Tidak ada Prefix WWW Pada Instalasi Default WordPress. Mengapa?

Monday 8 August 2011
Posted in: Share

Pertama kali Anda selesai mengupload file-file WordPress di host Anda, kemudian Anda mengetikkan nama domain Anda di address bar browser. Anda akan tercengang-cengang melihat template Kubrik  Twenty Ten  Twenty Eleven bertengger sebagai desain awal blog/web Anda. Isi artikelnya pun berupa kata “Hello World”, mungkin bisa jadi spirit tersendiri yang menambah takjubnya pengalaman pertama Anda di dunia website.

www

Namun sejenak kemudian Anda tercengang, seperti ada yang kurang. Mengapa domain saya tidak ada prefix www di depannya? Mengapa tidak ada www.domain-saya.com? Ini sama sekali tidak terkesan seperti professional yang biasa saya lihat. Apakah ada yang salah dengan instalasi saya? Tetapi Anda ambil pusing soal ini dan sibuk mulai mengisi web Anda.

Beberapa bulan kemudian Anda mulai mengenal Google, SEO, SERP, dan semacamnya. Anda menemukan artikel bahwa penulisan nama website Anda dengan atau tanpa prefix www akan mempengaruhi traffic ke situs Anda. Akhirnya Anda mulai memikirkan kembali soal penggunaan www ini di website Anda.

Di sini timbul alasan untuk menulis post ini. Mengapa instalasi default pada script CMS WordPress tidak menggunakan pengaturan penggunaan prefix www di depan alamat website kita?

Ternyata ini bukan sekedar persoalan ada dan tidak ada prefix www. Di sana ada filosofi dari semangat organisasi non-www (no-www.org). Mereka menginginkan bentuk internet dan komunikasi jadi senyaman mungkin dengan aksesibilitas ke domain tanpa www. Penggunaan www adalah pemborosan karena bentuk http:// sendiri sudah menandakan bahwa browser mengakses server HTTP di mesin pada port 80. Selengkapnya baca di sini.

Pada postingan Matt Mullenweg di sini, saya juga jadi mengetahui bahwa sistem WordPress sebelum tanggal 13 Juni 2006 masih menggunakan prefix www di depan nama domain. Di situ Matt membuat sebuah plugin untuk meredirect akses yang menggunakan prefix www di browser menjadi langsung ke nama domain tanpa www. Plugin ini sekarang menjadi fitur WordPress seperti yang kita pakai sekarang ini melalui canonical url.

You might also enjoying this post.