Installasi Aplikasi Zoom di Debian Linux

Posted on: Wednesday 1 April 2020 | Category: IT Anak Rumahan | post comment

Berhubung masih musim WFH2-an (Work From Home), penggunaan aplikasi Zoom kini semakin lumrah di kalangan para pekerja yang harus mengalami masa-masa pengasingan di rumah. Bagi Anda yang belum tahu, Zoom adalah aplikasi yang memungkinkan Anda melakukan video conference dengan banyak orang.

Untuk instalasi di smartphone dan PC Windows sepertinya sangat mudah. Unduh berkas instalasi dan jalankan hingga prosesnya selesai. Untuk Android, tinggal jalankan Playstore dan ketik dalam kolom pencarian: “Zoom”. Pilih aplikasi dengan nama Zoom Cloud Meeting.

Namun untuk Linux, caranya sedikit lebih rumit.

Unduh berkas aplikasi Zoom di alamat berikut. Pilih tipe Linux yang dipakai dan arsitektur OS yang digunakan pada PC Anda. Sesuaikan versi dengan varian Debian yang Anda pasang. Misal, saat ini Debian terkini sudah mencapai versi 10. Anda dapat mengunduh versi 8.0+.

Setelah diunduh, Anda akan mendapatkan berkas dengan ekstensi *.deb. Jika Aplikasi Gdebi sudah terpasang, tinggal klik dua kali pada berkas untuk menjalankan proses instalasi. Jika belum, buka terminal di tempat folder berkas instalasi Zoom berada. Biasanya dari file manager, cukup klik kanan pada folder tempat mengunduh dan pilih –> Open Terminal Here.

zoom linux download

Ketik ini pada terminal:
sudo dpkg -i zoom_amd64.deb

Memasukkan password dan tunggu sampai proses instalasi selesai. Sayangnya, Zoom membutuhkan aplikasi pendukung lainnya yang (biasanya) tidak terinstal secara default.

Ketik lagi pada terminal untuk mengunduh aplikasi pendukung (dependency):
sudo apt-get -f install

Selanjutnya terminal akan menampilkan proses pengunduhan dan penginstalan aplikasi pendukung. Kalau sudah, aplikasi Zoom sudah terpasang di PC Debian Anda. Pada launcher desktop manager, Aplikasi Zoom terdapat di menu Internet.

Hasil Save File PPTS WPS Tidak Bisa Diedit di Google Docs

Posted on: Sunday 29 March 2020 | Category: Did I Have a Story?, IT Anak Rumahan | post comment

Situasi work from home (WFH) memaksa saya untuk memanfaatkan laptop jadul di rumah keluaran tahun 2009 (Dual Core dengan RAM 3GB). Bekerja di Windows dengan berbagai aplikasi web intens ternyata sangat berat.

Begitu coba di Linux (sisa-sisa dual boot tahun 2014), ternyata lumayan ringan. Di situlah aktivitas saya untuk bekerja di Linux jadi terus berlangsung (lagi). Berhubung distro (Crunchbang) yang dipakai tahun 2014, saya harus melakukan sedikit tweak dan pembaruan. ( More … )

Error Instalasi XDM pada Debian Linux

Posted on: Tuesday 24 March 2020 | Category: IT Anak Rumahan | post comment

Semua orang yang hobi download-download (ngunduh) di PC pasti suka banget pakai download manager XDM. Aplikasi ini memudahkan saya ketika mencari lagu di internet karena dia bisa langsung meng-convert video di Youtube jadi MP3.

Nah, berhubung situasi memaksa saya untuk kerja di rumah (istilahnya work from home), hal ini mendorong saya untuk mengoprek kembali Linux di laptop dualboot yang biasanya di-skip dan langsung masuk ke Windows. Haha  :mrgreen: ( More … )

Soal Playback Video di Opera Debian yang Sering Bermasalah

Posted on: Tuesday 24 March 2020 | Category: IT Anak Rumahan | post comment

Tulisan kali ini masih berhubungan dengan kegiatan mengoprek Antix Linux saya (gara-gara WFH). Kali ini saya agak heran karena peramban (browser) Opera tidak dapat menjalankan video di situs-situs streaming video hohohihe / bajakan daring (online).

Setelah ditelusuri, hal ini berkaitan dengan persoalan legal di mana Opera tidak memiliki hak untuk mendistribusikan berkas pustaka libffmpeg.so. Soal lisensinya bisa baca-baca di sini.

Berkas pustaka tersebut memang gratis digunakan, tapi tidak boleh dipaket dengan perangkat lunak komersil (misal Opera). Walau begitu, pengguna akhir Opera dapat menggunakan berkas tersebut dengan mengunduhnya secara terpisah.

Unduh berkas libffmpeg.so di alamat berikut:
https://github.com/iteufel/nwjs-ffmpeg-prebuilt/releases

Setelah itu, ekstrak berkas di dalamnya. Kemudian salin ke direktori:
usr/lib/x86_64-linux-gnu/opera/

atau jika distro RPM
/usr/lib64/opera/

Atur file permission (samakan dengan permission file lain di folder yang sama) untuk berkas. Buka kembali peramban Opera. Silakan ujicoba dengan membuka situs video daring.

Beberapa cara yang lain adalah menyalin berkas libffmpeg.so dari direktori chromium (jika Anda sudah menginstal Google Chrome).

Berikut ini adalah komentar dari salah seorang karyawan Opera:
opera employee

Icon Desktop XFCE Debian yang Selalu Berantakan

Posted on: Wednesday 18 March 2020 | Category: IT Anak Rumahan | post comment

Agak heran saya dengan distro Linux yang satu ini (Antix). Berbagai icon yang ada di desktop, meski sudah di-sort (urut), begitu PC di-restart ia akan berantakan lagi posisinya.

Jadi, aktivitas klik kanan di dekstop, trus klik “Arrange Desktop Icon” harus dilakukan berulang. Lumayan ngeribetin, apalagi jika Anda punya kecenderungan OCD yang cukup akut.

Beberapa solusi saya temukan di internet. Ada yang mengunci posisi icon sehingga tidak bisa digeser-geser. Mereka membuat script yang akan dijalankan secara otomatis ketika komputer dinyalakan.

Kalau saya secara pribadi, cuma ingin icon-icon tersortir dengan rapih saja.

Akhirnya saya menemukan solusi yang cukup mudah. Jalankan file manager (thunar) dan atur agar menampilkan file yang tersembunyi. Kemudian akses lokasi berikut.
/home/NAMA-USER-PC-ANDA/.config/xfce4/desktop/

desktop config XFCE

Di sana akan terdapat banyak berkas dengan ekstensi rc. Saya hapus semua berkas rc di dalamnya kecuali satu berkas dengan tanggal waktu terkini.

Tulisan dokumentasi pribadi, sumbernya ada di sini:
Manjaro Forum