Old Stories…!!!

Sunday 14 December 2008
Posted in: Puisi

Misalnya kita

tahu apa yang

berada di balik

awan…

Awan pergi
seiring berlalunya waktu,  seandainya kita tahu apa yang berada di baliknya,
manakala ia berarak menjauhi

A.I.R MatA seketika menjadi
jawaban

Kita semakin sepi bisikmu. Kalau boleh jawab pasti teruntai dalam nada L-I-R-I-H… mungkin tidak ada yang perlu dijawab karena memang tidak pernah ada
pertanyaan

Mungkin ia tidak pernah menjadi
pertanyaan sebab
terlalu banyak

– – – – – – – – – – – – ->  Gelap


terlalu banyak kerumitan, terlalu
banyak aturan yang batasi, terlalu banyak petunjuk, terlalu banyak inisiatif,
terlalu banyak kesibukan, terlalu banyak rasa bahagia. TErlaLu!

Mengapa tidak pernah
ada
kebrutalan.
Terlalu-terlalu itu membekukan. Persoalan berubah, dan soal terlalu-terlalu
menjadi tidak relevan

Kita masih bertengkar di bawah, padahal sedari tadi langit biru tertawa sinis. Jengah menumpuk di dalam, padahal
tipuan2

metafor biru lazuardi, tiupan angin sepoi-sepoi, perasaan tenang saat menatap ke atas, dan s’gala yang indah-indah itu justru…

mematikan nurani!

Tanya
saja -si langit biru-!

(berkata dengan nada suntuk)

You might also enjoying this post.