blank">Efek Rumah Kaca</a></span> </strong>- Lagu Cinta Melulu pake speaker HP jadul yang sember.</p>
<p>Langsung ilang begitu aja mood-nya :hammer:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://utchanovsky.com/2008/07/mood-ancur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
