Wow, Akhirnya Ada Rilis Terbaru dari CrunchBang

Monday 28 November 2011 | Comment (1)

Setelah vakum sekian lama semenjak rilis sebelumnya di bulan Februari 2011, kini CrunchBang Statler rilis teranyar (27 Nov 2011) siap diunduh. Salah satu distro GNU/Linux favorit saya dengan antar muka Windows Manager Openbox berbasis Debian GNU/Linux. Bagi Anda yang doyan sesuatu yang “cepat” dan “halus”, distro ini jelas untuk Anda.

Kurang lebih satu jam lagi distro ini selesai diunduh. Selanjutnya tinggal membuat bootable OS menggunakan USB dan melakukan instalasi pada PC saya. Sangat direkomendasikan untuk penggunaan laptop karena terbukti lebih irit sumber daya ketimbang Mint 9 LXDE (Lucid Based).

download crunchbang

Yang membuat saya semakin penasaran adalah, developernya mengklaim bahwa rilis Statler kali ini lebih cepat ketimbang edisi sebelumnya. Fasilitas manajer login grafis GDM diganti SLiM yang jelas jauh lebih ringan. Begitu juga dengan aplikasi Plymouth yang ikut dibuang (fasilitas graphical boot loader).

Detil rilis terbaru kali ini.

  • Menggunakan Openbox terbaru (3.5).
  • Kembali ke Firefox 8, daripada Chrome 9 (yai).
  • Opsi instalasi LibreOffice (sebelumnya OpenOffice).
  • Editor Geany yang standalone, ketimbang Gedit yg membutuhkan library Gnome 3.
  • Support network browser, dengan file manager Thunar dan Gigolo.
  • OS yang lebih bersih setelah instalasi dengan membuang paket-paket pada mode live.

Selengkapnya bisa diintip2 di mari.

Mengganti Paket Gnome Ubuntu Lucid Lynx dengan Openbox

Monday 14 November 2011 | post a comment

Jika Anda menginginkan Ubuntu Lucid Lynx super ringan pada PC Anda, Anda dapat membuang semua paket Gnome dan menginstall windows manager Openbox. Openbox sendiri terbilang cukup menarik, karena kita bebas mengutak-atik menu dan tampilan yang sesuai untuk penggunaan pribadi.

