Mint Menggeser Ubuntu di Distrowatch

Wednesday 9 November 2011 | Comments (2)

distrowatch-rank

Sudah lama tidak mampir ke situs sumber informasi berbagai distro GNU/Linux Distrowatch, kaget juga ternyata peringkat Ubuntu sudah digeser oleh Distro Linux Mint. Sebenarnya hal ini sudah banyak diprediksi oleh para pencinta dunia FLOS, terkait dengan perubahan interface yang diusung oleh Ubuntu itu sendiri.

Pasca-rilis LTS Lucid Lynx, rilis Ubuntu selanjutnya kini melepas interface Gnome lama sebagai tampilan desktop dan beralih ke Unity. Sekarang bergeser lagi ke Gnome Shell dan menyediakan opsi untuk menginstall Gnome3 dari repository. Ubuntu yang baru memang Indah, tapi hal ini tentunya menyulitkan para pengguna dengan tipe “established”.

Alternatif untuk Gnome2, pengguna biasanya beralih ke XFCE dengan tampilan yang mendekati Gnome2. Interface LXDE juga bisa menjadi pilihan dengan core Openbox yang dikenal sangat ringan. Pencinta Ubuntu bisa mencoba Xubuntu atau Lubuntu yang semakin populer.

Fenomena ini mungkin sama ketika KDE 4 pertama kali diluncurkan, mengganti KD3 dengan tampilan desktop plasma yang mengubah interface KDE secara fundamental. KDE3 kini berubah menjadi Trinity Desktop Environment, dan masih terus di-maintain sampai sekarang.

Saat itu orang begitu alergi dengan KDE4, desktop yang berat, file manager yang rumit (Dolphin), dan sebagainya. Namun kini KDE4 secara mantap diterima sebagai desktop manager moderen dan canggih serta menjadi tampilan default berbagai distro populer, seperti OpenSuSE dan Mandriva.

Kira-kira, untuk rilis Ubuntu LTS edisi mendatang (12.04), Apakah Ubuntu masih berani mengusung tampilan barunya? Mint sendiri berhasil menyalip Ubuntu setelah bertahun-tahun merajai peringkat di Distrowatch dengan mengusung kesederhanaan ala Gnome2 dan fleksibilitas memberikan file-file non-free.

 

Perang Konsumsi Daya Distro GNU/Linux

Tuesday 28 June 2011 | Comments (10)

Setelah batre laptop nge-drop hingga kapasitas maksimal pengisian tinggal 21%, saya mulai menyalahkan sistem operasi yang digunakan. Berhubung batere sudah diganti, dan tidak ingin pengalaman buruk terulang kembali, saya melakukan pengujian guna memperoleh OS mana yang irit daya dan layak dijadikan pilihan.

Racikan distro dengan desktop manager GNOME dan KDE jelas di luar pilihan. Pilihan jatuh pada distro yang menggunakan windows manager LXDE, Enlightment, atau OpenBox. Mint 9 LXDE jadi pilihan karena core-nya berbasis Lucid Lynx dengan dukungan hingga tiga tahun, sementara Crunchbang jadi pilihan karena kesederhanaan dan kestabilan ala Debian.

Kesemuanya setelah dipasang, langsung dilakukan pembaruan terkini dari repository asal (default) demi mendapatkan pembaruan yang paling update. Asumsinya, walau Distro Mint yang digunakan rilis lama, tapi pembaruan tetap didukung sampai saat tes berlangsung pada 27-28 Juni 2011, begitupun dengan Crunchbang. OS yang pertama dicoba adalah Mint, dilanjutkan dengan Cruncbang.

Linux Mint 9 LXDE (based on Ubuntu Lucid)
ISO size: 595MB
Tanggal Rilis 18 Juli 2010

Crunchbang 10 R20110207 (based on Debian Squeeze)
ISO size: 684MB
Tanggal Rilis 8 Februari 2011

Jenis test adalah kondisi idle laptop. Layar terus-menerus menyala tanpa screen saver (layar tidak dimatikan). menon-aktifkan screen saver akan menghilangkan kemungkinan program berjalan di belakang yang akan meminimalkan persentase penggunaan CPU dan memory. Dah hasilnya adalah…

Linux Mint 9 LXDE (based on Ubuntu Lucid)
Waktu idle:  2 jam 25 menit (batere sisa 0%)

Crunchbang 10 R20110207 (based on Debian Squeeze)
Waktu idle:  2 jam 35 menit (batere sisa 10%)

Hasil tes dari saya menunjukkan bahwa Crunchbang 10 lebih irit batre dari Linux Mint 9 LXDE. Test kedua pada distro Crunchbang sengaja disisakan daya 10%. Menghabiskan daya hingga ke 0% akan membuat batre cepat rusak, jadi test hingga batre benar-benar kering tidak dilakukan lagi di distro Crunchbang.

