Archive for the ‘Religius’

Soal Haji 2021

Saturday 5 June 2021 | post a comment

Jadi, ibadah Haji itu rukun Islam yang kelima bagi umat Muslim. Namanya rukun, berarti ia Wajib dilakukan (bagi yang mampu). Nah, jika sobat-mampu™ mendaftar haji di usia (anggaplah) 35 tahun, sobat mampu-baru™ bisa berangkat di usia 60 tahun.

Btw ketika mendaftar dan sudah mendapatkan nomor antrean porsi Haji, sobat-mampu™ mungkin memang memiliki kemampuan dari segi finansial dan fisik. Tapi di usia 60 tahun mendatang, sobat-mampu™ belum tentu masih memiliki kemampuan dari segi fisik.

Yang lebih fatal lagi adalah, seandainya sobat-mampu™ siap secara finansial dan fisik, belum tentu umur sobat-mampu™ sampai di angka 60-an tadi. Jadi, sebenarnya usia yang ideal untuk mendaftar Haji adalah sejak kita brojol pertama kali di dunia dan mulai menghirup udara.

Dengan demikian, sobat-mampu™ akan berangkat di kisaran usia 25 tahun. Tapi sobat-mampu™ belum tentu bisa melakukan itu, karena sejatinya anak yang baru brojol pun belum punya KTP dan berkas-berkas administrasi lainnya.

Soal Artis Lepas Jilbab

Monday 20 November 2017 | post a comment

Lagi santer berita artis lepas jilbab yang curhat di sosmed. Bunyi petikan curhatnya kira-kira begini:

“Kemudian saya bertanya, kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalu kenapa kamu ingin mencari tuhan dan ingin memiliki agama”.

Walah. Lepas jilbab mah terserah aja sebenernya, Mbak. Cuma argumennya yang mengedukasi atheisme mah nggak banget. Nggak sesuai sama UUD 45 Republik Indonesia soalnya 😆 .

Fitsa Hats dan Perusahaan Non-muslim

Friday 6 January 2017 | post a comment

Anda bekerja secara profesional di perusahaan milik non-muslim. Sang pimpinan terbantu dengan hasil kerja Anda. Di sana ada kesepakatan timbal-balik, di mana pimpinan membayar jasa Anda karena telah membantu menyelesaikan pekerjaan perusahaan. Hal ini dalam islam disebut hubungan muamalah, termasuk juga di dalamnya kegiatan jual-beli.

Istilah yang terkait dengan hal di atas berlanjut juga ke penggunaan produk teknologi yang dibuat oleh non-muslim, seperti situs jejaring sosial (Facebook dan Twitter) serta smartphone dan komputer. Biasanya disampaikan dalam wujud bully, “Ngapain sampeyan masih pake produk-produk kafir?”

Whew, apa orang muslim harus menuntut setiap produk kacamata yang dipakai oleh orang-orang non-muslim, karena merekalah yang pertama kali mempraktikkan penggunaan lensa secara luas di dunia nyata? Belum lagi bidang aljabar dan alogaritma yang diprakarsai oleh Al-Khawarizmi. Tulisannya berjasa besar dalam dunia matematika dan pemograman.

Istilah pemimpin negara dalam agama Islam, konteksnya merupakan syariat (hukum peraturan) bagi pemeluknya. Istilah pemimpin perusahaan dalam islam, konteksnya mengacu kepada hubungan sosial seorang muslim kepada non-muslim. Jadi. dua-duanya ga bisa disamain kalau mengacu pada syariat Islam.

Untuk penutup, saya akan menyampaikan hadist Nabi Muhammad SAW.

“Barang Siapa Menyakiti Kafir Dzimmi (non-muslim yang hidup berdampingan secara damai dengan orang Islam), Maka Aku (Rasulullah) Akan Menjadi Lawannya di Hari Kiamat”

(HR. Muslim).

Agama Sering Dijadikan “Keset” Politik

Monday 20 July 2015 | post a comment

Agama jadi keset politik itu semua ngikut serba mendadak

keset"

  • Mendadak istri jilbaban. Bukan Pak Beyeh fans, tapi ketika istrinya diterpa isu bukan non-islam pun tidak memaksa dia untuk pakai Jilbab.
  • Mendadak ngikut “Save Palestina”
  • Mendadak jadi imam sholat berjamaah (padahal tidak memenuhi syarat untuk menjadi imam, ups)
  • Mendadak pergi umrah (sampai kain ihram kebalik-balik, padahal “ustad” yang nemenin banyak.

( More … )

Halal Label for Food and Drink in Indonesia

Monday 2 September 2013 | post a comment

halal-haram-logoHalal is a label for food and drink that Muslim allow to consume it because it appropriate to shariah (Islam).

In the opposite of term halal is haram, which is refers to food and drink that are not appropriate to shariah.

As an example for halal and haram, a cow meat is halal for Muslim to consume, but it will become haram if the cow were not slaughtered by the butcher in the name of Allah. If a Muslim consume haram food, he will get sin. ( More … )