Untuk membuang semua paket Gnome Ubuntu dan menginstall Openbox, Anda dapat menjalankan perintah berikut:
sudo apt-get remove adium-theme-ubuntu alacarte app-install-data-partner binfmt-support binutils bluez-gstreamer branding-ubuntu brltty brltty-x11 capplets-data checkbox checkbox-gtk cli-common compiz compiz-core compiz-fusion-plugins-main compiz-gnome compiz-plugins compizconfig-backend-gconf computer-janitor computer-janitor-gtk couchdb-bin dcraw desktopcouch empathy empathy-common eog erlang-base erlang-crypto erlang-inets erlang-mnesia erlang-public-key erlang-runtime-tools erlang-ssl erlang-syntax-tools erlang-xmerl evolution evolution-common evolution-couchdb evolution-data-server evolution-data-server-common evolution-exchange evolution-indicator evolution-plugins evolution-webcal example-content f-spot gbrainy gcc gcc-4.4 gconf-defaults-service gconf-editor gdm-guest-session gedit gedit-common gnome-about gnome-applets gnome-applets-data gnome-bluetooth gnome-control-center gnome-disk-utility gnome-media gnome-media-common gnome-nettool gnome-panel gnome-panel-data gnome-power-manager gnome-screensaver gnome-session gnome-session-canberra gnome-terminal gnome-terminal-data gnome-themes-selected gnome-themes-ubuntu gnome-user-share gnome-utils gstreamer0.10-gnonlin gstreamer0.10-plugins-base-apps gstreamer0.10-tools gvfs-fuse gwibber gwibber-service humanity-icon-theme ibus ibus-gtk ibus-m17n ibus-table indicator-applet indicator-applet-session indicator-me indicator-messages indicator-session indicator-sound libanthy0 libart2.0-cil libc-dev-bin libc6-dev libcamel1.2-14 libcanberra-pulse libcompizconfig0 libcouchdb-glib-1.0-2 libcryptui0 libdecoration0 libdesktopcouch-glib-1.0-2 libebackend1.2-0 libebook1.2-9 libecal1.2-7 libedata-book1.2-2 libedata-cal1.2-6 libedataserver1.2-11 libedataserverui1.2-8 libegroupwise1.2-13 libexchange-storage1.2-3 libexempi3 libflickrnet2.2-cil libgail-gnome-module libgconf2.0-cil libgd2-xpm libgdata-google1.2-1 libgdata1.2-1 libgdict-1.0-6 libgdiplus libgdu-gtk0 libgif4 libglade2.0-cil libglib2.0-cil libglitz-glx1 libglitz1 libgmime2.4-cil libgnome-keyring1.0-cil libgnome-media0 libgnome-pilot2 libgnome-vfs2.0-cil libgnome-window-settings1 libgnome2.24-cil libgnomepanel2.24-cil libgoocanvas-common libgoocanvas3 libgpgme11 libgpod-common libgpod4 libgraphite3 libgtk2.0-cil libgtkhtml-editor-common libgtkhtml-editor0 libgtkhtml3.14-19 libgtksourceview2.0-0 libgtksourceview2.0-common libgweather-common libgweather1 libhyphen0 libibus1 libical0 libido-0.1-0 liblaunchpad-integration1.0-cil liblpint-bonobo0 libm17n-0 libmetacity-private0 libmono-addins-gui0.2-cil libmono-addins0.2-cil libmono-cairo2.0-cil libmono-corlib2.0-cil libmono-data-tds2.0-cil libmono-i18n-west2.0-cil libmono-posix2.0-cil libmono-security2.0-cil libmono-sharpzip2.84-cil libmono-sqlite2.0-cil libmono-system-data2.0-cil libmono-system-runtime2.0-cil libmono-system-web2.0-cil libmono-system2.0-cil libmono2.0-cil libmtp8 libmusicbrainz4c2a libndesk-dbus-glib1.0-cil libndesk-dbus1.0-cil libneon27-gnutls libnunit2.4-cil libotf0 libpisock9 libpisync1 libprotobuf5 libprotoc5 libpst4 libpth20 libraptor1 librasqal2 librdf0 libsctp1 libsdl1.2debian-pulseaudio libsqlite0 libstlport4.6ldbl libtelepathy-farsight0 libubuntuone-1.0-1 libupower-glib1 libwmf0.2-7-gtk light-themes linux-headers-2.6.32-21 linux-headers-2.6.32-21-generic linux-headers-generic linux-libc-dev lksctp-tools m17n-contrib m17n-db manpages-dev media-player-info metacity metacity-common mono-2.0-gac mono-gac mono-runtime mousetweaks nautilus nautilus-data nautilus-sendto nautilus-sendto-empathy nautilus-share obexd-client openoffice.org-base-core openoffice.org-calc openoffice.org-common openoffice.org-core openoffice.org-draw openoffice.org-emailmerge openoffice.org-gnome openoffice.org-gtk openoffice.org-help-en-us openoffice.org-impress openoffice.org-math openoffice.org-style-galaxy openoffice.org-style-human openoffice.org-writer pitivi pkg-config plymouth-theme-ubuntu-logo protobuf-compiler pulseaudio-module-bluetooth pulseaudio-module-gconf python-avahi python-configglue python-couchdb python-crypto python-desktopcouch python-desktopcouch-records python-egenix-mxdatetime python-egenix-mxtools python-farsight python-fstab python-gnomekeyring python-gtksourceview2 python-gtkspell python-ibus python-indicate python-mako python-openssl python-pam python-papyon python-protobuf python-pycurl python-pygoocanvas python-pyinotify python-serial python-telepathy python-twisted-bin python-twisted-core python-twisted-names python-twisted-web python-ubuntuone python-ubuntuone-client python-ubuntuone-storageprotocol python-uno python-wnck rdesktop rhythmbox rhythmbox-plugin-cdrecorder rhythmbox-plugins rhythmbox-ubuntuone-music-store screen-resolution-extra seahorse ssh-askpass-gnome telepathy-butterfly telepathy-gabble telepathy-haze telepathy-idle telepathy-mission-control-5 telepathy-salut tomboy tsclient ubuntu-artwork ubuntu-desktop ubuntu-docs ubuntu-mono ubuntu-sounds ubuntu-system-service ubuntu-wallpapers ubuntuone-client ubuntuone-client-gnome uno-libs3 upower ure vino whois xdg-user-dirs-gtk xfonts-mathml && sudo apt-get install openbox

Setelah Ubuntu direstart, Anda masih mendapatkan tampilan gnome session manager (yang merupakan tampilan grafis untuk login ke sistem Anda), namun tidak ada lagi desktop Gnome di sana. Login tekan [Enter] dan masukkan password Anda untuk masuk ke lingkungan windows manager Openbox.

