Autostart Jupiter Applet on Openbox

Sunday 13 November 2011 | post a comment

Iseng-iseng memasang Openbox di Ubuntu Lucid Lynx dengan membuang semua paket Gnome demi kebutuhan distro Ubuntu super kencang. Hampir semua paket Gnome ikut terbuang, seperti totem atau paket-paket pada instalasi awal dan hasilnya layar blank (kernel panic) begitu komputer dinyalakan. Komputer dipaksa masuk lewat opsi repair dan menjalankan perintah “startx”, dan solusi untuk memperbaikinya ternyata menginstall gnome-session-manager.

Windows manager Openbox yang diberikan masih benar-benar apa adanya, tanpa panel dan wallpaper. Menu klik kanan di desktop masih berfungsi. Setelah menginstall tint2 panel dan nitrogen wallpaper management, ternyata paket Jupiter yang telah diinstall pada instalasi awal belum berjalan. Jupiter sendiri menggunakan mono (software untuk menjalankan program Windows di Linux), jadi cara menjalankannya tidak seperti biasa.

jupiter

Setelah sedikit eksperimen dan buka-buka Google, command untuk menjalankan Jupiter adalah:

mono /usr/bin/jupiter.exe

Selanjutnya tinggal masukkan command tersebut pada file autostart Openbox di directory:

/home/YOUR-USERNAME/.config/openbox

Beri delay 3 atau 5 detik sebelum dijalankan sehingga tidak bentrok dengan tint2 panel.


## Start Jupiter
(sleep 3s && mono /usr/bin/jupiter.exe) &

PS:
Jupiter sendiri merupakan aplikasi power manager yang lebih terintegrasi ketimbang Gnome Power Manager. Sangat berguna untuk mengurangi konsumsi daya laptop yang berlebihan.

[Fixing] Navigasi Touchpad Berfungsi, Tapi Pad Tidak Bisa Klik (Debian Squeeze).

Friday 15 July 2011 | Comments (3)

Postingan dokumentasi pribadi buat si Compaq. Arsip kian bertebaran di rimba internet sana, perlu catatan tersendiri di sini. Sekedar di-bookmark takut link-nya hilang atau dihapus mpu-nya. Di-save as suka bingung sendiri karena udah kebanyakan file yang simpen berceceran di sela-sela piringan hard disk.

Pada instalasi awal Crunchbang 10 (Debian Squeeze), navigasi touchpad berfungsi dengan baik, namun pad tidak bisa digunakan untuk meng-klik (memilih) tombol atau tautan link. Untuk memilih navigasi, menggunakan tombol kiri atau kanan di bawah touchpad.

touchpad

Nah biar touchpad bisa berfungsi, ada caranya. Ketemu di Wiki Debian. Di Wiki tersebut dijelaskan berbagai panduan sesuai dengan versi kernel dan xorg Debian yang digunakan. Kebetulan spesifikasi Crunchbang 10 sudah menggunakan kernel 2.6.32-5 dan Xorg 1.7.7.

Jalankan command promt Linux (konsole, terminal, terminator).

Untuk menampilkan versi kernel bisa menggunakan perintah:
uname -r

Untuk menampilkan versi xorg bisa menggunakan perintah:
xdpyinfo | grep version

Setelah mengetahui versi kernel dan xorg, berikut cara yang digunakan. Lihat hardware touchpad yang ada di komputer dengan perintah:
egrep -i ‘synap|alps|etps’ /proc/bus/input/devices

Setelah saya menjalankan perintah tersebut, diketahui bahwa COMPAQ CQ40 337TU menggunakan hardware “AlpsPS/2 ALPS GlidePoint”.

Tinggal masukkan konfigurasi yang dijabarkan dalam Wiki :-p

Buka ketik kembali di terminal:
sudo gedit /etc/X11/xorg.conf

Selanjutnya akan muncul berkas teks kosong. Paste baris berikut di berkas tersebut.
Section “InputClass”
Identifier “Touchpad” # required
MatchIsTouchpad “yes” # required
Driver “synaptics” # required
Option “MinSpeed” “0.5″
Option “MaxSpeed” “1.0″
Option “AccelFactor” “0.075″
Option “TapButton1″ “1″
Option “TapButton2″ “2″ # multitouch
Option “TapButton3″ “3″ # multitouch
Option “VertTwoFingerScroll” “1″ # multitouch
Option “HorizTwoFingerScroll” “1″ # multitouch
Option “VertEdgeScroll” “1″
Option “CoastingSpeed” “8″
Option “CornerCoasting” “1″
Option “CircularScrolling” “1″
Option “CircScrollTrigger” “7″
Option “EdgeMotionUseAlways” “1″
Option “LBCornerButton” “8″ # browser “back” btn
Option “RBCornerButton” “9″ # browser “forward” btn
EndSection

Selanjutnya simpan dan restart untuk mengaktifkan perubahan X server.

PS:
Konfigurasi XORG tidak seperti distro slackware yang terpusat. Pada distro ini, di Wiki dijelaskan bahwa kita tidak perlu memasukkan ulang kembali seluruh konfigurasi XORG, cukup perubahan yang ingin diterapkan.

