Perang Konsumsi Daya Distro GNU/Linux

Tuesday 28 June 2011
Posted in: IT Anak Rumahan

Setelah batre laptop nge-drop hingga kapasitas maksimal pengisian tinggal 21%, saya mulai menyalahkan sistem operasi yang digunakan. Berhubung batere sudah diganti, dan tidak ingin pengalaman buruk terulang kembali, saya melakukan pengujian guna memperoleh OS mana yang irit daya dan layak dijadikan pilihan.

Racikan distro dengan desktop manager GNOME dan KDE jelas di luar pilihan. Pilihan jatuh pada distro yang menggunakan windows manager LXDE, Enlightment, atau OpenBox. Mint 9 LXDE jadi pilihan karena core-nya berbasis Lucid Lynx dengan dukungan hingga tiga tahun, sementara Crunchbang jadi pilihan karena kesederhanaan dan kestabilan ala Debian.

Kesemuanya setelah dipasang, langsung dilakukan pembaruan terkini dari repository asal (default) demi mendapatkan pembaruan yang paling update. Asumsinya, walau Distro Mint yang digunakan rilis lama, tapi pembaruan tetap didukung sampai saat tes berlangsung pada 27-28 Juni 2011, begitupun dengan Crunchbang. OS yang pertama dicoba adalah Mint, dilanjutkan dengan Cruncbang.

Linux Mint 9 LXDE (based on Ubuntu Lucid)
ISO size: 595MB
Tanggal Rilis 18 Juli 2010

Crunchbang 10 R20110207 (based on Debian Squeeze)
ISO size: 684MB
Tanggal Rilis 8 Februari 2011

Jenis test adalah kondisi idle laptop. Layar terus-menerus menyala tanpa screen saver (layar tidak dimatikan). menon-aktifkan screen saver akan menghilangkan kemungkinan program berjalan di belakang yang akan meminimalkan persentase penggunaan CPU dan memory. Dah hasilnya adalah…

Linux Mint 9 LXDE (based on Ubuntu Lucid)
Waktu idle:  2 jam 25 menit (batere sisa 0%)

Crunchbang 10 R20110207 (based on Debian Squeeze)
Waktu idle:  2 jam 35 menit (batere sisa 10%)

Hasil tes dari saya menunjukkan bahwa Crunchbang 10 lebih irit batre dari Linux Mint 9 LXDE. Test kedua pada distro Crunchbang sengaja disisakan daya 10%. Menghabiskan daya hingga ke 0% akan membuat batre cepat rusak, jadi test hingga batre benar-benar kering tidak dilakukan lagi di distro Crunchbang.

Hasil ini tidak bisa dijadikan kesimpulan karena test hanya penggunaan pada kondisi idle. Test pada saat menjalankan program, menyetel film, dan sebagainya akan lebih memperlihatkan distro mana dengan racikan coding yang efisien.

You might also enjoying this post.