Water in Jakarta, Indonesia, The Most Expensive Water on Southeast Asia

Monday 27 February 2012 | Comments (3)

Someone post this news in Yahoo Indonesia and other mainstream news portal using Indonesian Language. I’m re-posting this news in English, for more wide spreading the danger of capitalism in vital sector Industry. I think the country failed establishing people’s rights.

Many people in Jakarta complaining about the water service in jakarta. Starting from the price, bad service, and the contract between country water company (PAM) and it’s private partner company, Palyja and Aetra. The contract it self was started in 1997.

Until end of 2010, PAM should bear the loss Rp 610 miliar and debt Rp 530 miliar. The company it self gain minus equity about Rp 985,72 miliar. The PAM continues to lose money, they were unable to get some profit because according to contract, the privat company partner ask for increase profit for each six month. Instead gain some profit, PAM should give it’s profit to it’s Partners.

Because of this contract, Palyja and Aetra (the private company partner) always gain profit. Until June 2011, Palyja gain net profit about Rp 119,48 miliar. Palyja also has retained earnings amounting to Rp 898.12 miliar. Total income is almost half of Palyja’s assets, Rp1,82 triliun.

The Aetra it self has good performance. First 3 months in 2011 (first quarterly), this company gain net profit Rp 27,90 miliar. This profit increase according in same periode last year which about Rp 16,43 miliar. This year Aetra also have paid the investors dividend about Rp 200 miliar.

since the beginning of this contract is detrimental to the company. And if the contract isn’t change, PAM condition will getting worst and will assume debt about Rp 18,2 triliun in end of contract periode (year 2022). The company must take back and regain profit, and it start with stopping the contract with those capitalism company.

No Need To Proud

Friday 7 May 2010 | Comments (4)

ichsan

Still Proud !??!?

sm

Of the institution !??!?

stallman

While other countries had kicked them?

ngakak-kaskusngakak

Source (cek tekapeh):

Find more at:
gugling-dewek

Tidak Timpang Sama Sekali

Monday 30 November 2009 | Comments (31)

Misalnya kita pernah dengar ada yang bilang;

  • “Harusnya layanan PPLN (Persatuan Penyedia Lilin Nasional) bisa lebih baik, wong penyedia service cuma Anda doang (monopoli). Apalagi hampir tiap tahun tarif dinaikkan.”
  • “Gaji menteri Negara Xendonezyah tergolong rendah dibanding negara-negara lain di kawasan EFGHedonis, karena itu gaji menteri memang mesti dinaikkan.”
  • “Apa-apaan sih Jasa Mangga (mangga-silakan, silakan lewat -red), wong make jalanan tinggal make, kok tiap tahun dinaikin terus tarifnya? Udah mana macet-macet juga.”

( More … )

Buruk Rupa Cermin Dibelah

Thursday 18 June 2009 | Comments (27)

“Jika nuklir ini dinilai jelek dan kami dilarang memiliknya, mengapa kalian sebagai adikuasa memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini baik bagi kalian, mengapa kami tidak boleh juga memakainya?”

Lama-lama kalo dipikir-pikir, AHMADINEJAD ROCKS juga yah :-D . Yang berani bilang begitu malah orang Syiah, yg notabene musuhnya orang-orang “bersih” yang sering dikid-dikid bilang bid’ah. Sekarang mereka lagi ngelus-ngelus calon incumbent biar dapat jatah kursi. (anggep aja omongan orang yg kecewa)

Btw satu2nya pemakaian nuklir dalam perang yg sebenarnya cuma terjadi di Nagasaki-Hiroshima. Negara edan yg ngelakuinnya, si you know who itu, yg ngaku-ngaku jadi polisi dunia. Bener-bener buruk rupa cermin dibelah, cuci tangan sampai bersih. All media it’s yours.

Sebentar Lagi: Negara Indonesia Dijual

Monday 15 June 2009 | Comments (33)

Ampun dah. Iseng2 baca koran Kompas basi (telat sekitar 3/4 hari), beneran baru tahu kalau ternyata empat (4) tahun pemerintahan SBY telah menghasilkan jumlah hutang yang mengalahkan hutang selama tiga puluh dua (32) tahun pemerintahan Pak Harto. Kenapa hal yang segenting ini tidak diperhatikan orang banyak yah? Googling lagi di inet, ada pula artikel softcopy-nya. Silakan cek TKP sendiri di sini (sumber valid dari KOMPAS) atau di sini (sumber valid rakyat merdeka).

Kalo memang benar musti dilanjutkan, saya kira sebentar lagi Indonesia bisa dijual (secara de jure). Faktanya di lapangan, kedaulatan kita sudah diacak-acak sama negara lain, sistem ekonomi sudah diatur (silakan simpulkan kenapa SBY bisa masuk nominasi Times), sumber daya alam sudah dibawa keluar (freeport), warga negara dipandang rendah bangsa lain (TKI), dsb.

Andaikata misi lanjutkan ternyata gagal, yang paling kasihan capres yang menggantikan. Dengan sistem pemerintahan yang paling jujur sekalipun, belum tentu hutang-hutang segunung itu bisa dibayar. Anda berani bayangin kalau Indonesia dijual? Punya bayangan Indonesia bakalan bangkrut? Ck ck ck … Saya pribadi bayanginnya aja masih merinding… hiyyyy