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan Openbox, semua aplikasi yang ada tersedia pada menu klik kanan di layar desktop Anda. Anda masih bisa mendapatkan XTERM terminal, paket manager Synaptic, dan browser Firefox 3 bawaan Lucid. Selanjutnya Anda tinggal menginstall berbagai software ringan sesuai dengan pilihan Anda.

Berikut ini beberapa aplikasi ringan yang disarankan:

  • Volume Manager (untuk mendeteksi drive baru yang dipasang melalui USB, seperti flashdisk atau USB kamera)
    sudo apt-get install thunar-volman
  • Basic compile tools (buat install program-program)
    sudo apt-get install build-essential checkinstall
  • Jika Anda menggunakan volume manager di atas, Anda akan mendapatkan file manager thunar. Untuk manual install, gunakan command
    sudo apt-get install thunar
  • Panel task manager untuk tempat meminimize program-program yang berjalan
    sudo apt-get install tint2
  • Conky untuk menampilan sistem informasi di desktop sistem yang sedang berjalan
    sudo apt-get install conky
  • XFCE Power manager (manajemen daya dari XFCE)
    sudo apt-get install xfce4-power-manager
  • Text editor (semacam notepad)
    sudo apt-get install mousepad

Selanjutnya mengkonfigurasi agar aplikasi panel yang berisi network dan power manager serta conky berjalan ketika komputer pertama kali dihidupkan. Edit file autostart.sh pada direktory
/home/USER-NAME-PC/.config/openbox/

Berikut ini isi file autostart.sh ubuntu Openbox milik saya:

(sleep 1s && tint2) &
(sleep 3s && nm-applet) &
(sleep 5s && xfce4-power-manager) &
(sleep 3s && conky) &

Light Music Player Linux

Tuesday 2 August 2011 | Comments (4)

Ini adalah postingan seri “save batery”

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai racikan distro Debian yang cuma make memory 64MB dan prosesor 1%, kini saya akan memperkenalkan lagi pemutar suara yang cukup light (enteng). Light di sini dalam artian berbasis tampilan grafis, bukan CMD, sehingga pengguna akhir bisa langsung bernavigasi dengan program melalui mouse.

DeadBeef, pemutar audio untuk desktop berbasis X11 dengan lisensi GPL(v2). Berikut ini fitur yang dimiliki oleh player ini.

  1. Format suara yang didukung mp3, ogg vorbis, flac, ape, wv, wav, m4a, mpc, tta, cd audio (dll).
  2. Mendukung penyuntingan ID3v1, ID3v2.2, ID3v2.3, ID3v2.4, APEv2, xing/info tags.
  3. Mendukung karakter non-unicode id3 tags – supports cp1251 and iso8859-1.
  4. Tidak memerlukan dependensi GNOME atau KDE.
  5. Bisa di-minimize ke tray.
  6. Icon di tray ketika di pencet scrollwheel akan mengatur volume control.
  7. Fasilitas drag and drop ke dalam playlist dari filemanagers.
  8. Global hotkeys. Bisa diset sesuka hati.
  9. Multiple playlists.
  10. Album artwork display.
  11. 18-band graphical equalizer
  12. radio and podcast support for ogg vorbis, mp3 and aac streams.
  13. Dukungan plugin; bundled with lots of plugins, such as global hotkeys and last.fm scrobbler; sdk is included.

Anda bisa mengunjungi situs resmi-nya di sini.

Berikut tampilan dari player ini.

deadbeef-music-player

Memory yang digunakan ketika menjalankan aplikasi ini tidak lebih dari 24MB, sementara Exaile bisa mencapai 34MB.

deadbeef-memory-usage

Sedikit review dari saya. Player ini dapat diminimize ke system tray tint2 panel (openbox) atau lxpanel (tergantung windows manager Anda), belum dicoba di Gnome atau KDE. Icon di system tray terintegrasi dengan scroll mouse untuk memperbesar atau memperkecil volume Deadbeef. Sangat ringan, lebih ringan dari Exaile yang berbasis Python. Jika Anda hanya membutuhkan pemutar suara saja, aplikasi ini layak jadi pilihan.

