Sony VAIO (2)

Thursday 3 July 2008
Posted in: Did I Have a Story?

Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan saya sebelumnya, ( Sony VAIO (1) )

…Logo ini adalah sumpah sekaligus pernyataan kebebasan dari penjajahan

Tentu saja saya terus mengumpat selama kemunculan logo VISTA tadi (walau cuma dalam hati). Malu lha sama logo PeCeLinuxOS yang bersender anteng anggun terpasang di sidebar blog utchanovsky. Logo ini adalah sumpah, sekaligus merupakan pernyataan kebebasan dari penjajahan polisi yang rajin nyari2 kesempatan di bandara dan warnet kapitalis berduit (haiyah sebegitunya) .

Setelah masuk ke tampilan desktop, fokus segera tertuju pada pertanyaan teman saya sebelumnya, “kayaknya MS Excel-nya gak ada deh?”. Setelah mengutak-atik start menu VISTA yang melelahkan (saat itu diakses dengan touchpad dan memang melelahkan), ternyata MS Excel sudah terinstal namun shortcutnya belum ditampilkan di desktop. Segera saya klik kanan icon MS Excel dan klik send to desktop (create shortcut). Simsalabim lagi… persoalan selesai (user yg nanya nubie nih).

“Bu, ini udah Excel-nya.”
“Oh udah ya, makasih yah.” Saya hanya senyum2 sedikit sambil menganggukkan kepala.
“Oh iya. Kamu jago kan komputernya, diliat2 dulu yah laptopnya gimana. Kalo ada yang kurang2 tambahin aja.”
“Iya Bu” (sssettt, jago dari hongkong) Teman saya yang saya panggil Ibu tadi akhirnya meninggalkan saya sendirian.

Saya liat spesifikasi hardwarenya, ternyata lapie ini sudah tersemat prosesor Core2Duo dengan memory 1GB. Saya liat2 lagi fisiknya dengan mengangkat2nya ke atas (keliatan kayak orang udik waktu itu). Wah ternyata slot USB-nya banyak juga. Agak ke kiri sedikit, ternyata tersedia slot buat card reader. Nah dari sini lah prahara itu bermula.

… bersambung

You might also enjoying this post.