Archive for the ‘Did I Have a Story?’

Masa Depan Lu Suram

Thursday 22 May 2008 | post a comment

Kemaren ketika hendak berjalan ke arah masjid kampus, saya sempat ketemu dengan teman lama. Akhirnya dalam moment yang singkat, sejenak kami ngobrol-ngobrol sebentar soal aktivitas. Tiba-tiba, dia nanya soal kerjaan ke saya sekarang apaan.

  • Temen: Eh, sekarang kerjaan apaan?
  • Saya: Eeee, tadi baru aja dapet panggilan, n besok udah mulai masuk ker…
  • Temen: (memotong) Ah masa depan lu suram.

Karena situasi dialog yang tidak pas dan kami berdua memang sedang terburu-buru, akhirnya kami berpisah. Saya tidak begitu mempersoalkan omongan teman saya ke saya tadi. Saya pikir itu hanya gurauan biasa. Tapi, tiba-tiba saya merasa aneh saja, kayak ada perasaan mistik. Saat itu jarak belum begitu jauh, setengah berteriak saya memanggil kembali teman saya tadi.

  • Saya: Oi, maksudnya suram kenapa?
  • Teman: Ohh, nggak. Lu masih aja jadi pekerja
  • Saya: kampret (mengumpat dalam hati)

Bener-bener dah. “JLEBBBB”

It’s About Job

Saturday 17 May 2008 | post a comment

Tulisan ini dalam beberapa hal berhubungan ma tulisan sebelumnya.

job-stresTentang pekerjaan. Karl Marx mengatakan bahwa pekerjaan hendaknya tidak mengasingkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaannya (terlepas dari persoalan Marx adalah seorang materialis atau bukan, ada beberapa pikirannya yang cukup menarik). Berbicara soal keterasingan adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dimengerti.Sebagai contoh… kemarin saya maki2 soal nasib dan pekerjaan yang harus saya jalanin sekarang ini. Bagaimana saya harus ngerasa puas dengan gaji yang kecil (jujur aja) n masa kerja yang lama. Jadwal kerja saya waktu itu… Masuk jam 7pg-3sore (sekolahan), trus sorenya jam5-12mlm (editor koran). waktu tidur cuma jam1pg-6pg ArrggHHhgg (percuma juga marah2). N klao gaji ditotal, masi kalah sama orang yang hidup normal-normal aja 8 jam sehari.

Sebenernya bukan curhat soal nasib, tpi ini soal pekerjaan. Ucapan2 seseorang yang bilang “Elu masih lebih beruntung.”, “Lu sukurin aja dulu apa yang ada, di luar sana masih banyak pengangguran.”, dan lain sebagainya justru bikin parah keadaan.

Omongan-omongan kaya gitu saya rasa intinya bikin ngerasa kita puas dan ngerasa nyaman sama nasib. Yang bikin bete… nasib itu sendiri ternyata dibuat oleh manusia lain yang mengeksploitasi saya. Eksploitasi dilakukan cukup licik dan keji dengan memanfaatkan berbagai doktrin agama… “Apa yang ada jarang disyukuri.”, “Manusia ada yang miskin dan kaya.”, sama doktrin sosial budaya, seperti “Kalau semua orang pengen jadi kaya, nanti gak ada orang miskin… dan orang miskin tuh… bla bla bla”.

Kenapa bukan doktrin agama lain yang lebih banyak di eksploitasi kaya “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha mengubah nasibnya sendiri.”

(masi bersambung)

Jangan Kutip Roy Suryo

Friday 16 May 2008 | post a comment

Udah tau orang yang paling dibenci IT diseluruh Indonesia? Kira-kira Anda pasti sudah mendapatkan nama yang terngiang-ngiang di kepala. Lamer yang memberikan definisi salah antara hacker dan blogger. Celakanya, berbagai media rajin mengutip omongan beliau dan menganggapnya sebagai pakar telematika (hadoh). Anehnya, beliau selalu menganalisa foto porno para seleb kemudian mengundang pers untuk meliput review ngaconya. Mungkin hal ini sudah jadi semacam hobi tersendiri baginya, hahahaha.

Banner ini saya buat mungkin lantaran latah sekaligus jengah atas sepak terjang beliau di dunia IT.

Proudly Presents: Jangan Kutip Roy Suryo Banner

Selamatkan bangsa Indonesia, Jangan kutip Roy Suryo

Kepada Pak “yang biasa mengamankan” yang terhormat.

Friday 2 May 2008 | post a comment

Sehubungan dengan banyaknya ranjau paku di jalan, akhirnya lahir tulisan ini

====================================================================

Kepada
Yth Bapak yang biasa mengamankan

Terus terang saya salut akan keberadaan bapak/ibu sekalian yang sigap dan tidak sungkan langsung terjun ke lapangan, terlibat dalam berbagai situasi di jalanan. Bapak/Ibu telah melakukan berbagai tindakan untuk mencegah terjadinya lebih banyak lagi kasus kendaraan ilegal/curian. Hal ini dapat dilihat dengan maraknya pemeriksaan SIM dan STNK di jalanan. Dengan demikian, para penjahat tidak bisa seenaknya membawa kendaraan hasil jarahan di jalan-jalan.
Namun, ada beberapa hal yang dirasa masih kurang dan saya harap juga bisa dilaksanakan oleh Bapak “yang biasa mengamankan”. Situasi-situasi yang saya harap juga ditindaklanjuti tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Mengamankan oknum-oknum yang menaburkan benda-benda tajam di jalan raya, yaitu pihak-pihak oportunis yang mencari keuntungan, berpura-pura memperbaiki keadaan dengan mangkal di pinggir jalan memakai nama “Tambal Ban!”.
  2. Berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan untuk membersihkan benda-benda tajam tersebut yang dapat memicu terjadinya kecelakaan di jalanan.
  3. Sebagai alternatif jika dinas kebersihan tidak dapat memberikan bantuan (mungkin sibuk), Bapak dapat menghubungi toko-toko madura yang biasa mengumpulkan besi-besi dan paku bekas. Hal ini sekaligus membuka lowongan pekerjaan baru dan akan mendapat sambutan positif, mengingat banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia.

Demikian surat ini saya sampaikan. Semoga bapak/ibu “yang biasa mengamankan” dapat melaksanakannya dengan mudah, tanpa ada halangan yang berarti, sebagaimana begitu mudahnya bapak/ibu sekalian mengamankan kasus-kasus teroris di Indonesia.

Meninggalnya Bapak

Friday 2 May 2008 | post a comment

Spechless… bingung mau bilang siapa. Mau SMS takut nyusahin orang2. Akhirnya postind di milis, dengan asumsi pesan akan dibaca ketika orang-orang sudah masuk kerja, so tidak mengganggu waktu kerja orang dengan melayat.

Bapak meninggal, Kamis 3 April 2008 pukul 03.00 WIB dini hari.

Mudah-mudahan dimudahkan urusannya dan dimaafkan segala kesalahan. Semoga saya selalu jadi anak yang berbakti dan senantiasa mendoakan almarhum