Soal Program Kartu Pra-kerja di Masa Pandemik Covid-19

Posted on Wednesday 22 April 2020 | By

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan program Kartu Pra-pekerja di tengah kondisi pandemik Covid-19. Program tersebut adalah pengucuran uang (non-tunai) yang dialokasikan untuk berbagai “start-up”, dalam bentuk kursus-kurus.

Program ini menurut saya sangat tidak tepat. Alasan utamanya adalah jumlah pengangguran yang kian meningkat sekarang justru diisi oleh para skilled labor. Mereka menjadi korban PHK karena kebijakan social distance sehubungan pandemik tadi.

kartu prakerja

Nah, para skilled labor ini jelas tidak butuh pelatihan-pelatihan seperti ini. Uang sebaiknya dialokasikan untuk distribusi bansos atau kegiatan padat karya yang tetap mengacu pada mekanisme PSBB bagi para karyawan yang dirumahkan tadi.

Makanya anggapan bahwa program ini terkesan “bagi-bagi kue” di ruang publik semakin keras. Jika beralasan bahwa program ini sudah direncanakan di tahun sebelumnya, justru pemerintah terkesan tidak peka dengan keadaan.

Materi kursus sudah dibayarkan, sementara penerimanya justru tidak mempunyai biaya untuk mengakses internet. Hal ini justru membuat ironinya jadi berlipat-lipat. Tindakan yang cukup konkret sebaiknya penggratisan biaya internet atau pemberian subsidi.

Hal ini juga jelas bermanfaat bagi para pelajar yang melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Advertisement

Share this post

You might also enjoying this post.

2 Responses to “Soal Program Kartu Pra-kerja di Masa Pandemik Covid-19”

  1. akhirnya malah menyejahterakan yg punya kursus.. (tutupmuka). Jangan salahkan saya kalo saya jadi bilang ‘ternyata program uang k*get di tv masih lebih baik’ (ninja)

Leave a Reply