November 30th, 2008 utchanovsky

What is their intention? 35 million budgeted money for a laptop? Specifications for the laptop is used for what? Image n movie editing? 3D modeling and rendering? I think they only use laptop for typing, browsing, and read some email. Maybe a little multimedia aplication (such Winamp or Windows Media Player). What the kamsud para juragaaaaannnn di atas sana !!!!!????!!! Pake EEPC yang 4 jutaan juga jadi kalo buat juragan mah. Lagian ringkes dan kecil pula, gak ribet kalo dibawa2 kerja.
Sial, kekejaman apalagi yang bakal terjadi ke depan di 2009
Ngomong2 soal gambarnya, copas dari detik. Sengaja pake gambar, soalnya situsnya pake proteksi copy text klik kanan
. Sekalian biar gak kedeteksi duplicat content sama Google
.
Baca lebih lanjut di sini
http://www.detiknews.com/read/2008/11/29/121216/1045107/10/laptop-rp-35-juta-berpotensi-mark-up
Posted in Hitam Putih | 21 Comments »
July 3rd, 2008 utchanovsky
Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan saya sebelumnya di Sony VAIO (2)
Sebelumnya ada intruksi buat ngecek2 mana saja yang kurang dari lapie VAIO temen saya. Berhubung flashdisk saya sehari2 make memory card (saya agak2 trauma make flashdisk biasa), timbul keinginan untuk mencoba fasilitas built -in card reader di lapie tersebut.

Akhirnya saya keluarkan MMC mobile saya dari card reader, dan saya masukkan ke dalam card reader laptop VAIO. Saya kira sampai di sini gak ada masalah.
Tapi ternyata
, semua MMC mobile saya terbenam ke dalam card reader di laptop. Saya tidak bisa mengeluarkan lagi MMC mobile yg sudah saya masukkan. Ola la la dan ternyata, slot card reader di VAIO tersebut diperuntukkan untuk memory card jenis MMC, bukan MMC mobile. Ukuran MMC mobile adalah separuh dari MMC biasa. Untuk menggunakan MMC mobile ke perangkat MMC biasa, harus menggunakan ekstension khusus, sebagaimana gambar di bawah ini.

Jadi, otomatis MMC mobile saya tersangkut 
di card reader built-in lapie sony VAIO temen saya. Saya bener2 sudah pasrah dan (dipaksa) ikhlas membiarkan MMC mobile tersebut menjadi milik temen saya tadi.
Tapi perjuangan belum berakhir. Dengan berbekal pengalaman menonton film McGayver sewaktu kecil, dengan nekat saya colok2 slot card reader di laptop VAIO tersebut. Referensi menonton Mission Impossible juga turut berperan memberi ide menggunakan pin set. Ujung pinset sedikit dibengkokkan, kemudian dengan mengandalkan feeling dan keteguhan hati…

Setelah satu jam akhirnya MMC mobile saya berhasil dikeluarkan
<=== es jeruk.
-Selesai-

Posted in Did I Have a Story? | 20 Comments »
July 3rd, 2008 utchanovsky
Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan saya sebelumnya, ( Sony VAIO (1) )
…Logo ini adalah sumpah sekaligus pernyataan kebebasan dari penjajahan…
Tentu saja saya terus mengumpat selama kemunculan logo VISTA tadi (walau cuma dalam hati). Malu lha sama logo PeCeLinuxOS yang bersender anteng anggun terpasang di sidebar blog utchanovsky. Logo ini adalah sumpah, sekaligus merupakan pernyataan kebebasan dari penjajahan polisi yang rajin nyari2 kesempatan di bandara dan warnet kapitalis berduit (haiyah sebegitunya) .
Setelah masuk ke tampilan desktop, fokus segera tertuju pada pertanyaan teman saya sebelumnya, “kayaknya MS Excel-nya gak ada deh?”. Setelah mengutak-atik start menu VISTA yang melelahkan (saat itu diakses dengan touchpad dan memang melelahkan), ternyata MS Excel sudah terinstal namun shortcutnya belum ditampilkan di desktop. Segera saya klik kanan icon MS Excel dan klik send to desktop (create shortcut). Simsalabim lagi… persoalan selesai (user yg nanya nubie nih).
“Bu, ini udah Excel-nya.”
“Oh udah ya, makasih yah.” Saya hanya senyum2 sedikit sambil menganggukkan kepala.
“Oh iya. Kamu jago kan komputernya, diliat2 dulu yah laptopnya gimana. Kalo ada yang kurang2 tambahin aja.”
“Iya Bu” (sssettt, jago dari hongkong) Teman saya yang saya panggil Ibu tadi akhirnya meninggalkan saya sendirian.
Saya liat spesifikasi hardwarenya, ternyata lapie ini sudah tersemat prosesor Core2Duo dengan memory 1GB. Saya liat2 lagi fisiknya dengan mengangkat2nya ke atas (keliatan kayak orang udik waktu itu). Wah ternyata slot USB-nya banyak juga. Agak ke kiri sedikit, ternyata tersedia slot buat card reader. Nah dari sini lah prahara itu bermula.

… bersambung

Posted in Did I Have a Story? | 4 Comments »