Archive for the ‘Serius (Terlalu!)’

Soal Haji 2021

Saturday 5 June 2021 | post a comment

Jadi, ibadah Haji itu rukun Islam yang kelima bagi umat Muslim. Namanya rukun, berarti ia Wajib dilakukan (bagi yang mampu). Nah, jika sobat-mampu™ mendaftar haji di usia (anggaplah) 35 tahun, sobat mampu-baru™ bisa berangkat di usia 60 tahun.

Btw ketika mendaftar dan sudah mendapatkan nomor antrean porsi Haji, sobat-mampu™ mungkin memang memiliki kemampuan dari segi finansial dan fisik. Tapi di usia 60 tahun mendatang, sobat-mampu™ belum tentu masih memiliki kemampuan dari segi fisik.

Yang lebih fatal lagi adalah, seandainya sobat-mampu™ siap secara finansial dan fisik, belum tentu umur sobat-mampu™ sampai di angka 60-an tadi. Jadi, sebenarnya usia yang ideal untuk mendaftar Haji adalah sejak kita brojol pertama kali di dunia dan mulai menghirup udara.

Dengan demikian, sobat-mampu™ akan berangkat di kisaran usia 25 tahun. Tapi sobat-mampu™ belum tentu bisa melakukan itu, karena sejatinya anak yang baru brojol pun belum punya KTP dan berkas-berkas administrasi lainnya.

Penipuan Ambil Alih No WhatsApp Sekarang Makin Canggih

Tuesday 1 June 2021 | post a comment

Belakangan ini penipuan dengan cara mengambil alih nomor WA mulai marak lagi. Modusnya masih standar, ada SMS masuk berisi kode tertentu dalam bahasa Thailand, selanjutnya ada pesan via WhatsApp dengan nomor asing meminta kode tersebut.

Biasanya nomor asing tersebut mengaku sebagai kasir AlfaMart. Ia akan meminta kode dari SMS sebelumnya dengan alasan salah kirim voucher kode game. Jika Anda berikan kode yang tertera pada SMS tadi, otomatis WA Anda akan berhasil diambil alih.

SMS hack WhatsApp ( More … )

Trik Marketplace yang Putus Asa

Friday 23 April 2021 | post a comment

Persaingan marketplace di Indonesia makin gila-gilaan. Sebagai penyedia lapak “gratis”, tentunya pihak marketplace harus menyiapkan kocek tersendiri untuk memelihara server, tenaga pemeliharaan dan keamanan situs. Intinya, mereka mengharapkan revenue dari para pengunjung agar dapat memelihara keberlangsungan produknya.

Istilah yang tepat untuk hal ini adalah;

“If you don’t pay for the product, you are the product.”

Atas dasar itulah baru-baru ini saya dihadapkan pada situasi yang sedikit mencengangkan. Salah satu marketplace melakukan trik yang terbilang putus asa. Mereka memasang iklan di media sosial untuk menjaring pengguna agar mau menggunakan marketplacenya. Hanya saja, cara yang dilakukan agak culas.

harga iklan

( More … )

Soal Program Kartu Pra-kerja di Masa Pandemik Covid-19

Wednesday 22 April 2020 | Comments (2)

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan program Kartu Pra-pekerja di tengah kondisi pandemik Covid-19. Program tersebut adalah pengucuran uang (non-tunai) yang dialokasikan untuk berbagai “start-up”, dalam bentuk kursus-kurus.

Program ini menurut saya sangat tidak tepat. Alasan utamanya adalah jumlah pengangguran yang kian meningkat sekarang justru diisi oleh para skilled labor. Mereka menjadi korban PHK karena kebijakan social distance sehubungan pandemik tadi.

kartu prakerja

Nah, para skilled labor ini jelas tidak butuh pelatihan-pelatihan seperti ini. Uang sebaiknya dialokasikan untuk distribusi bansos atau kegiatan padat karya yang tetap mengacu pada mekanisme PSBB bagi para karyawan yang dirumahkan tadi. ( More … )

Hari Gini Indosat Masih Doyan Nyedot Pulsa Ajah

Wednesday 7 March 2018 | Comments (2)

Inet zaman sekarang merupakan kebutuhan? Jelas. Makanya di rumah saya pasang provider kabel fiber berlangganan. Ketika di kantor pun saya memanfaatkan fasilitas WiFi kantor, sehingga kebutuhan internet saya selalu tercukupi (halah :mrgreen: ).

Nah, bagaimana jika saya sedang tidak di kantor dan tidak di rumah? Pertanyaan ini mungkin terkait dengan judul postingan saya di atas. Namun saya pastikan bahwa saya tidak menggunakan fasilitas internet provider Indosat (dulu hanya sekali kalau mau dihitung2).

Bagaimana provider Indosat bisa menyedot pulsa saya? Entalah. Saya menggunakan smartphone dengan trend kekinian yang menggunakan fasilitas dual SIM. SIM Indosat untuk nomor utama saya, dan SIM satunya lagi untuk berinternet.

Jika saya harus menggunakan pulsa Indosat, maka itu cuma untuk menelepon dan ini bisa dibilang sangat jarang dan dengan durasi yang pendek-pendek. Saya berani jamin soal penggunaan pulsa ini, suer dah.

Nomor Indosat tiap bulan hanya diisi Pulsa Rp25.000 untuk menjaga agar nomor tersebut tetap aktif. Dan setahu saya, saldo pulsa sempat mencapai seratus ribu-an. Suatu ketika saya iseng-iseng cek Pulsa karena kebetulan harus upgrade kartu ke 4G, ternyata saldo pulsa saya tinggal 16 ribu-an.

Terus terang saya merasa dirampok oleh Indosat.

Anda mungkin menilai kalau penjelasan saya sangat samar dan tidak berbukti karena hanya berisi asumsi-asumsi. Bisa jadi. Makanya saya meminta log penggunaan pulsa saya ke CS Indosat. Silakan (orang Indosat) balas reply email saya dan akan saya update di sini.

Sejauh ini respons yang saya dapat ternyata “yah begitulah”, selain auto-reply mesin server, saya malah disuruh menggunakan App buat memantau penggunaan pulsa saya. Apalah saya, pengguna kelas teri. Respons “biadab” ala Indosat pun saya terima dengan lapang dada 😯 .

Beberapa kesimpulan mengenai Indosat:

  1. Sepertinya Indosat tidak mau transparan.
  2. Pelanggan kelas teri dianggurin (mungkin saya harus jadi Ariel Peterpen dulu biar bisa direspons kali ya? 😆 )
  3. Sepertinya Indosat masih nyari duid dengan cara-cara klasik biadab, nyedot pulsa.

Sekrinsyut percakapan via email dengan Indosat: