Relevan Kah Beli CPU Built Up Bekas?

Posted on Sunday 31 May 2020 | By

Baru-baru ini saya sedikit mengerenyitkan dahi, ketika melihat lapak penjual PC Built up bekas di salah satu market place. Sebut saja, Tokopediyah (halah). Pelapak membuka dengan nominal yang cukup lumayan untuk PC keluaran tahun 2016 (Rp 3.450.000).

pc built up import

Adapun spesifikasi yang ditawarkan sebagai berikut:

  • Intel Core i5 6500 (2016)
  • RAM 4GB DDR4
  • HDD 500GB
  • Onboard VGA INTEL HD

Jika dipikir-pikir, dengan nominal tersebut, Anda bisa mendapatkan set PC AMD Ryzen baru dengan garansi 3 tahun (Motherboard dan prosesor). Sementara untuk PC bekas yang ditawarkan, cuma digaransi 1 bulan. PC Ryzen ini juga jauh lebih cepat (Radeon 3 dengan onboard Radeon Vega).

Relevan atau tidak? Dari segi spesifikasi, harga, dan jaminan garansi, membeli PC branded bekas jelas rugi. Namun jika Anda memiliki anggapan bahwa PC branded memiliki daya tahan kuat atau apalah, silakan saja.

Yang jelas, kelemahan utama PC branded ini adalah spesifikasi yang tidak umum, biasanya terkait dengan bentuk power supply. Jika terjadi kerusakan dengan part ini, siap-siap menaruh power supply generic di luar case PC.

Penasaran dengan spesifikasi PC 3 jutaan Ryzen ala saya yang lebih cepat tersebut? Berikut ini penjabarannya (harga dari market place online)

  • Prosesor AMD Ryzen 3 3200G (1,4 juta)
  • RAM V-GEN Tsunami DDR4 2x4GB (680 ribu)
  • Asrock A320 HDV (750 ribu)
  • Case standard (300 ribu)
  • HDD SSD 120GB (300 ribu)
Advertisement

Share this post

You might also enjoying this post.

Leave a Reply