Archive for the ‘Did I Have a Story?’

Hari 02 #30HariBercerita

Saturday 12 January 2019 | post a comment

Okeh, harusnya kemarin saya meng-update tulisan di blog ini. Tapi, apa daya diri ini hanya insan biasa yang kebetulan harus mengalami diare. Walhasil, badan lemas luar biasa dan saya nyaris tidak bisa melakukan kegiatan apapun ( selain main Mobile LegendΒ Β πŸ˜† ).

Berhubung aktivitas saya hanya di tempat tidur saja, otomatis saya hanya bermain gadget. Namun, saya menemukan kutipan menarik dan sepertinya bisa menjadi cerita untuk hari kedua ini.

Berikut ini kutipannya:

Social media is training us to compare our lives instead of appreciating everything we are. No wonder why everyone is always depressed.

Media sosial melatih kita untuk membandingkan hidup kita (dengan orang lain), daripada menghargai apa yang kita miliki. Tidak heran setiap orang selalu mengalami depresi.

Berbagai kebahagiaan orang yang kita lihat di internet, jika kita menyikapinya dengan hal negatif, tentu akan melahirkan kecemburuan, rasa iri, dan keluhan Β πŸ‘ΏΒ .

sosmed is bad

Alhamdulillah saya sendiri tipikal orang yang skeptis, soal hal ini. Jadi, apapun kebahagiaan orang lain yang saya lihat di internet, saya anggap itu cuma kepalsuan. Wkwkwkwk. ( More … )

Hari 01 #30HariBercerita

Friday 11 January 2019 | post a comment

Sepertinya sedang ramai penggunaan tagar #30HariBercerita di jejaring sosial Instagram. Di sana, mereka memosting foto, kemudian memberi tagar #30HariBercerita dan caption cerita yang agak panjang di bawahnya.

Intinya adalah, mereka bercerita selama 30 hari dan memostingnya di Instagram, disertai foto yang menunjang cerita tersebut. Tren ini pun mulai menjamur di kalangan selebgram ternama.

Awalnya saya biasa-biasa saja dengan tagar ini. Namun setelah beberapa teman kuliah ikut menulis dengan tagar ini, saya merasakan nostalgia kehidupan ala-ala sastra di masa itu.

Saya merasa kemampuan menulis saya mulai menurun karena saya sudah lama tidak menulis tema-tema personal. Sehari-hari, kebanyakan saya hanya menyadur berita teknologi di Indokreasi Network saja. Trend menulis ini menurut saya positif.

Jadi, saya memutuskan untuk memulai petualangan 30 hari menulis saya di sini. Yap, di blog ini, bukan di akun Instagram seperti orang kebanyakan. Di Instagram, banyak pengikut akun saya yang tidak terlalu dekat, namun harus saya terima permintaan mengikuti karena relasi profesional kerja (halah).

Saya merasa insecure jika harus menulis di sana. Jadi, saya akan ikut meramaikan tagar tersebut di blog pribadi saya. Tentu saja tiap orang bebas mengakses blog ini, malah lebih terbuka. Namun, siapa sih yang mau membuka blog “sepi” milik saya? πŸ˜†

Ini adalah tulisan hari pertama saya dengan tagar tersebut. Anggap saja sebagai permulaan. Sebagai penutup, saya ingin mengutip pepatah terkenal di internet: “The best place to hide a dead body is page 2 of Google search results“.

Informasi Tidak Sinkron antara 14400 dan Kantor Cabang Mandiri

Monday 22 October 2018 | post a comment

Suatu ketika (19 Oktober 2018), saya harus ke ATM gara-gara aplikasi Mandiri Mobile tidak bisa digunakan lagi di HP saya. Selama ini, saya bertransaksi secara online menggunakan HP saja.

Dan sialnya, Entah kenapa kejadian naas ini harus saya alami ketika bertransaksi menggunakan kartu ATM. Mesin yang saya gunakan menampilkan popup error. Kemudian, mesin mengalami restart (OS Windows 7), ketika posisi kartu saya ATM masih di dalam mesin.

Lokasi mesin di ATM Mandiri Indomaret STM Walang. Kejadian berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB (setelah Jumatan).

Saya putuskan untuk menelepon nomor yang tertera di samping mesin ATM (14000). Segera saya disambungkan dengan CS (sayangnya saya lupa dengan siapa saya berbicara) dan saya ceritakan kronologi permasalahan saya. CS pun menindaklanjutinya dengan mengatakan untuk memblokir kartu ATM saya agar tidak disalahgunakan oleh orang lain.

Dalam keterangannya, CS 14000 mengatakan bahwa saya bisa mengganti kartu ATM di kantor cabang Mandiri terdekat dengan biaya gratis dan cukup membawa KTP saja. Saya menyetujui usulan ini dan baru bisa menindaklanjutinya tiga hari kemudian, yakni Senin, 22 Oktober 2018.

Di kantor Mandiri cabang Plumpang, saya bertemu dengan CS Ibu Dewi. Saya sampaikan permasalahan saya mengenai kartu yang tertelan. Dari situ ternyata, Ibu Dewi meminta saya untuk melampirkan juga buku tabungan karena ia harus mencocokkan tanda tangan. Sampai di sini saya merasa herman heran πŸ™„ .

Persyaratan penggantian kartu ATM antara yang disampaikan oleh CS 14000 dan CS di kantor cabang tidak sinkron. Saya jadi tidak bisa meneruskan proses penggantian kartu karena pihak cabang tetap meminta ketersediaan buku tabungan saya.

Sebenarnya, persyaratan yang sebenarnya bagaimana sih bossque? ❓

Nama nasabah:
Fxxxxn Axxxxxxxxxxn

No rekening:
1270007xxxxxx

Ah Taeeee (Review Lagu: Banda Neira – Sampai Jadi Debu)

Tuesday 18 September 2018 | post a comment

Lagu ini harusnya “hepi”, tapi kok jadinya sedih ya πŸ™„ . Coba perhatiin liriknya deh:

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Hepi kan? Kebersamaan dalam satu cinta itu adalah harapan semua orang, terlepas dengan segala dinamika dan bumbu-bumbu yang terjadi di antara keduanya, sehingga kalibrasi *) antarkeduanya pun perlu dilakukan setiap saat. <— bwahahaha bahasa apa ini πŸ˜†

Nah lirik di atas mencerminkan semua itu. Kebersamaan yang selamanya, sampai jadi tua (kakek-nenek), sampai akhirnya jadi debu (baca: mati). Bahkan dikuburnya pun bersebelahan.

Setelah saya analisa, sedih ini juga (salah satunya) gara-gara permainan piano “ngehek” si Gardika Gigih 😈 . Bayangin, kita dipaksa dengerin pianonya sampai menit ke 2.50, sebelum akhirnya sang vokalis nyanyi. Wkwkwkwk.

Jokes Bijak yang Nggak Bijak

Friday 31 August 2018 | post a comment
tukang sate pikulan

kredit gambar @adjiebPratama

Berikut ini adalah kutipan jokes yang lagi marak beredar di grup-grup WA (Whatsapp). Beberapa bahasa sudah diedit seperlunya agar lebih nyaman dibaca. ( More … )