Tips Jika Kendaraan Anda Terendam Banjir

Posted on Wednesday 1 January 2020 | By

banjir with bajaj pulsar

Di awal tahun baru 2020 ini, rupanya beberapa wilayah di Jabodetabek dihantam musibah banjir secara serentak. Hujan memang pemberian dari Tuhan, tak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya. Tapi, politikus yang menjadikannya sebagai bahan kampanye 2014 memang biadab. ada baiknya kita harus bersabar akan kejadian ini.

 😈  <— ape lo

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kendaraan Anda terpaksa menerjang banjir. Anda memang bukan montir, tapi beberapa tips ini akan menekan pengeluaran Anda ketika Anda dihadapkan pada musibah banjir seperti ini.

  1. Jangan paksa untuk menghidupkan kendaraan ketika air sudah surut, selepas mesin terendam hebat di air. Kita tidak tahu apakah air sudah masuk ke dapur pacu atau belum.
  2. Buka busi-busi (yap, Bajaj Pulsar businya ada dua) dan keringkan dengan lap kering. Setelah itu, jangan dipasang kembali ke dalam kendaraan Anda.
  3. Buka filter udara, bersihkan dan keringkan. Jangan dipasang lagi di dalam kendaraan.
  4. Hidupkan mesin dan lihat apakah ada air yang menyembur keluar dari lubang busi atau tidak.
  5. Jika ada air yang keluar (muncrat), dapat dipastikan bahwa air sudah masuk ke dalam dapur pacu. Sekali lagi perlu diingat, jangan paksa mesin menyala jika sudah kemasukan air seperti ini.
  6. Segera buang oli yang terdapat di dalam mesin kendaraan Anda.
  7. Tuntun/dorong kendaraan ke bengkel terdekat untuk treatment lanjutan, di mana tersedia perlengkapan yang memadai untuk melakukan perbaikan, sebelum terjadinya kerusakan lain yang lebih parah.
  8. Terkait point nomor 5, jika tidak ada air yang muncrat keluar, kendaraan (sepertinya) dalam kondisi yang aman dan bisa digunakan lagi untuk melanjutkan perjalanan. Pasang kembali busi dan filter udara. Baiknya lakukan penggantian oli ke bengkel terdekat.

Sekian, semoga tips ini bermanfaat. Keluar uang untuk membeli oli masih belum seberapa jika dibandingkan komponen mesin lainnya yang menjadi rusak karena insiden “water hammer” ini (baca: mesin kerendam air).

Pada umumnya, mesin mengompresi udara di dalam ruang bakar. Jika air masuk, yang menekannya berganti menjadi air. Tekanan ini dapat mendorong piston dengan sangat kuat, yang bahkan dapat membuat setang piston menjadi bengkok (water hammer).

servis pulsar

sayang kalau harus turun mesin bro, apalagi jika part-nya langka 😆

Untuk oli mesin, ketika sistem pelumasan kemasukan air dan bercampur dengan oli, hal ini akan membuat sistem pendingin mesin menjadi tidak maksimal. Kondisi over heat pada mesin jelas akan menyebabkan problem jangka panjang. Sebut saja, klep bengkok, seal-seal getas, packing bocor, dsb.

Advertisement

Share this post

You might also enjoying this post.

Leave a Reply