Error PowerPoint 2007 dengan Wine di Debian Linux

Tuesday 8 May 2018 | post a comment

Okeh, saya masih pakai produk Microsoft Office buat kerja sehari-hari. Berhubung karena biasa menggunakan komputer bersama (shared), mau tidak mau saya jadi terbiasa dengan program ini.

Nah, kendala muncul ketika memasang program ini di Debian Linux menggunakan Wine. Instalasi berjalan lancar, Word dan Excel sukses dijalankan, tapi tidak dengan Microsoft PowerPoint.

Setelah sedikit Gugling, saya menemukan solusinya. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Set riched20.dll to (native) in winecfg. You do not have to copy the dll from a Windows partition or use winetricks to install it. Office 2007 installs its own version of richedit in a private directory. Do not set the override globally unless you have Office installed in a separate wineprefix.
  • Set compatibility Microsoft PowerPoint in XP mode.

Okeh, ini adalah postingan untuk dokumentasi pribadi. Kadang apa yang kita temukan di internet, suka hilang tak berbekas :'( 🙁 .

Fix Grub OS Selection Menu on Dual boot Installed OS Windows and Linux

Monday 5 December 2011 | post a comment

It’s been twice my OS boot selection been removed after installing Crunchbang Linux (based on Debian Squeeze). After search on Google, I found this link (although it was meant for ubuntu, but it works fine on me)

http://erickoo.wordpress.com/2009/06/14/how-to-add-vista-partition-to-grub-2-ubuntu-9-10-karmic-koala/

grub

Maybe that tutorial a little bit hard to novice user. I found another simple way to do this.

  1. Run your favorite console & Install OS Prober program by typing this:
    sudo apt-get install os-prober
  2. running it using console
    sudo os-prober
  3. Update your grub by run this command
    sudo update-grub

Reboot and it should fix your OS boot selection menu.

PS: if you run sudo command, you’ll be promt to enter your administrator password.

Mengganti Isi File Home Desktop Crunchbang

Wednesday 30 November 2011 | post a comment

Iseng-iseng memasang lingkungan desktop LXDE pada Crunchbang yang kemarin saya download (a Debian curent-stable based GNU/Linux distribution with Openbox environtment).

sudo apt-get install lxde

Akhirnya didapat lingkungan khas ala LXDE dengan menu ala Windows XP klasik. Start menu di pojok kiri, launcher aplikasi dengan berbagai kategorinya, dan icon-icon di desktop.

lxde-logo

Namun ada satu hal yang agak mengganjal. Desktop LXDE menampilkan icon-icon yang berada pada directory home. Otomatis layar jadi penuh dengan berbagai isi folder dan file di folder home.

Iseng-iseng buka file config pada PC saya
/home/USERNAME-PC-ANDA/.config

Ternyata ada file
user-dirs.dirs

Diintip-intip dikit pake editor leafpad atau Geany bawaan Crunchbang
# This file is written by xdg-user-dirs-update
# If you want to change or add directories, just edit the line you're
# interested in. All local changes will be retained on the next run
# Format is XDG_xxx_DIR="$HOME/yyy", where yyy is a shell-escaped
# homedir-relative path, or XDG_xxx_DIR="/yyy", where /yyy is an
# absolute path. No other format is supported.
#
XDG_DOWNLOAD_DIR="$HOME/downloads"
XDG_DOCUMENTS_DIR="$HOME/documents"
XDG_MUSIC_DIR="$HOME/music"
XDG_PICTURES_DIR="$HOME/images"
XDG_VIDEOS_DIR="$HOME/videos"
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME"
XDG_TEMPLATES_DIR="$HOME"
XDG_PUBLICSHARE_DIR="$HOME"

Baris ini terlihat ada yang mengganjal.
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME"

Buat folder baru dengan nama “desktop” pada direktori home.

Ubah baris yang mengganjal tadi jadi seperti ini.
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME/desktop"

Simpan perubahan, dan akhirnya directory Desktop berubah tidak menjadi directory Home lagi.

Wow, Akhirnya Ada Rilis Terbaru dari CrunchBang

Monday 28 November 2011 | post a comment

Setelah vakum sekian lama semenjak rilis sebelumnya di bulan Februari 2011, kini CrunchBang Statler rilis teranyar (27 Nov 2011) siap diunduh. Salah satu distro GNU/Linux favorit saya dengan antar muka Windows Manager Openbox berbasis Debian GNU/Linux. Bagi Anda yang doyan sesuatu yang “cepat” dan “halus”, distro ini jelas untuk Anda.

