Archive for the ‘IT Anak Rumahan’

Virus Unik di Laptop

Sunday 13 June 2021 | post a comment

Baru kali ini saya benar-benar dikerjain sama virus yang unik. Alkisah seorang rekan di tempat kerja mengeluhkan penyakit komputernya yang cukup aneh. Gejala “virus” ini cukup keren. Begitu kita buka Windows Explorer dan klik folder/file tertentu, secara otomatis dia akan menghapus folder/file yang diklik tersebut. Hal ini hanya berlaku di eksplorer saja, sementara di lingkungan desktop tidak muncul yang aneh-aneh.

ideapad 100s

Segera saya lakukan pencadangan data yang ada dalam laptop tersebut ke flashdisk. Untung saja ukurannya tidak terlalu banyak (kurang lebih hanya 4GB-an). Setelah proses backup selesai, saya putuskan untuk me-refresh laptop yang bersangkutan (fitur agar komputer kembali ke kondisi awal pada Windows 10). ( More … )

Relevan Kah Beli CPU Built Up Bekas?

Sunday 31 May 2020 | post a comment

Baru-baru ini saya sedikit mengerenyitkan dahi, ketika melihat lapak penjual PC Built up bekas di salah satu market place. Sebut saja, Tokopediyah (halah). Pelapak membuka dengan nominal yang cukup lumayan untuk PC keluaran tahun 2016 (Rp 3.450.000).

pc built up import

Adapun spesifikasi yang ditawarkan sebagai berikut: ( More … )

Installasi Aplikasi Zoom di Debian Linux

Wednesday 1 April 2020 | post a comment

Berhubung masih musim WFH2-an (Work From Home), penggunaan aplikasi Zoom kini semakin lumrah di kalangan para pekerja yang harus mengalami masa-masa pengasingan di rumah. Bagi Anda yang belum tahu, Zoom adalah aplikasi yang memungkinkan Anda melakukan video conference dengan banyak orang.

Untuk instalasi di smartphone dan PC Windows sepertinya sangat mudah. Unduh berkas instalasi dan jalankan hingga prosesnya selesai. Untuk Android, tinggal jalankan Playstore dan ketik dalam kolom pencarian: “Zoom”. Pilih aplikasi dengan nama Zoom Cloud Meeting.

Namun untuk Linux, caranya sedikit lebih rumit.

Unduh berkas aplikasi Zoom di alamat berikut. Pilih tipe Linux yang dipakai dan arsitektur OS yang digunakan pada PC Anda. Sesuaikan versi dengan varian Debian yang Anda pasang. Misal, saat ini Debian terkini sudah mencapai versi 10. Anda dapat mengunduh versi 8.0+.

Setelah diunduh, Anda akan mendapatkan berkas dengan ekstensi *.deb. Jika Aplikasi Gdebi sudah terpasang, tinggal klik dua kali pada berkas untuk menjalankan proses instalasi. Jika belum, buka terminal di tempat folder berkas instalasi Zoom berada. Biasanya dari file manager, cukup klik kanan pada folder tempat mengunduh dan pilih –> Open Terminal Here.

zoom linux download

Ketik ini pada terminal:
sudo dpkg -i zoom_amd64.deb

Memasukkan password dan tunggu sampai proses instalasi selesai. Sayangnya, Zoom membutuhkan aplikasi pendukung lainnya yang (biasanya) tidak terinstal secara default.

Ketik lagi pada terminal untuk mengunduh aplikasi pendukung (dependency):
sudo apt-get -f install

Selanjutnya terminal akan menampilkan proses pengunduhan dan penginstalan aplikasi pendukung. Kalau sudah, aplikasi Zoom sudah terpasang di PC Debian Anda. Pada launcher desktop manager, Aplikasi Zoom terdapat di menu Internet.

Hasil Save File PPTS WPS Tidak Bisa Diedit di Google Docs

Sunday 29 March 2020 | post a comment

Situasi work from home (WFH) memaksa saya untuk memanfaatkan laptop jadul di rumah keluaran tahun 2009 (Dual Core dengan RAM 3GB). Bekerja di Windows dengan berbagai aplikasi web intens ternyata sangat berat.

Begitu coba di Linux (sisa-sisa dual boot tahun 2014), ternyata lumayan ringan. Di situlah aktivitas saya untuk bekerja di Linux jadi terus berlangsung (lagi). Berhubung distro (Crunchbang) yang dipakai tahun 2014, saya harus melakukan sedikit tweak dan pembaruan. ( More … )

Error Instalasi XDM pada Debian Linux

Tuesday 24 March 2020 | post a comment

Semua orang yang hobi download-download (ngunduh) di PC pasti suka banget pakai download manager XDM. Aplikasi ini memudahkan saya ketika mencari lagu di internet karena dia bisa langsung meng-convert video di Youtube jadi MP3.

Nah, berhubung situasi memaksa saya untuk kerja di rumah (istilahnya work from home), hal ini mendorong saya untuk mengoprek kembali Linux di laptop dualboot yang biasanya di-skip dan langsung masuk ke Windows. Haha  :mrgreen: ( More … )