Archive for the ‘Puisi’

Beberapa Quotes Seputar Taik Kucing

Sunday 4 October 2020 | Comment (1)

Jadi selama masa WFH ini, saya berhasil mengeluarkan beberapa quotes bertema “taik kucing”. Memang beberapa quotes tidak terlalu orisinil dan tidak wise sama sekali. Tapi, quotes tidak melulu soal wisdom kan?  :mrgreen:

“Gini ya bro/sis, kita semua juga ga tau bakal nginjek taik kucing di mana”

“Terkadang menjadi taik kucing lebih baik daripada menjadi orang malas yang bodoh. Tidak ada orang yang mau menginjak taik kucing, sementara orang malas yang bodoh (di dunia kerja) akan diinjak oleh orang lain yang lebih superior.”

taik kucing

“Tenang aja sob, semua bakalan taik kucing pada waktunya”

“Di zaman taik kucing seperti sekarang ini, menjadi taik kucing di pojokan lebih nyaman ketimbang jadi gumpalan daging yang dikasih nyawa oleh Tuhan. Taik kucing tidak punya perasaan dan jelas ia tidak perlu merasakan apapun, termasuk soal dirinya yang memang taik kucing.”

They said let it go if you truly…

Friday 19 July 2019 | post a comment

They said let it go if you truly love someone but the fact is you can’t let it go when you truly love someone ( More … )

Old Stories…!!!

Sunday 14 December 2008 | post a comment

Misalnya kita

tahu apa yang

berada di balik

awan…

Awan pergi
seiring berlalunya waktu,  seandainya kita tahu apa yang berada di baliknya,
manakala ia berarak menjauhi

A.I.R MatA seketika menjadi
jawaban

Kita semakin sepi bisikmu. Kalau boleh jawab pasti teruntai dalam nada L-I-R-I-H… mungkin tidak ada yang perlu dijawab karena memang tidak pernah ada
pertanyaan

Mungkin ia tidak pernah menjadi
pertanyaan sebab
terlalu banyak

– – – – – – – – – – – – ->  Gelap


terlalu banyak kerumitan, terlalu
banyak aturan yang batasi, terlalu banyak petunjuk, terlalu banyak inisiatif,
terlalu banyak kesibukan, terlalu banyak rasa bahagia. TErlaLu!

Mengapa tidak pernah
ada
kebrutalan.
Terlalu-terlalu itu membekukan. Persoalan berubah, dan soal terlalu-terlalu
menjadi tidak relevan

Kita masih bertengkar di bawah, padahal sedari tadi langit biru tertawa sinis. Jengah menumpuk di dalam, padahal
tipuan2

metafor biru lazuardi, tiupan angin sepoi-sepoi, perasaan tenang saat menatap ke atas, dan s’gala yang indah-indah itu justru…

mematikan nurani!

Tanya
saja -si langit biru-!

(berkata dengan nada suntuk)

Setiap Hari

Wednesday 19 November 2008 | post a comment

Setiap hari
by Uchan

Mungkin sarang laba-laba yang menghiasi dinding ini adalah bentuk konkret jawaban akan sepi-sepi yang selama ini memadati relung hati

Ribuan sumpah serapah biarlah terburai mengutuk kotornya dinding ini, karena kau tak tahu mekanisme mengapa terciptanya musti di pojokan

-Seperti zamrud yang ada di matamu, mutiara di mulutmu, dan rona perak di wajahmu- dan setiap hari harus kuresapi diam-diam mau tak mau bagian mu yang maha

Maka biarlah! Ini ruangku, semestaku di mana aku hidup di dalamnya

12 sep 2008

Every Day
by google translator, edited by uchan 🙁

Perhaps the spider’s nest that decorate this walls is a concrete form of answers about the emptiness, which stodge that during this niche heart

Thousands of curse let it go out condemn this dirty wall, because you do not know why the creation of mechanisms in a corner

-As the emerald in your eyes, pearl in your mouth, and moon color light in your face-, and each day I have to absorb it quietly, your very best part…

So let it be! This is my sanctuary, a place where I live in

Mood Ancur

Thursday 17 July 2008 | post a comment

Dulu saya sempet bongkar diary mpok saya (masih muda waktu itu, agak2 khilaf emang), n nemuin puisi dia yang sampe sekarang masih ngebekas banget di hati.

Kita diajar mencari
agar kelak menjadi mentari
kita diajak untuk sepi-sepi
supaya hati tahu kadang tak bisa memiliki

Kalo baca ini serasa lagi sendirian di pinggir pantai ngeliatin laut (timingnya harus pas, misalnya abis diputusin, abis ditolak, abis diselingkuhin, or abis di2 yang lainnya yg bikin kita pengen minum baygon).

NB:
Pas lagi diem2 terharu gitu, tiba2 adek saya lewat n nyetel lagu Efek Rumah Kaca – Lagu Cinta Melulu pake speaker HP jadul yang sember.

Langsung ilang begitu aja mood-nya :hammer: