Niche Distro GNU/Linux

Monday 23 August 2010
Posted in: IT Anak Rumahan, Religius

tuxKetika mengunjungi sebuah forum yang membahas ulasan mengenai Distro Linux Sabily, di sana terdapat pro-kontra mengenai perlu atau tidaknya sistem operasi komputer varian Ubuntu ini dibahas. Pro-kontra sangat wajar melihat review ini mungkin mengangkat tema yang sangat sentimen, di negara-negara yang memiliki pandangan negatif terhadap Islam pasca-kasus WTC (west country), dan distro ini adalah islamic spesific distro.

Saya melihat ulasan yang diberikan sangat-sangat objektif. Tema-tema yang diangkat seputar software-software apa di dalamnya, fitur apa yang ada, bagaimana art-work yang diusung. Namun, ada komentar dalam forum yang (menurut saya) lebih mengandung fobia (tulisan yang ditebalkan) daripada “sekular -murni” yang bersangkutan.

“Sebuah OS harus agnostik. Tujuan menciptakan OS yang religius hanya akan mengkutub-kutubkan. Ini adalah waktunya ketika teknologi menyatukan kita bersama. Thanks for glorifying and validating this crap blah blah blah…”

Pendapat ini selanjutnya mempersoalkan bahwa membawa-bawa persoalan keyakinan/religius pada ulasan komputer akan berimbas pada hilangnya “sekularisme” dan netralitas dari situs pengulas itu sendiri. Apalagi situs ini terbilang cukup besar dan populer. Dapat dikatakan sebagai kiblat dari berbagai info seputar teknologi-informasi-komunikasi terbaru (www.extremetech.com).

Namun ada juga pendapat user yang meng-counter opini tersebut.

“… sebuah sistem operasi harus tidak memihak (tidak mengusung masalah benar-salah di seputar ketuhanan)? : Apa itu? Sebuah sistem operasi harus memenuhi keinginan dan kebutuhan penggunanya dengan cara yang efisien mungkin… Divisions are not at the OS level, but at the persons thinking level.”

Sampai di sini kita bisa melihat pernyataan bahwa “an operating system should meet the demands and needs of its users in the most efficient way possible”. Saya melihat pernyataan ini kepada segmentasi sistem operasi yang ditujukan secara spesifik tertentu.  Walau belum menyebut kata “niche” di sini, kita bisa melihat adanya pengembangan sistem operasi yang ditujukan kepada pengguna dan penggunaan tertentu.

Lebih lanjut, Wikipedia mendefinisikan niche distro linux sebagai berikut:

Other distributions are targeted at other specific niches, such as the tiny embedded router distribution OpenWrt, distributions for bioinformatics, the Ubuntu project to create Edubuntu for educational users, and KnoppMyth, which wraps Knoppix around MythTV to ease building Linux-powered DVRs. Similarly, there is the XBMC Live distro which wraps Ubuntu around XBMC Media Center ease building Linux-powered HTPC (Home Theater PC). Others target the Apple Macintosh platform, including mkLinux, Yellow Dog Linux, and Black Lab Linux. Karoshi is a server system based on PCLinuxOS and aimed at educational users. Back|Track  is a very good distribution for penetration testing using an Ubuntu backbone, and its own repositories for updating specialty tools. Another distribution for penetration testing is GnackTrack, which uses Ubuntu, and the GNOME desktop. SuperGamer is one of the few distributions focused solely on gaming.

community

Berikut ini adalah contoh-contoh niche distro Linux agar dapat membantu pemahaman mengenai niche distro Linux di atas.

  • Distro Pemula. Biasanya menggunakan interface yang mudah dan penggunaannya mengikuti OS populer yang telah dikenal terlebih dahulu (Windows OS), agar dapat memudahkan pemula yang ingin mengenal Linux, seperti distro linux Ubuntu, Mint, OPENSuSE, PCLinuxOS, dsb.
  • Distro untuk komputer tua. Racikan distro linux dibuat agar enteng dan ringan sehingga dapat dijalankan pada komputer lawas (spek pentium III dengan RAM 256 MB ke bawah ), semisal distro Puppy Linux dan variantnya, Fluxbuntu (Ubuntu dengan windows manager fluxbox), TinyMe, Damn Small Linux, dsb.
  • Distro religi atau kepercayaan tertentu. Sistem operasi yang di dalamnya terdapat berbagai software yang sesuai dengan keyakinan yang ia miliki, dan membantu ia berinteraksi dengan aktivitas mendekatkan diri kepada Tuhan, semisal Sabily (moslem), UbuntuCE (kristen), atau Ubuntu Satanic ( anti christ -dajjal follower 😈 😆 ).
  • Distro Free Software. Distro yang tidak menggunakan software propriarti (source tertutup), yang mengusung kebebasan penuh penggunanya mengoprek dengan syarat source code diberikan, walau tidak dilampirkan (murni free software, tidak FOSS). Distro ini tidak menggunakan format MP3, Skype, dsb, karena mereka bersifat propriarti. Contohnya, GNU/Linux gNewSense, Dragora, Musix, GNUstep, dsb.

Masih banyak lagi contoh niche yang lain, semisal ditujukan pada desainer grafis atau audio editor. Semua tergantung kebutuhan kegunaan dan penggunaan. Jadi, apa distro yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda 😀 ?

You might also enjoying this post.