K-Meleon Ternyata Light Banget Bossqu

Friday 21 December 2018
Posted in: IT Anak Rumahan

Barusan dapet mesin laptop kuno yang minta di inul (install ulang) oleh pemiliknya. Ada rasa kangen dan nostalgia juga dengan OS ini. Mengingatkan zaman-zaman kuliah di mana data-data hilang karena virus dan aktivitas inul berulang. Wkwk.

Begitu dinyalakan, logo Windows XP dengan loading bar khasnya tampil, dan keadaan tersebut terus saja berulang-ulang. Mungkin kalau di smartphone, kita bisa bilang ini bootloop yah. Fix, sekalian saja di-inul biar lebih fresh.

Niat hati mau sekalian upgrade OS, paling nggak ke Seven atau apalah, ternyata saya dihadapkan pada kenyataan yang cukup pahit. Laptop ini hanya memiliki RAM sebesar 512MB (DDR1). Jauh lebih kecil dari smartphone yang banyak beredar sekarang.

Akhirnya, dilakukan inul ulang OS yang dilanjutkan dengan pemasangan berbagai perangkat lunak bajakan penunjang lainnya. Untuk persoalan antivirus, kita serahkan saja ke Smadav yang memang tidak membutuhkan resource tinggi.

Untuk browser, ternyata banyak browser yang sudah tidak mendukung OS ini lagi (Windows XP). Browser terkenal yang masih mendukung OS ini adalah Opera versi 3.6 (36.0.2130.80) dan sepertinya sudah lumayan modern karena sudah berbasis Webkit/Blink.

Setelah dipasang, wow beratnya bukan main. Tanpa membuka tab pun, aktivitas minimize/maximize browser terasa sangat berat. Aktivitas browsing sambil dengar lagu pun (via Foobar2000) jadi tidak enak. Saya merasa perlu melakukan riset di internet.

Sempat nyoba Basilisk (gecko dari Mozilla), wow dan ternyata ia malah lebih berat dari Opera (okeh ini subjektif sih, tapi kira-kira begitulah). Setelah Googling lagi, didapatlah nama K-meleon. Langsung saja saya unduh versi 76, versi stable yang dirilis tahun 2016 silam.

Begitu dicoba, beugh mantab bosque. Minimize windows dan switch antar-program lumayan lancar (Windows Explorer, Foobar2000, dan K-Meleon). Aktivitas browsing lumayan lancar, contohnya ketika saya beraktivitas memperbarui artikel di blog ini (WordPress 5.02).

Walau jadul (gecko tahun 2016) dan mendapat warning ketika membuka berbagai situs, K-Meleon tetap dapat memproses isi website. Sudah dicoba di situs Youtube dan Gmail yang dikenal dengan aktivitas javascript yang cukup intens, K-Meleon berjalan dengan sukses.

You might also enjoying this post.