Archive for the ‘Puisi’

Saya Mati

Tuesday 6 May 2008 | post a comment

Saya menangis terbahak-bahak di depan pusara jasad saya sendiri setelah ditikam terang-terangan oleh waktu

Menikmati sajian galau yang dicolok-colokan ke nalar di kepala adalah kenikmatan tersendiri setelah mati

Kini penantian menjelma jadi butir hujan di langit, basahi tanah hati yang kering di sini dan sesungguhnya saya masih mencari

Pengertian tidaklah sesulit bom atom atau ketika bernegosiasi dengan mucikari kala cekak,

dan setelah sekian lama…

hasilnya adalah keberanian bernurani

Saya rasa saya tidak pernah benar-benar mati

02-05-08

Puisi Sapardi, yg menarik selain “Aku Ingin”

Wednesday 27 September 2006 | post a comment

Semua orang pasti kenal puisi Sapardi Djoko Damono yang judulnya “AKU INGIN”. Puisi ini biasanya ditulis di kartu undangan perkawinan, dicetak di kaos-kaos, sampai ada yang membuatnya jadi musikalisasi puisi.

Ada lagi puisi Sapardi yang juga cukup menarik, kalau menurut saya:

====================================================================

Pada Suatu hari

Maka pada suatu hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk di sepanjang lorong itu. ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi. agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang yang bertanya kenapa. ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu hari

(Sapardi Djoko Darmono, 1973)

====================================================================