Sistem Operasi Idle Cuma 60MB dan Processor Usage 1%

Sunday 10 July 2011 | Comments (13)

Postingan dokumentasi pribadi, repost atau nubitol dijamin

Setelah membeli batere baru buat si COMPAQ, dimana batre ngedrop setelah masa penggunaan 1 tahun membuat saya berpikir berbagai cara untuk membuat batre jadi lebih lama. Sebelumnya sudah bereksperimen distro mana yang paling irit batre, secara tidak sengaja saya menemukan racikan Debian yang lebih irit sumber daya lagi (memori + prosesor).

Btw ini ringan bukan OS model-model mesin server yang hanya berbasis teks, tapi OS dengan tampilan dan menu yang memudahkan penggunanya berinteraksi dengan komputer, walaupun agak-agak janggal :-p

Pertama, download Crunchbang 10 XFCE edition (based on Debian Squeeze) di sini (torrent) dan install di komputer Anda. Pada kasus saya, Instalasi dual boot memang mendeteksi adanya sistem operasi Windows. Namun ketika direstart, OS Windows tidak ada di pilihan menu start awal (kalau Ubuntu mungkin lancar jaya). Solusinya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya pengaturan mirror, saya mengambil dari mirror Debian ITS atau mirror lokal lain mana saja kesukaan Anda. Jalankan terminal dan ketik:
sudo gedit /etc/apt/sources.list

Berikut ini penjelasan dari syntax di atas
sudo merupakan cara kita memperoleh hak admin
gedit merupakan teks editor berbasis visual bawaan gnome
/etc/apt/sources.list merupakan lokasi dan file konfigurasi repo

Begitu Anda menekan [Enter], akan muncul konfirmasi untuk memasukkan password root. Masukkan password root saat pertama kali Anda menginstall. Tekan [Enter] kembali, selanjutnya akan muncul file teks yang terbuka berisi konfigurasi repository yang ada di OS kita.

Selanjutnya tambahkan alamat repo.
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free

Berikut ini isi lengkap list repo saya. Alamat repository bawaan Crunchbang bisa di-disable dengan diberikan komentar #
## CRUNCHBANG
## Compatible with Debian Squeeze, but use at your own risk.
# deb http://packages.crunchbanglinux.org/statler statler main

## DEBIAN
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free
# deb-src http://ftp.de.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free

## DEBIAN SECURITY
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
# deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main

## DEBIAN BACKPORTS
deb http://backports.debian.org/debian-backports squeeze-backports main contrib non-free

Setelah disimpan, tutup file tersebut dan update sumber agar perubahan dikenali melalui syntax berikut.
sudo apt-get update

Sampai di sini alamat repository telah berubah di alamat lokal. Save bandwidth dan transfer file yang lebih cepat.

Selanjutnya pasang windows manager Openbox
sudo apt-get install openbox

Restart komputer Anda dan Session bisa dipilih saat pertama kali login, mau masuk XFCE atau Openbox. Pilih Openbox dan buat menjadi permanen. Anda akan mendapatkan Debian dengan resource sumber daya prosesor dan memory yang sangat rendah. Prosesor dan RAM pada kondisi idle hanya terpakai 1% dan memory total 62MB-an.

Sampai di sini mungkin muncul pertanyaan. Kenapa ngga download yang Crunchbang 10 Openbox aja sekalian dari awal? Well saya sudah terlebih dahulu mencoba versi Openbox, dan memory yang dihabiskan bisa mencapai 84MB. Masih lebih besar 20MB dari racikan ala saya. Dengan ukuran ISO yang sama-sama 700MB-an, mendownload Crunchbang versi XFCE masih terbilang lumayan. paket Openbox yang didownload pun tidak lebih dari 15MB.

conky

Kenapa “yang official” bisa lebih besar, sementara cara di atas tidak? Well Openbox racikan ala saya tidak dipasang program yang memanajemen Wallpaper yang ada di desktop, dan mungkin beberapa servis yang tidak dipasang, seperti daemon yang mengatur shortcut [Alt] + [F2] untuk menjalankan program dan tombol logout tidak aktif dll (I’m not a coder anyway T_T).

PS:

  • Setelah upgrade (versi 6.0.2) Crunchbang berubah total cita rasanya jadi murni Debian
  • berhubung menu logout ga bisa, shutdown bisa via terminal dengan mengetik:
    sudo halt