Blogging dan Stress

Wednesday 11 March 2009
Posted in: Serius (Terlalu!)

Matthew Lieberman dari Universitas California mengatakan bahwa ketika kita menuangkan perasaan ke dalam kata-kata, ketika itu pula kita mengaktifkan bagian yang sama di otak kita yang berhubungan dengan pengendalian diri (Media Indonesia hlm 1, 17 Feb 09). Penelitian menggunakan pencitraan khusus yang bisa menangkap aktivitas syaraf otak melalui gelombang elektromagnetik. Ketika kita menuangkan perasaan kita (menulis), akan terjadi peningkatan bagian otak yang berfungsi mengurangi perasaan negatif (takut, amarah, dan agresif).

Jadi, dapat dipastikan para blogger adalah orang yang jauh dari stress (kalau menurut teori si Matthew Lieberman di atas). Blogger di sini dalam artian blogger umum yang menggunakan media tulisan di blognya (ada macam-macam blog yg tidak hanya menulis, seperti blog foto, blog video, blog musik, yang isinya foto, video, dan musik). Mereka mengekspresikan perasaannya lewat tulisan. Dapat disimpulkan ternyata nge-blog bagus buat kesehatan emosi kita, dan ini berarti nambah alasan lagi buat nyuruh orang ngeblog.

Tapi, teori ini tidak berlaku buat blog-blog copas bulat-bulat tanpa meminta izin, blog yang mengambil RSS dari blog orang lain tanpa menyantumkan link original tulisan dari mana demi ngejar traffic cari duid. Begitu juga blog yang justru mengekspresikan perasaan marah dan kebencian terhadap golongan tertentu yang cuma menghasilkan kebencian dan perpecahan antarmasyarakat. Tidak ada ekspresi emosi dalam tulisan, tidak ada aktivitas otak yang bergejolak, tidak ada peningkatan pengurangan perasaan negatif di otak.

You might also enjoying this post.