Kebebasan yang Benar-benar Bebas

Tuesday 17 November 2009
Posted in: IT Anak Rumahan

stallman

Anda pasti cukup familiar dengan berbagai aplikasi seperti Mozilla Firefox, internet messenger Pidgin, office suit Open Office Org, FTP client Filezilla, bloging platform WordPress, CMS Joomla, dan lainnya. Jika Anda rajin menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, Anda pasti mengenal dengan baik lisensi aplikasi GPL. Lisensi GPL ini akan ditampilkan ketika pertama kali menginstall aplikasi tersebut di komputer. Biasanya, jarang ada orang yang mau membacanya 😆 (langsung pencet accept > next > next > next > finish). Well, siapakah orang edan di balik lisensi GPL yang biasanya gratis tersebut? Dia adalah Richard M Stallman (RMS). Seorang hacker yang bercita-cita membuat sistem operasi berikut program-program di dalamnya yang ‘bebas’ dan dapat dipergunakan oleh siapa saja (gratis adalah salah satu dampak tidak langsungnya). Dia adalah founder sekaligus presiden Free Software Foundation (FSF).

Untuk memahami makna pada kata “bebas” (free) yang dimaksud oleh Stallman mengacu kepada konteks kalimat “Free Speech”, bukan kepada “Free Snack”. Bersyukur kita memiliki kosa kata yang pas buat padanan dua hal yang sama tapi berbeda tersebut, yakni “bebas” dan “gratis”. Esensi kebebasan (free) yang diperjuangkan Stallman adalah kebebasan untuk menjalankan program untuk tujuan apapun, kebebasan untuk melihat struktur dan bagaimana mekanisme program tersebut bekerja, kebebasan untuk membuat salinan dan memberikannya pada orang lain, dan kebebasan untuk memodifikasi agar menjadi lebih baik sesuai dengan keinginannya. Btw postingan ini adalah hasil sistesis saya pada acara Copyright vs Community yang diadakan oleh anak-anak FIB UI jurusan Bahasa Jepang.

Di sini esensi yang sangat mengena bagi seorang Stallman (dan programer pada umumnya) adalah kebebasan untuk melihat struktur dan bagaimana software tersebut bekerja serta kebebasan untuk memodifikasi software tersebut agar bisa jadi lebih baik bagi penggunanya. Sebagaimana kita ketahui sejak tahun 1980-an, sistem operasi sebuah PC hampir sebagian besar dimonopoli oleh Microsoft. Dengan mengusung lisensi software propriarti, Microsoft tidak melampirkan source code dan user dipastikan tidak bisa mengetahui mekanisme-mekanisme apa yang terjadi di belakangnya (terlebih-lebih memodifikasi). User hanya diposisikan sebagai end-user yang tinggal memakai, dan hal inilah yang melahirkan kegusaran stallman.

utch-stallmanDari segi privacy, hal ini cukup mengganggu dia juga. Sebagaimana kita ketahui, MAC/Windows selalu memeriksa kondisi software usernya, kemudian memaksa mereka untuk menggunakan rilis update. Di sini terlihat bahwa software propriarti bisa melihat kondisi software di CPU yang kita pergunakan sedang berlangsung seperti apa. Mereka bisa mengambil data diri personal, mulai dari kontak email, telepon, tanggal lahir, detil orang tua kita, alamat rumah, dan sebagainya tanpa sepengetahuan usernya karena memang sifat programnya tertutup. Anda tak kan pernah tahu apa yang terjadi. Selain isu privasi, Stallman juga merasa software propriarti membatasinya untuk mengembangkan software yang ia pakai agar sesuai dengan keinginannya.

Atas dasar itulah, ia merintis proyek pengembangan software yang menggunakan azas kebebasan di atas. Bebas melihat bagaimana mekanisme-mekanisme software tersebut bekerja, tanpa ada proses yang berjalan di belakang. Dan sebagai seorang hacker, ia bebas mempelajari serta memodifikasi sistem operasi yang ia pakai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dia. Karena software yang ia kembangkan selalu melampirkan source code, dipastikan tidak ada sistem copyright dalam softwarenya karena tiap orang bisa bebas membuat berbagai versi atau mengembangkan sesuai keinginannya.

Four Freedom Essence of Free Software

  • The freedom to run the program, for any purpose (freedom 0).
  • The freedom to study how the program works, and change it to make it do what you wish (freedom 1). Access to the source code is a precondition for this.
  • The freedom to redistribute copies so you can help your neighbor (freedom 2).
  • The freedom to improve the program, and release your improvements (and modified versions in general) to the public, so that the whole community benefits (freedom 3). Access to the source code is a precondition for this.

You might also enjoying this post.