Kelakuan Pelapak yang Aneh-aneh di Marketplace

Posted on Thursday 18 November 2021 | By

Situasi Covid2-an dua tahun belakangan selain sukses memaksa mengurangi mobilitas orang banyak, pandemi ini membuat orang terpaksa lebih banyak ada di rumah.

Hal ini berujung pada meningkatnya transaksi daring di lokapasar (halah, ini apa). Saya pun juga terpengaruh dengan kegiatan tersebut, dan ikut bertransaksi di dunia maya.

Beberapa marketplace yang sering saya sambangi adalah Toqopediyah dan Buqalafaq. Kemudian berdasarkan pengalaman yang saya peroleh dari bertransaksi daring, saya menemukan kelakuan pelapak yang aneh-aneh.

Berikut ini beberapa kelakuan pelapak yang aneh-aneh di marketplace.

  1. Konfirmasi barang, ready menjadi tidak ready
    Jadi, sistem stok di situs marketplace rupanya agak sulit bagi pedagang daring yang memiliki lapak luring. Pasalnya ketersediaan barang menjadi tentatif karena ada juga konsumen yang membeli lewat jalur luring (langsung datang ke toko). Ketika ditanya ketersediaan barang (via chat), pedagang mengatakan bahwa status barang ada. Namun beberapa saat kemudian, pedagang tidak kunjung memproses transaksi yang diajukan dan setelah dikonfirmasi ulang, penjual mengatakan bahwa stok barang kosong.
  2. Pembatalan Transaksi
    Poin ini terkait dengan point pertama. Berhubung pedagang tidak bisa memenuhi transaksi pembelian, konsumen tentunya akan mengajukan pembatalan karena akan mencari di lapak lainnya. Beberapa “pelapak astral” ini terkadang tidak mau menyetujui pembatalan yang diajukan oleh konsumen. Entah karena lupa atau memang sengaja ingin menyiksa konsumen dengan menahan uangnya di marketplace. Padahal, status mereka online ketika di-chat.
  3. Menginput nomor resi palsu
    Nah pedagang seperti ini memang tidak kalah biadab. Salah satu fitur di marketplace adalah menyortir harga barang dari yang termurah hingga termahal. Ketika kita berhasil mendapatkan item dengan harga murah dan si pedagang sudah memproses transaksi tersebut, jangan terburu-buru senang dulu. Sebab, mereka bisa saja memberikan nomor kurir palsu sehingga status pengiriman akan menjadi “gagal pickup” di layar konsumen. Tak lama kemudian, harga barang yang kita beli sudah berubah menjadi naik.

marketplace care help

Advertisement

Share this post

You might also enjoying this post.

Leave a Reply