Setelah Mengganti Themes

Saturday 20 June 2009
Posted in: IT Anak Rumahan

Themes blog adalah ciri khas dari rumah seorang blogger. Menggonta-ganti themes menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memiliki jati diri (haiyah) πŸ˜† -kidding- . Sebelumnya saya terpaksa ganti themes karena ada persoalan teknis. Mengganti themes tidak hanya sekedar mengupload themes baru saja. Ada beberapa hal yang mesti dipastikan.

  1. Plugin Statistik (wp-stats)
    Plugin yang memanfaatkan API key dari wordpress.com ini biasanya wajib digunakan oleh para blogger yang terbiasa ngeblog dari hosting yang menumpang di WordPress. Jika statistik pengunjung tetap di angka 0, ini berarti fungsi plugin ini belum terpasang di themes baru. Tambahkan script berikut pada file footer.php themes.
    [cc lang=”php”][/cc]
  2. RSS feed
    Alamat RSS default blog dengan engine WordPress yang dihosting sendiri biasanya di
    [cc lang=”php” tab_size=”2″ lines=”40″]
    http://namablogkita.com/rss
    http://namablogkita.com/feed/rss/
    [/cc]
    Bagi Anda yang sudah mensubmit RSS Anda ke layanan FeedBurner, kita bisa mengganti url feed default ke url feed burner kita. Caranya, edit file header.php themes kita dan cari kode yang mirip-mirip ini
    [cc lang=”php”]di sini. Tutorial lebih lengkap bisa dilihat di sini
  3. Favicon
    Biasanya favicon tidak ditampilkan di address bar browser. Kita bisa membuatnya dengan menambahkannya url ke file icon yang telah kita buat dengan menambahkannya di file header.php, sebelum akhir dari tag < / head >.
    Upload juga file icon (ekstensi .ico) ke folder themes kita.
    [cc lang=”html”][/cc]
  4. Image Caption
    Image caption akan muncul ketika kita memberi judul dan keterangan pada gambar di postingan kita. Jika tidak muncul, kita harus menambahkan fungsi CSS-nya pada file style.css.
    tambahkan baris ini:
    [cc lang=”css” tab_size=”2″ lines=”30″]/* β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-Begin Images & captionβ€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”*/
    p img {
    padding: 0;
    max-width: 100%;
    }

    img.centered {
    display: block;
    margin-left: auto;
    margin-right: auto;
    }

    img.alignright {
    padding: 4px;
    margin: 0 0 2px 7px;
    display: inline;
    }

    img.alignleft {
    padding: 4px;
    margin: 0 7px 2px 0;
    display: inline;
    }

    .alignright {
    float: right;
    }

    .alignleft {
    float: left
    }

    .aligncenter,
    div.aligncenter {
    display: block;
    margin-left: auto;
    margin-right: auto;
    }

    .wp-caption {
    border: 1px solid #999;
    text-align: center;
    background-color: #fff;
    padding-top: 4px;
    margin: 10px;
    }

    .wp-caption img {
    margin: 0;
    padding: 0;
    border: 1px solid #ccc;
    }

    .wp-caption p.wp-caption-text {
    font-size: 11px;
    line-height: 17px;
    padding: 0 4px 5px;
    margin: 0;
    }
    /*β€”β€”β€”β€”β€”β€”End image & captions—————– */[/cc]

You might also enjoying this post.