Tipis, dan Gak Kerasa

Saturday 6 December 2008
Posted in: Serius (Terlalu!)

It’s very thin, and almost people didn’t realize it. Soalnya ini udah hampir jadi keseharian. Dan kita juga masih sering make 😀 . Iseng abis ngunjungin hajatan saudara, kecanduan moto2 buat jadi bahan blog :hammer: ampe diliatin orang pula pas motonya 🙁 . Nemu poster ini

Harusnya si ditulis “silakan” (tanpa huruf h). Cek di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) online kata “sila” yang mendapat sufiks (imbuhan di belakang) “-kan”.

Yang lainnya yang juga sering:
– Para tamu-tamu beramai-ramai menyalami pengantin. (salah)
– Tamu-tamu beramai-ramai menyalami pengantin. (benar)
– Para tamu beramai-ramai menyalami pengantin. (benar)

Alasan:
Kata “para” sudah merupakan penanda bentuk jamak. Tidak perlu mengulang kata tamu (bentuk jamak) kalau memakai kata “para”. Atau sekalian buang kata “para” jika ingin mengulang kata “tamu”.

PS: 😈 lu ngapain posting ginian caaaannnnn 😡

You might also enjoying this post.