Hasil ini tidak bisa dijadikan kesimpulan karena test hanya penggunaan pada kondisi idle. Test pada saat menjalankan program, menyetel film, dan sebagainya akan lebih memperlihatkan distro mana dengan racikan coding yang efisien.

Instal Firefox 5 di Linux Mint 9 LXDE

Sunday 26 June 2011 | Comments (5)

Postingan dokumentasi pribadi. And just for nubi dan end-user only.

mintJika Anda memilih keluarga GNU/Linux sebagai sistem operasi di PC atau laptop Anda, sepertinya Anda tidak akan terlepas dari keperluan internet. Internet dibutuhkan untuk menambah berbagai program atau driver tambahan guna meningkatkan performa sistem operasi komputer Anda. Hardcore user malah menggunakan internet sebagai tahap awal dalam mengembangkan OS mereka setelah menginstall minimal system di komputernya (Gentoo, Arch, etc).

Karena ingin beres-beres, seluruh laptop saya saya hapus partisinya dan saya pasang Linux Mint 9 LXDE yang berbasis Ubuntu Lucid Lynx dengan dukungan pembaruan hingga 3 tahun. Pilihan jatuh ke Linux Mint LXDE karena saya bodoh proses installasi sangat pas untuk end-user dengan menggunakan mode grafis disertai bawaan desktop manager yang ringan.

Setelah selesai, Anda akan mendapati bahwa browser internet Firefox di komputer Anda adalah versi 3.6.6, sementara versi termutakhir dari Firefox sekarang ini adalah versi 5.0. Untuk melakukan pembaruan, terlebih dahulu komputer harus terkoneksi ke internet. Instalasi default di PC saya langsung mendeteksi adanya modem Motorola SB5101 SURFboard bawaan Firstmedia. Untuk Anda yang belum terkoneksi, silakan koneksikan terlebih dahulu komputer Anda.

start

Jalankan terminal melalui
Menu (pojok kanan bawah) > Terminal.

Setelah itu akan muncul program berwarna hitam mirip tampilan Windows 7 Command Line (CMD) atau program MS-DOS di Windows versi lama.

Ketikkan di layar Terminal tersebut:
sudo add-apt-repository ppa:mozillateam/firefox-stable

tekan [Enter]

Selanjutnya Anda akan diminta memasukkan password root yang dibuat saat pertama kali Anda menginstal Linux Mint. Jika Anda tidak tahu, hubungi orang/administrator yang memasang Linux Mint di komputer Anda.

Masukkan password root Anda dan tekan [Enter]. Ketika mengetikkan password, tidak ada karakter asterik yang muncul. Ini merupakan proteksi ala sistem UNIX yang membuat password ketika diketikkan tidak akan ditampilkan jumlah karakternya walau tanda asterik sekalipun. Setelah Anda menekan [Enter] Layar akan menunjukkan berbagai proses tulisan.

Kemudian ketikkan lagi
sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

tekan [Enter]

Proses instalasi berlangsung, dan ada beberapa pilihan pertanyaan. Jawab “Ya” dengan menekan tombol [Y] atau “Tidak” dengan menekan tombol [N]. Ikuti instruksi yang tertera di layar. Jika Anda merasa tidak mengerti pilhan yang ditanyakan, pilihlah pilihan yang “default”.

Dan selamat, akhirnya Firefox 5 sudah ada di menu desktop komputer Anda.

NB:
Anda bisa langsung menyalin perintah dari tulisan ini, dan mem-paste-nya di Terminal Anda dengan Klik Kanan > Klik Paste

Pada beberapa kasus, shortcut Firefox menghilang dari Menu LXDE. Untuk menjalankan Firefox, cukup ketikkan “firefox” di Terminal.

Tidak Memakai Windows, Uang Anda Kembali.

Thursday 12 November 2009 | Comments (51)

Seseorang bernama Graeme Cobbett melakukan komplain kepada Microsoft. Dia meminta uang kembali kepada perusahaan atas lisensi sistem operasi Windows Vista yang tidak terpakai di notebook yang baru ia beli (satu paket terbundled di dalam). Sebagaimana kita ketahui sekarang ini, banyak laptop yang dijual rata-rata sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows. Graeme lebih memilih untuk memasang Linux Mint di laptopnya.

( More … )