Kasus Ibu Prita dan Paradigma Baru Dunia Maya

Thursday 3 December 2009
Posted in: Serius (Terlalu!)

pritaKalahnya Ibu Prita versus RS Omni dalam persidangan lanjutan di pengadilan bakal memunculkan paradigma baru di dunia maya (terkait dengan email curhat Ibu Prita yang merasa dizalimi dengan prosedur kerja RS Omni).  Ini berarti, tindakan mengeluh dan meng-complain sesuatu produk/jasa akan menjadi sangat tabu dan terlarang bagi masyarakat umum. Ancamannya bukan main, denda ratusan juta dan ancaman kurungan penjara.

Di sini terlihat, paradigma yang bakal bermunculan di dunia internet adalah identitas anonim yang akan sangat berkembang. Ketika suara-suara jujur menjadi tabu, sementara ketika kita menyebutkan identitas, suara yang keluar terpaksa menjadi normatif (karena adanya ancaman tadi), ID anonim akan jadi pilihan logis. Situasi menjadi semakin kondusif dengan masih carut marutnya regulasi dunia maya Indonesia.

Di satu sisi, saya melihat ini sebagai simbol perlawanan konsumen terhadap rezim para produsen (yg notabene mempunyai uang lebih). Di sisi yang lain, saya melihat para bajingan tak bertanggung jawab (model-model blog kartun nabi muhammad) bakalan semakin menjamur memanfaatkan gelombang ID anonym ini. Tapi menurut saya, walau bagaimanapun ID anonim lebih menunjukkan makna ketidakbertanggugjawaban.

Ketika pengadilan bersih, di mana keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, di mana duid tak bisa berbicara, di mana para markus diberantas, di mana para aparat juga bekerja dengan baik, penyebutan identitas tidak akan menjadi masalah. Namun untuk konteks negara “sakit”, ID anonim akan terus muncul, menyuarakan berbagai suara sumbang kehidupan yang kurang enak didengar. Ini adalah saatnya, ketika buka-bukaan rekaman suara Anggodo telah dilakukan oleh kejaksaan. Ini adalah gelombang baru, demi negara yang “sehat”. Demi masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera.

Mari selamatkan Ibu Prita.

:mrgreen: <— jus jeruk

You might also enjoying this post.