Sistem Operasi Idle Cuma 60MB dan Processor Usage 1%

Sunday 10 July 2011 | Comments (13)

Postingan dokumentasi pribadi, repost atau nubitol dijamin

Setelah membeli batere baru buat si COMPAQ, dimana batre ngedrop setelah masa penggunaan 1 tahun membuat saya berpikir berbagai cara untuk membuat batre jadi lebih lama. Sebelumnya sudah bereksperimen distro mana yang paling irit batre, secara tidak sengaja saya menemukan racikan Debian yang lebih irit sumber daya lagi (memori + prosesor).

Btw ini ringan bukan OS model-model mesin server yang hanya berbasis teks, tapi OS dengan tampilan dan menu yang memudahkan penggunanya berinteraksi dengan komputer, walaupun agak-agak janggal :-p

Pertama, download Crunchbang 10 XFCE edition (based on Debian Squeeze) di sini (torrent) dan install di komputer Anda. Pada kasus saya, Instalasi dual boot memang mendeteksi adanya sistem operasi Windows. Namun ketika direstart, OS Windows tidak ada di pilihan menu start awal (kalau Ubuntu mungkin lancar jaya). Solusinya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya pengaturan mirror, saya mengambil dari mirror Debian ITS atau mirror lokal lain mana saja kesukaan Anda. Jalankan terminal dan ketik:
sudo gedit /etc/apt/sources.list

Berikut ini penjelasan dari syntax di atas
- sudo merupakan cara kita memperoleh hak admin
- gedit merupakan teks editor berbasis visual bawaan gnome
- /etc/apt/sources.list merupakan lokasi dan file konfigurasi repo

Begitu Anda menekan [Enter], akan muncul konfirmasi untuk memasukkan password root. Masukkan password root saat pertama kali Anda menginstall. Tekan [Enter] kembali, selanjutnya akan muncul file teks yang terbuka berisi konfigurasi repository yang ada di OS kita.

Selanjutnya tambahkan alamat repo.
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free

Berikut ini isi lengkap list repo saya. Alamat repository bawaan Crunchbang bisa di-disable dengan diberikan komentar #
## CRUNCHBANG
## Compatible with Debian Squeeze, but use at your own risk.
# deb http://packages.crunchbanglinux.org/statler statler main

## DEBIAN
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free
# deb-src http://ftp.de.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free

## DEBIAN SECURITY
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
# deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main

## DEBIAN BACKPORTS
deb http://backports.debian.org/debian-backports squeeze-backports main contrib non-free

Setelah disimpan, tutup file tersebut dan update sumber agar perubahan dikenali melalui syntax berikut.
sudo apt-get update

Sampai di sini alamat repository telah berubah di alamat lokal. Save bandwidth dan transfer file yang lebih cepat.

Selanjutnya pasang windows manager Openbox
sudo apt-get install openbox

Restart komputer Anda dan Session bisa dipilih saat pertama kali login, mau masuk XFCE atau Openbox. Pilih Openbox dan buat menjadi permanen. Anda akan mendapatkan Debian dengan resource sumber daya prosesor dan memory yang sangat rendah. Prosesor dan RAM pada kondisi idle hanya terpakai 1% dan memory total 62MB-an.

Sampai di sini mungkin muncul pertanyaan. Kenapa ngga download yang Crunchbang 10 Openbox aja sekalian dari awal? Well saya sudah terlebih dahulu mencoba versi Openbox, dan memory yang dihabiskan bisa mencapai 84MB. Masih lebih besar 20MB dari racikan ala saya. Dengan ukuran ISO yang sama-sama 700MB-an, mendownload Crunchbang versi XFCE masih terbilang lumayan. paket Openbox yang didownload pun tidak lebih dari 15MB.

conky

Kenapa “yang official” bisa lebih besar, sementara cara di atas tidak? Well Openbox racikan ala saya tidak dipasang program yang memanajemen Wallpaper yang ada di desktop, dan mungkin beberapa servis yang tidak dipasang, seperti daemon yang mengatur shortcut [Alt] + [F2] untuk menjalankan program dan tombol logout tidak aktif dll (I’m not a coder anyway T_T).

PS:

  • Setelah upgrade (versi 6.0.2) Crunchbang berubah total cita rasanya jadi murni Debian
  • berhubung menu logout ga bisa, shutdown bisa via terminal dengan mengetik:
    sudo halt

Tentang Konsumsi Daya di Ubuntu

Monday 14 March 2011 | Comments (14)

ubuntu-logoDari thread ini di kaskus, saya mendapatkan perbincangan yang menarik. Sepertinya sudah menjadi rahasia umum di kalangan linuxer kalau Ubuntu itu sangat rakus daya batere, saya sendiri juga pernah mengalaminya. Dari hasil pengujian di website ini diperlihatkan bahwa Ubuntu kalah telak dengan Windows 7. Tidak hanya kalah lawan Windows 7, Ubuntu juga kalah telak dengan MacOS. ( More … )

Trio Edubook Review

Tuesday 28 December 2010 | Comments (26)

geckoSetelah sekian lama mengoprek-oprek banda ini dengan segala suka dukanya :shock: , saya merasa perlu membagi-bagikan sedikit review saya mengenai netbook Trio Edubook (di luar dikenal dengan nama Gecko Edubook). Netbook murah dengan tenaga batere jam dinding sebanyak 8 buah. Mengusung konsep device on chip, yang diklaim mudah untuk diupgrade komponen-komponen di dalamnya.
( More … )