Kurang lebih satu jam lagi distro ini selesai diunduh. Selanjutnya tinggal membuat bootable OS menggunakan USB dan melakukan instalasi pada PC saya. Sangat direkomendasikan untuk penggunaan laptop karena terbukti lebih irit sumber daya ketimbang Mint 9 LXDE (Lucid Based).

download crunchbang

Yang membuat saya semakin penasaran adalah, developernya mengklaim bahwa rilis Statler kali ini lebih cepat ketimbang edisi sebelumnya. Fasilitas manajer login grafis GDM diganti SLiM yang jelas jauh lebih ringan. Begitu juga dengan aplikasi Plymouth yang ikut dibuang (fasilitas graphical boot loader).

Detil rilis terbaru kali ini.

  • Menggunakan Openbox terbaru (3.5).
  • Kembali ke Firefox 8, daripada Chrome 9 (yai).
  • Opsi instalasi LibreOffice (sebelumnya OpenOffice).
  • Editor Geany yang standalone, ketimbang Gedit yg membutuhkan library Gnome 3.
  • Support network browser, dengan file manager Thunar dan Gigolo.
  • OS yang lebih bersih setelah instalasi dengan membuang paket-paket pada mode live.

Selengkapnya bisa diintip2 di mari.

[Fixing] Navigasi Touchpad Berfungsi, Tapi Pad Tidak Bisa Klik (Debian Squeeze).

Friday 15 July 2011 | post a comment

Postingan dokumentasi pribadi buat si Compaq. Arsip kian bertebaran di rimba internet sana, perlu catatan tersendiri di sini. Sekedar di-bookmark takut link-nya hilang atau dihapus mpu-nya. Di-save as suka bingung sendiri karena udah kebanyakan file yang simpen berceceran di sela-sela piringan hard disk.

Pada instalasi awal Crunchbang 10 (Debian Squeeze), navigasi touchpad berfungsi dengan baik, namun pad tidak bisa digunakan untuk meng-klik (memilih) tombol atau tautan link. Untuk memilih navigasi, menggunakan tombol kiri atau kanan di bawah touchpad.

touchpad

Nah biar touchpad bisa berfungsi, ada caranya. Ketemu di Wiki Debian. Di Wiki tersebut dijelaskan berbagai panduan sesuai dengan versi kernel dan xorg Debian yang digunakan. Kebetulan spesifikasi Crunchbang 10 sudah menggunakan kernel 2.6.32-5 dan Xorg 1.7.7.

Jalankan command promt Linux (konsole, terminal, terminator).

Untuk menampilkan versi kernel bisa menggunakan perintah:
uname -r

Untuk menampilkan versi xorg bisa menggunakan perintah:
xdpyinfo | grep version

Setelah mengetahui versi kernel dan xorg, berikut cara yang digunakan. Lihat hardware touchpad yang ada di komputer dengan perintah:
egrep -i ‘synap|alps|etps’ /proc/bus/input/devices

Setelah saya menjalankan perintah tersebut, diketahui bahwa COMPAQ CQ40 337TU menggunakan hardware “AlpsPS/2 ALPS GlidePoint”.

Tinggal masukkan konfigurasi yang dijabarkan dalam Wiki :-p

Buka ketik kembali di terminal:
sudo gedit /etc/X11/xorg.conf

Selanjutnya akan muncul berkas teks kosong. Paste baris berikut di berkas tersebut.
Section “InputClass”
Identifier “Touchpad” # required
MatchIsTouchpad “yes” # required
Driver “synaptics” # required
Option “MinSpeed” “0.5”
Option “MaxSpeed” “1.0”
Option “AccelFactor” “0.075”
Option “TapButton1” “1”
Option “TapButton2” “2” # multitouch
Option “TapButton3” “3” # multitouch
Option “VertTwoFingerScroll” “1” # multitouch
Option “HorizTwoFingerScroll” “1” # multitouch
Option “VertEdgeScroll” “1”
Option “CoastingSpeed” “8”
Option “CornerCoasting” “1”
Option “CircularScrolling” “1”
Option “CircScrollTrigger” “7”
Option “EdgeMotionUseAlways” “1”
Option “LBCornerButton” “8” # browser “back” btn
Option “RBCornerButton” “9” # browser “forward” btn
EndSection

Selanjutnya simpan dan restart untuk mengaktifkan perubahan X server.

PS:
Konfigurasi XORG tidak seperti distro slackware yang terpusat. Pada distro ini, di Wiki dijelaskan bahwa kita tidak perlu memasukkan ulang kembali seluruh konfigurasi XORG, cukup perubahan yang ingin diterapkan.